x
x

Emisi Rendah, Pemkot Surabaya Lanjutkan PLTSa Benowo

JATIMKINI.COM, Satu- satunya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo yang digagas Pemerintah Surabaya dan PT. Sumber Organik beroperasi tanpa mencemari lingkungan.  Terbaru, uji kwalitas udara menunjukkan  emisi yang dihasilkan PLTSa tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Pengujian dilakukan oleh laboratorium lingkungan yang telah terakreditasi, menggunakan alat dan metode sesuai standar regulasi nasional. Hasil uji ini menepis kekhawatiran sebagian masyarakat terkait dampak lingkungan dari aktivitas pengolahan sampah di PLTSa Benowo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya Dedik Irianto menyatakan bahwa pengujian ini menjadi bukti komitmen Pemkot dalam menjaga kualitas lingkungan, sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat.

"Kami tidak hanya memastikan PLTSa Benowo berjalan efisien, tapi juga memastikan seluruh prosesnya aman bagi warga sekitar. Hasil ini membuktikan bahwa udara di sekitar PLTSa tetap bersih dan sehat," ujarnya saat meninjau PLTSa Benowo, Sabtu kemarin

PLTSa Benowo merupakan salah satu proyek pengolahan sampah menjadi energi pertama di Indonesia yang berhasil beroperasi secara konsisten. Teknologi yang digunakan mampu mengubah limbah padat kota menjadi listrik tanpa menimbulkan pencemaran udara yang membahayakan.

Dengan hasil ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat lebih tenang dan terus mendukung solusi energi berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

Rangkuman hasil pengujian kualitas udara ambien dan emisi untuk parameter debu partikulat sebagai berikut :

1.        PM2.5 (Debu Halus) di Area Sekitar Cerobong:

o          Titik buang aktif (827 meter dari cerobong): 3,9 µg/Nm³

o          Titik buang tidak aktif (448 meter): 2,8 µg/Nm³

o          Baku mutu maksimal udara ambien: 55 µg/Nm³ (PP No. 22 Tahun 2021)

Hasil menunjukkan kadar debu jauh di bawah ambang batas baku mutu.

2.        PM2.5 di Permukiman Jawar (1,2 km dari TPA Benowo):

o          Hasil pengukuran: 1,6 µg/Nm³

Lingkungan permukiman tetap aman dari paparan emisi berbahaya.

3.        Emisi Cerobong Boiler PLTSa:

o          Boiler 1: 2,0 mg/Nm³

o          Boiler 2: 3,5 mg/Nm³

o          Boiler 3: 2,5 mg/Nm³

o          Baku mutu: 120 mg/Nm³ (PermenLHK No. 15 Tahun 2019)

Semua emisi terpantau sangat rendah.

4.        Emisi Cerobong Landfill Gas (LFG):

o          LFG 1: 4,7 mg/Nm³

o          LFG 2: 1,4 mg/Nm³

o          Baku mutu: 95 mg/Nm³ (PermenLHK No. 11 Tahun 2021). (Madji )

Berita Terbaru
Senin, 04 Agu 2025 15:17 WIB

Sah!.. Ketua DPRD Kota Surabaya Bersih Dari Narkotika

JATIMKINI.COM, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, sesuai janjinya menjalani tes narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya
Minggu, 03 Agu 2025 17:14 WIB

Pertama Kali, CHJC Gelar Lomba Lari 5K di Kawasan Citra Harmoni

JATIMKINI.COM, Memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80 tahun. Citra Harmoni Joging Club ( CHJC ) menggelar lomba lari bertajuk "Fun Run 5K"
Minggu, 03 Agu 2025 14:39 WIB

Tingkatkan Nilai Jual Produk Kopi Wonosalam, UHW Perbanas Beri Pelatihan Pemasaran

JATIMKINI.COM, Komoditas kopi menjadi salah satu produk paling dinikmati mayoritas masyarakat Indonesia
Minggu, 03 Agu 2025 14:13 WIB

Terminal Batang dan Simpul Baru Logistik Nasional dari Jawa Tengah

Rampungnya KITB memperkuat terminal multipurpose di Jawa Tengah sebagai simpul logistik nasional yang murah, efisien dan kompetitif.
Minggu, 03 Agu 2025 13:41 WIB

Maraton Mini dan Mimpi Besar dari Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat

Sebanyak 1.500 anak di Surabaya mengikuti ajang maraton yang lebih fun yang juga disertai gelak tawa orang tua.
Minggu, 03 Agu 2025 13:20 WIB

Abolisi dan Amnesti Era Prabowo

Pemberian abolisi kepada Thomas Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto