x
x

Pasar Saham Bangkit, Optimisme Ekonomi Indonesia Menguat

JATIMKINI.COM, Rapat Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (RDK-OJK) pada semester pertama 2025 membawa angina segar yang jarang terjadi: dunia sedikit lebih tenang. Di mana International Monetary Fund (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global—termasuk Indonesia—dengan menunjukkan performa di atas ekspektasi.

Ada beberapa alasan di balik optimisme ini. Aktivitas ekonomi pada paruh pertama 2025 lebih baik dari perkiraan. Perang dagang yang sempat menekan pasar global mereda setelah Amerika Serikat (AS) dan mitra dagangnya mencapai kesepakatan tarif yang lebih rendah dari pengumuman awal. Likuiditas global membaik, sementara kebijakan fiskal di banyak negara tetap akomodatif.

Untuk Indonesia, kesepakatan tarif 19 persen dengan AS menjadi sorotan. Angka ini termasuk yang terendah di kawasan, membuka peluang bagi daya saing produk nasional di pasar global.

Di tengah dinamika itu, pasar saham Indonesia memberi sinyal positif. Setelah sempat melemah di level 6.927,68 pada 30 Juni 2025 (year-to-date/ytd -2,15 persen), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit pada akhir Juli, menutup bulan di 7.484,34—menguat 5,71 persen secara ytd.

Penguatan tak hanya terjadi pada indeks utama. Seluruh sektor, mulai dari teknologi, infrastruktur, hingga industrial, mencatat kenaikan kinerja pada Juli 2025. Kapitalisasi pasar bahkan menembus rekor tertinggi tiga hari berturut-turut, dengan puncaknya Rp13.701 triliun pada 29 Juli, sebelum terkoreksi tipis menjadi Rp13.492 triliun di akhir bulan.

Namun, investor non-residen masih mencatatkan net sell sebesar Rp8,34 triliun sepanjang Juli (ytd: Rp61,91 triliun). Di sisi lain, likuiditas meningkat: rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp13,42 triliun secara ytd, lebih tinggi dari posisi Juni dan melampaui rerata 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun.

OJK juga mencatat pasar obligasi menguat. Indeks pasar obligasi ICBI naik 1,17 persen pada Juli 2025, sementara yield Surat Berharga Negara (SBN) turun rata-rata 10,82 bps (ytd: -41,10 bps). Investor asing mencatatkan net buy Rp13,28 triliun di pasar SBN, dan Rp0,32 triliun di obligasi korporasi.

Industri pengelolaan investasi mencatat kenaikan Asset Under Management (AUM) menjadi Rp856,62 triliun per Juli 2025. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana juga naik 3,21 persen secara bulanan, sementara net subscription mencapai Rp14,43 triliun.

Di sektor lain, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp144,78 triliun, termasuk Rp8,49 triliun dari 16 emiten baru. Securities Crowdfunding (SCF) terus berkembang dengan dana terhimpun Rp1,64 triliun sejak diluncurkan, dan transaksi derivatif keuangan melonjak hingga Rp3.191 triliun pada Juli saja.

Selain angka-angka, ada kemajuan di sisi tata kelola. Indonesia mencatat lonjakan 9 persen pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), tertinggi di kawasan. Empat emiten masuk daftar Top 50 ASEAN, dengan dua bank berada di 10 besar. Jumlah perusahaan Indonesia dalam ASEAN Asset Class pun naik dari 9 menjadi 23.

Di sisi emiten, periode buyback tanpa RUPS mencapai 45 perusahaan dengan alokasi Rp26,52 triliun. Hingga akhir Juli, 36 emiten telah merealisasikan buyback senilai Rp3,7 triliun.

Pasar saham menjadi cermin optimisme sekaligus ujian: modal asing masih fluktuatif, dan PMI manufaktur tetap di zona kontraksi. Namun, surplus neraca perdagangan, cadangan devisa tinggi, dan aliran modal ke emerging market memberi ruang bagi ekonomi untuk bernapas lebih lega.

Jika tren ini berlanjut, semester kedua bisa jadi panggung penting bagi Indonesia—bukan hanya untuk mempertahankan momentum di pasar saham, tetapi juga membuktikan bahwa pertumbuhan berbasis kepercayaan bisa bertahan di tengah ketidakpastian global.

Berita Terbaru
Selasa, 05 Agu 2025 12:05 WIB

PHK dan Awan Gelap Kemiskinan

Dalam pusaran ekonomi global yang tidak menentu, Indonesia tengah berada di persimpangan yang genting.
Selasa, 05 Agu 2025 10:12 WIB

Sambut HUT RI ke-80, PLN Operasikan Pompa Irigasi dan Air Bersih di Ponorogo dan Probolinggo

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa
Selasa, 05 Agu 2025 10:11 WIB

Arus Barang di Pelindo Multi Terminal Tumbuh Positif pada Semester I/2025

Kinerja SPMT pada semester pertama 2025 menggeliat positif, yang menjadi pijakan menuju semester berikutnya.
Senin, 04 Agu 2025 18:18 WIB

Joint Statement RI-AS: Investasi Mengalir, Risiko Tarif Trump Mengintai

Pelaku usaha menilai hasil joint statement Indonesia-AS tidak banyak memberi dampak pada perekonomian domestik.
Senin, 04 Agu 2025 18:12 WIB

Tren Perjalanan Wisatawan Nusantara di Jatim Naik 10,15%

JATIMKINI.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat tren perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di Jatim selama Juni 2025 mencapai 18,7 juta
Senin, 04 Agu 2025 15:33 WIB

Emisi Rendah, Pemkot Surabaya Lanjutkan PLTSa Benowo

JATIMKINI.COM, Satu- satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo yang digagas Pemerintah Surabaya dan PT. Sumber Organik