<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>jatimkini.com - Independen dan Tepercaya</title>
                <atom:link href="https://jatimkini.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jatimkini.com/</link>
                <description>Indeks berita terkini dan tepercaya dari peristiwa, berita unik, politik, pemerintahan dan liputan khusus di Jawa Timur, Indonesia</description>
                <lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 14:57:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://jatimkini.com/</generator>
                <image>
                    <url>https://jatimkini.com/po-content/uploads/logo/logo-icon-jatimkini.png</url>
                    <title>jatimkini.com - Independen dan Tepercaya</title>
                    <link>https://jatimkini.com/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Kurangi Volume Sampah Organik, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Kenalkan Galon Takakura. Ini Manfaatnya]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5105-kurangi-volume-sampah-organik-mahasiswa-upn-veteran-jatim-kenalkan-galon-takakura-ini-manfaatnya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5105-kurangi-volume-sampah-organik-mahasiswa-upn-veteran-jatim-kenalkan-galon-takakura-ini-manfaatnya</guid>
                    <pubDate>Thu, 02 Jul 2026 14:57:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Guna mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis Mahasiswa UPN Vetaran Jatim kenalkan metode  galon Takakura]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Guna mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis bagi masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur yang bertugas di Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, kembali memperkenalkan metode komposter galon Takakura kepada warga di sejumlah RW&nbsp;</p>
<p>Menurut salah satu perwakilan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, Heppy Latifatun Nisa, metode Takakura memanfaatkan galon air minum bekas sebagai wadah pengolahan sampah organik. Mula-mula, sampah dapur seperti sisa sayur, buah, dan makanan dipilah, kemudian diolah di dalam komposter hingga menjadi kompos maupun pupuk organik cair (POC) yang dapat digunakan untuk tanaman di rumah, bahkan dijual sebagai tambahan penghasilan apabila diproduksi dalam jumlah lebih banyak.</p>
<p>"Pengolahan ini menggunakan alat sederhana yang bisa dibuat dari barang bekas seperti galon, sehingga siapa pun bisa membuatnya sendiri di rumah dengan biaya yang murah," terang Heppy juga bagian salah satu anggota tim KKN ini.</p>
<p>Ia menambahkan, &nbsp;bahwa metode ini dipilih karena tidak membutuhkan modal besar maupun keterampilan khusus, sehingga dapat diterapkan oleh warga dari berbagai kalangan ekonomi.</p>
<p>Bahan yang dimasukkan ke komposter terdiri atas sampah basah berupa sisa sayur dan buah. Pada bagian dasar komposter dipasang paranet yang berfungsi sebagai penyaring, kemudian dilapisi batu koral atau batu kerikil untuk membantu drainase dan sirkulasi udara. Kelembaban dijaga dengan menambahkan air cucian beras secukupnya agar bahan tidak terlalu kering. Cairan hasil dekomposisi akan mengalir melalui bagian bawah komposter yang berlubang dan ditampung pada potongan galon yang dilengkapi keran untuk memudahkan pengambilan pupuk organik cair.&nbsp;</p>
<p>Selain metode dasar lanjutnya, tim KKNT juga mengedukasi warga mengenai penggunaan maggot, larva lalat Black Soldier Fly (BSF), sebagai alternatif yang mampu mengurai sampah organik lebih cepat dan berpotensi dijual sebagai pakan ternak. Meski program tidak langsung menerapkan maggot, warga diedukasi bahwa opsi ini dapat dilakukan secara mandiri, dengan catatan pengelolaannya perlu lebih rutin karena cenderung menimbulkan bau lebih kuat.</p>
<p>Dengan adanya komposter Takakura ini kata Heppy , sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan diharapkan berkurang signifikan, lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman, serta warga yang konsisten mengelolanya berpotensi memperoleh nilai tambah ekonomi.</p>
<p>Program ini diterapkan bertahap, dimulai dari satu RT di tiap RW sebagai percontohan, sebelum dikembangkan lebih luas oleh warga secara mandiri.</p>
<p>"Harapannya, dari kegiatan sederhana ini warga bisa mulai terbiasa mengolah sampah dapur menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan setelah program KKNT selesai," pungkasnya</p>
<p><strong>Penulis </strong>: Heppy Latifatun Nisa/ Tim KKN</p>
<p>( <em>Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur </em>)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/mahasiswa-upn-veteran-jatim.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Mahasiswa UPN Veteran Jatim saat sosialisasi pada warga soal pemanfaatan  galon Takakura untuk sampah organik ( Foto : Istimewa )]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ali Topan]]></dc:creator><category><![CDATA[Sinergi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bank UMKM Jatim Raih GCG Awards 2026, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5104-bank-umkm-jatim-raih-gcg-awards-2026-perkuat-tata-kelola-dan-manajemen-risiko</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5104-bank-umkm-jatim-raih-gcg-awards-2026-perkuat-tata-kelola-dan-manajemen-risiko</guid>
                    <pubDate>Thu, 02 Jul 2026 12:59:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corpo]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM &ndash; </strong>PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Rabu (1/7/2026).</p>
<p>Penghargaan bertajuk "Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in the Effectivity of Governance Implementation and Risk Management" diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Bank UMKM Jatim menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) secara konsisten, disertai pengelolaan risiko yang efektif di tengah tantangan industri perbankan nasional.</p>
<p>Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen seluruh jajaran perusahaan dalam menjadikan prinsip-prinsip GCG sebagai fondasi utama menjalankan bisnis.</p>
<p>Menurutnya, penerapan Good Corporate Governance tidak sekadar memenuhi regulasi, tetapi telah menjadi budaya kerja yang mampu meningkatkan kepercayaan nasabah, pelaku UMKM, maupun seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>"Bagi kami, Good Corporate Governance bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan stakeholder, khususnya para nasabah dan pelaku UMKM di Jawa Timur," ujar Irwan.</p>
<p>Ia menjelaskan, implementasi GCG yang konsisten mendorong perusahaan menjaga integritas, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis.</p>
<p>Penghargaan tersebut diraih setelah melalui proses seleksi ketat terhadap 260 perusahaan di Indonesia. Tim riset Warta Ekonomi melakukan penilaian melalui metode desk research dan media monitoring berbasis bukti publik. Dari seluruh perusahaan yang dievaluasi, sekitar 78 persen dinilai memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik, termasuk Bank UMKM Jatim.</p>
<p>Irwan menegaskan, penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko menjadi faktor penting bagi industri perbankan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.</p>
<p>Menurutnya, tantangan seperti perlambatan ekonomi, tingginya suku bunga, hingga dinamika geopolitik harus diantisipasi melalui strategi bisnis yang adaptif, salah satunya dengan melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan agar tidak bergantung pada satu sektor usaha.</p>
<p>Terkait kualitas kredit, Bank UMKM Jatim mengakui rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sempat meningkat pada awal 2026 akibat melemahnya daya beli masyarakat. Namun kondisi tersebut mulai membaik menjelang akhir kuartal pertama.</p>
<p>Manajemen menargetkan rasio NPL dapat terus ditekan hingga berada di kisaran 7 persen pada akhir 2026.</p>
<p>Di sisi lain, pertumbuhan kredit Bank UMKM Jatim tetap positif dengan sektor pertanian dan industri rumahan menjadi kontributor utama pembiayaan produktif.</p>
<p>"Pertumbuhan kredit kami masih positif meski tidak setinggi tahun sebelumnya. Sektor pertanian dan industri rumahan tetap menjadi penopang utama," kata Irwan.</p>
<p>Penghargaan GCG Awards 2026 melengkapi sederet capaian Bank UMKM Jatim sepanjang tahun ini. Sebelumnya, perseroan juga meraih dua penghargaan dalam ajang The Finance Top 100 BPR 2026 yang digelar Infobank Media Group di Yogyakarta.</p>
<p>Bank UMKM Jatim masuk dalam kategori Top 100 BPR 2026 untuk kelompok BPR dengan aset di atas Rp100 miliar. Sementara Direktur Utama Irwan Eka Wijaya Arsyad dinobatkan sebagai Top 10 CEO The Finance 2026 berkat kepemimpinannya dalam menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.</p>
<p>Hingga kuartal I-2026, total aset Bank UMKM Jatim telah mencapai Rp4 triliun. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Bank UMKM Jatim sebagai salah satu BPR terbesar di Indonesia sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/bank-umkm-jatim.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad menerima penghargaan The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ali Topan]]></dc:creator><category><![CDATA[Sinergi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jamkrida Jatim Ajukan Penyertaan Modal untuk Dukung UMKM Jawa Timur]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5103-jamkrida-jatim-ajukan-penyertaan-modal-untuk-dukung-umkm-jawa-timur</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5103-jamkrida-jatim-ajukan-penyertaan-modal-untuk-dukung-umkm-jawa-timur</guid>
                    <pubDate>Wed, 01 Jul 2026 15:55:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PT Jamkrida Jawa Timur mengajukan tambahan penyertaan modal Rp100 miliar untuk meningkatkan kapasitas penjaminan kredit hingga Rp4 triliun dan memperluas akses]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM &ndash;</strong> PT Jamkrida Jawa Timur mengajukan tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna memperkuat kapasitas penjaminan kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tambahan modal tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas penjaminan hingga Rp4 triliun dan menjangkau sekitar 106 ribu UMKM di Jawa Timur.</p>
<p>Direktur Utama PT Jamkrida Jawa Timur, Untung Heri Sukariyanto, mengatakan penambahan penyertaan modal diperlukan karena kapasitas penjaminan perusahaan saat ini telah mendekati batas maksimal yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).</p>
<p>&ldquo;Tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar ini akan menambah kapasitas penjaminan kredit di Jamkrida Jatim,&rdquo; kata Untung dalam diskusi publik bertema Sinergi BUMD Jelang Penyertaan Modal PT Jamkrida Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Selasa (30/6/2026).</p>
<p>Menurut Untung, sebelumnya Jamkrida Jatim mengusulkan tambahan modal sebesar Rp300 miliar. Namun setelah melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur, nilai yang disepakati sebesar Rp100 miliar.</p>
<p>Saat ini, dengan modal yang dimiliki, Jamkrida Jatim mempunyai kapasitas penjaminan kredit sekitar Rp9 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi penjaminan telah mencapai sekitar Rp8,2 triliun atau mendekati batas maksimal operasional perusahaan.</p>
<p>&ldquo;Artinya operasional masih berjalan, tetapi ruang untuk ekspansi sudah semakin terbatas sehingga membutuhkan tambahan penyertaan modal,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, tambahan penyertaan modal Rp100 miliar akan memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjamin kredit perbankan bagi sektor UMKM. Berdasarkan ketentuan rasio penjaminan yang berlaku, tambahan modal tersebut berpotensi meningkatkan kapasitas penjaminan hingga sekitar Rp4 triliun.</p>
<p>Dampak langsung dari peningkatan kapasitas tersebut akan dirasakan oleh pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan. Saat ini rata-rata nilai kredit UMKM yang dijamin oleh Jamkrida Jatim berada pada kisaran Rp37,5 juta per pelaku usaha.</p>
<p>&ldquo;Dengan tambahan modal Rp100 miliar, diperkirakan Jamkrida dapat memperluas jangkauan penjaminan kepada sekitar 106 ribu UMKM,&rdquo; tuturnya.</p>
<p>Untung menambahkan, modal dasar PT Jamkrida Jawa Timur tercatat sebesar Rp600 miliar. Hingga saat ini penyertaan modal yang telah terealisasi mencapai Rp180 miliar sebelum adanya usulan tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar.</p>
<p>Penambahan penyertaan modal tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Melalui peningkatan kapasitas penjaminan kredit, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan dari lembaga perbankan untuk mengembangkan usaha mereka.</p>
<p>Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat sektor produktif daerah, mengingat UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur dan berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta pertumbuhan ekonomi daerah.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/jamkrida-jatim.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Direktur Utama PT Jamkrida Jawa Timur, Untung Heri Sukariyanto (kiri) dalam diskusi publik bertema Sinergi BUMD Jelang Penyertaan Modal PT Jamkrida Jawa Timur di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ali Topan]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Lewat #MSGYangBenar, Sasa Lawan Mitos Penggunaan MSG Tidak Baik Untuk Kesehatan]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5102-lewat-msgyangbenar-sasa-lawan-mitos-penggunaan-msg-tidak-baik-untuk-kesehatan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5102-lewat-msgyangbenar-sasa-lawan-mitos-penggunaan-msg-tidak-baik-untuk-kesehatan</guid>
                    <pubDate>Wed, 01 Jul 2026 08:10:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Berdasarkan data FDA dan WHO  menunjukkan natrium dalam  MSG hanya 12%, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40%]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Berdasarkan data dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organization (WHO) menunjukkan natrium dalam Monosodium Glutamat (MSG) hanya 12%, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40%.&nbsp;</p>
<p>&lrm;&lrm;Disisi lain, Journal of Food Science mengungkapkan, bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat memotong kebutuhan asupan garam dapur hingga 30% sekaligus meningkatkan penerimaan rasa (palatability) secara keseluruhan.&nbsp;</p>
<p>&lrm;&lrm;Artinya, MSG berbahan alami dari fermentasi tebu ini adalah partner terbaik untuk diet sehat rendah gula dan garam tanpa mengorbankan kelezatan masakan.</p>
<p>&lrm;&lrm;Walaupun hasil penelitian penggunaan MSG baik untuk kesehatan. Akan tetapi, masyarakat masih percaya dengan mitos bahwa penggunaan MSG akan mengganggu kesehatan walaupun tanpa landasan ilmiah.&nbsp;</p>
<p>&lrm;&lrm;Untuk memahami soal MSG yang dianggap sebagai kambing hitam dalam kesehatan bagi manusia. Perusahaan bumbu makanan di Indonesia PT Sasa Inti lakukan kampanye bertajuk #MSGYangBenar, &ldquo;MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos&rdquo; di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6)2026)</p>
<p>&lrm;&lrm;Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata secara tegas mengatakan, melalui kampanye ini pihaknya, memberi edukasi bahwa penggunaan MSG secara benar bisa sehat dan lezat, sekaligus menjadi solusi cerdas memotong asupan gula dan garam.</p>
<p>&lrm;&lrm;"Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat. Mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang MSG itu seringkali keliru dan salah kaprah. Pada momen ini, kami ingin mengedukasi masyarakat terkait penggunaan #MSGYangBenar dengan mematahkan mitos-mitos MSG yang ada, untuk mendukung edukasi ini," ujar Albert</p>
<p>&lrm;&lrm;Albert menyebutkan, fakta membuktikan keamanan penggunaan MSG tidak perlu dipertanyakan lagi pihaknya, telah hadir di Indonesia selama lebih dari 50 tahun melezatkan dapur masyarakat</p>
<p>&lrm;&lrm;Sementara dalam kampanye tahun ini, Albert menjelaskan, pihaknya melakukan kolaborasi dengan para pedagang kaki lima (hawkers) Nasi Goreng legendaris di Surabaya. Para pedagang ini akan memberi pengalaman berjualan selama puluhan tahun menjadi bukti nyata bahwa MSG aman dan esensial dalam menjaga konsistensi rasa lintas generasi.</p>
<p>&lrm;&lrm;"Faktanya, dalam kolaborasi ini, para pedagang berhasil memangkas penggunaan gula dan garam secara signifikan dengan menggunakan Sasa MSG tanpa kehilangan rasa gurih ikonik sajian mereka," jelasnya</p>
<p>&lrm;&lrm;Sekedar informasi pelaksanan kampanye #MSGYangBenar yang berlangsung di Alun-Alun Kota Surabaya langsung menghadirkan panelis ahli yang dipandu oleh Indra Herlambang, yaitu Reisa Broto Asmoro (Health Experts), Mochamad Rizal, S.Gz, MS, Dietisien (Health Experts), Chef Martin Praja, serta ikon kuliner Surabaya Bu Rudy..</p>
<p>&lrm;&lrm;Dalam kampanye ini yang digelar PT. Sasa Inti terbuka untuk umum secara gratis. Disisi lain para pengunjung bisa menyaksikan cooking demo, dan mengikuti taste-test langsung demi membuktikan bahwa pola konsumsi tepat bersama Sasa #MSGYangBenar adalah jawaban untuk hidup yang lebih sehat dan tetap lezat.</p>
<p>&lrm;</p>
<p>&lrm;</p>
<p>&lrm;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/sasa.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[PT Sasa Inti menggelar kampanye  #MSGYangBenar, “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, ( Foto : Istimewa )]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ali Topan]]></dc:creator><category><![CDATA[Lifestyle]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bidik Penjualan Rp447 Miliar di 2026, Langgeng Makmur Waspadai Konflik Geopolitik hingga Kurs Rupiah]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5101-bidik-penjualan-rp447-miliar-di-2026-langgeng-makmur-waspadai-konflik-geopolitik-hingga-kurs-rupiah</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5101-bidik-penjualan-rp447-miliar-di-2026-langgeng-makmur-waspadai-konflik-geopolitik-hingga-kurs-rupiah</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 21:35:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIMKINI.COM, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) mematok target penjualan 2026 sebesar Rp447 miliar. Meski turun dibanding realisasi 2025, manajemen]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) mematok target penjualan 2026 sebesar Rp447 miliar. Meski turun dibanding realisasi 2025, manajemen menyebut masih berupaya untuk bisa tumbuh di tengah sejumlah tantangan usaha.</p>
<p>"Proyeksi 2026 Rp447 miliar atau turun dibanding 2025. Tapi kami usahakan untuk bisa tumbuh," ujar Direktur Langgeng Makmur, Kosasih Koenawan dalam Paparan Publik 2026 di Sidoarjo, Selasa (30/6/2026).</p>
<p><strong>Kinerja 2025: Domestik Turun, Ekspor Melesat</strong></p>
<p>Pada 2025, LMPI membukukan penjualan Rp472 miliar, turun Rp49 miliar atau 9,51% dibandingkan penjualan 2024 sebesar Rp521 miliar.</p>
<p>Penjualan domestik turun Rp51 miliar atau 9,74% dari Rp519 miliar pada 2024 menjadi Rp469 miliar pada 2025. Divisi peralatan dapur aluminium mencatat penjualan Rp238 miliar, turun Rp19 miliar atau 7,24%.</p>
<p>Divisi peralatan rumah tangga plastik membukukan Rp96 miliar, turun Rp18 miliar atau 15,67%. Divisi pipa, fitting dan profil turun 10,54% dari Rp144 miliar di 2024 menjadi Rp129 miliar di 2025.</p>
<p>Sebaliknya, penjualan ekspor melonjak 42,44% dari US$0,144 juta pada 2024 menjadi US$0,190 juta pada 2025. Tujuan utama ekspor adalah negara-negara Asia termasuk Timur Tengah dan Australia.</p>
<p>Hingga kuartal I/2026, penjualan bersih tercatat Rp69 miliar. Divisi peralatan dapur aluminium dan peralatan rumah tangga plastik menyumbang Rp26 miliar dan Rp20 miliar, atau 67% dari total penjualan.</p>
<p><strong>Dihantam 3 Risiko Usaha: Geopolitik, Kurs, Persaingan Plastik</strong></p>
<p>Dalam paparannya, LMPI membeberkan 3 risiko usaha utama yang membayangi target 2026.</p>
<p><em>Pertama</em>, dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan penutupan jalur logistik di Selat Hormuz. Hal ini menyebabkan gangguan pasokan dan harga minyak bumi internasional yang sangat berfluktuasi serta mempengaruhi harga pokok bahan dasar produksi plastik dan pipa fitting. Manajemen menyebut risiko ini berlaku untuk seluruh pemain di industri.</p>
<p><em>Kedua</em>, perlemahan kurs Rupiah terhadap USD, yang menekan biaya bahan baku impor. <em>Ketiga</em>, persaingan di bidang produk plastik yang makin ketat.</p>
<p><strong>Prospek Masih Besar: Proyek Infrastruktur & Pasar Ekspor Asia</strong></p>
<p>Meski dibayangi risiko, LMPI melihat prospek usaha tetap besar. Potensi pasar domestik tumbuh seiring pertumbuhan penduduk, khususnya untuk alat masak aluminium dengan lapisan anti lengket yang dilengkapi desain dan variasi menarik.</p>
<p>Potensi pasar produk PVC dan PE juga sangat besar, terutama dari proyek infrastruktur pemerintah untuk air minum dan saluran irigasi ke sawah. Selain itu ada permintaan pipa dari masyarakat untuk saluran air rumah dan perusahaan swasta untuk industri maupun proyek swasta. Untuk pasar ekspor, LMPI membidik potensi besar di kawasan Asia.&nbsp;</p>
<p>Adapun 8 strategi perseroan menghadapi tantangan dan mengejar target. Di antaranya, <em>continuous improvement</em> di semua divisi, efisiensi di semua lini perusahaan untuk meningkatkan competitive advantage, dan meningkatkan sarana dan prasarana produksi.</p>
<p>Selain itu juga menjaga kualitas mulai proses produksi hingga produk jadi, optimalisasi aset dan pengembangan pelanggan strategis, inovasi dan diversifikasi produk untuk pengembangan pasar, meningkatkan komunikasi dengan pelanggan untuk menjaring perubahan selera konsumen serta perbaikan mutu berkesinambungan, serta menjalin kerjasama dengan pelanggan potensial di sektor industri.</p>
<p>"Manajemen optimistis potensi meningkatkan penjualan ke depan masih sangat besar, dengan harapan perbaikan ekonomi nasional dapat meningkatkan konsumsi masyarakat," tambah Corporate Secretary Langgeng Makmur, Henri Subiyanto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/1001782655.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Direktur LMPI Kosasih Koenawan (kanan) dan Corporate Secretary LMPI Henri Subiyanto (kiri) usai RUPS dan paparan publik, Selasa (30/6/2026). Foto : Peni Widarti]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Peni Widarti]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[FGD Pola Hidup Sehat : Wagub Emil Sebut Kebijakan Harus Seimbangkan Ekonomi Kafe dengan Gaya Hidup Sehat Warga]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5100-fgd-pola-hidup-sehat-wagub-emil-sebut-kebijakan-harus-seimbangkan-ekonomi-kafe-dengan-gaya-hidup-sehat-warga</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5100-fgd-pola-hidup-sehat-wagub-emil-sebut-kebijakan-harus-seimbangkan-ekonomi-kafe-dengan-gaya-hidup-sehat-warga</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 19:27:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIMKINI.COM, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kebijakan kesehatan di Jatim tidak boleh hanya teknokratis, tapi harus memperhatikan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan kebijakan kesehatan di Jatim tidak boleh hanya teknokratis, tapi harus memperhatikan realitas lapangan termasuk tren nongkrong dan work from cafe yang kini jadi gaya hidup baru.&nbsp;</p>
<p>Hal itu disampaikan Emil saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pola Hidup Sehat dan Perilaku Konsumsi Masyarakat Jawa Timur yang digelar Yayasan Generasi Inovatif dan Tunas Unggul (Yagitu) di Surabaya, Selasa (30/6/2026). FGD ini menindaklanjuti riset Yayasan Generasi Inovatif dan Tunas Unggul (Yagitu) terhadap 437 responden di Jatim.&nbsp;</p>
<p>"Kita ingin riset ini bukan menjadi produk yang hanya disusun secara teknokratik, tetapi juga memperhatikan realitas di lapangan. Karena itu kita libatkan pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar implementatif," kata Emil dalam sambutannya di FGD.&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, dalam membuat kebijakan kesehatan harus mencari keseimbangan antara produktivitas ekonomi yang menyediakan lapangan kerja dan bagaimana menjaga kesehatan masyarakat.&nbsp;</p>
<p><strong>Kafe Tumbuh, Tapi Konsumsi Gula Tinggi&nbsp;</strong></p>
<p>Emil menilai tantangan terbesar saat ini adalah mencari titik temu antara pertumbuhan ekonomi melalui dunia usaha dengan perlindungan kesehatan masyarakat.&nbsp;</p>
<p>"Kita harus mencari titik temu antara pertumbuhan ekonomi melalui dunia usaha dengan perlindungan kesehatan masyarakat. Tidak ada solusi yang bisa sekadar disalin dari negara lain karena kita juga harus memperhatikan kearifan lokal," ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Ia menyoroti penyakit tidak menular akibat gaya hidup kini jadi tantangan besar pasca pandemi Covid-19.&nbsp;</p>
<p>"Persoalannya bukan hanya apa yang dikonsumsi, tetapi juga gaya hidup. Sedentary lifestyle, kurang bergerak, hingga kebiasaan menggunakan gawai menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko penyakit tidak menular," tegas Emil.&nbsp;</p>
<p>Untuk itu, Emil mendorong agar dimulai dari pengetahuan menuju perilaku. Bagaimana masyarakat masing-masing memahami kesehatan dirinya. &nbsp;</p>
<p>"Bahwa apa yang dikonsumsi dan dampaknya kepada dirinya, dan sejauh mana dampak itu akan berubah. Kalau konsumsinya ekstrem, seperti telur pun bisa bikin bisul kalau berlebihan walaupun itu protein yang bagus," tutupnya.&nbsp;</p>
<p><strong>Gap Niat dan Eksekusi Hidup Sehat&nbsp;</strong></p>
<p>Sekretaris Yagitu, Nuryadi, memaparkan hasil riset yang menjadi dasar FGD. Menurutnya, anak muda adalah sumber daya pembangunan dan Generasi Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa kondisi anak muda yang sehat.&nbsp;</p>
<p>"Karena semuanya berawal dari kesehatan, baru kecerdasan dan aspek lainnya bisa mengikuti," ujar Nuryadi.&nbsp;</p>
<p>Riset menemukan masyarakat sebenarnya paham pentingnya pola hidup sehat. Namun ada kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik.&nbsp;</p>
<p>"Gap terbesar ada pada niat dan eksekusi. Mereka tahu pentingnya hidup sehat, tetapi terkendala konsistensi, keterbatasan waktu, biaya, serta lingkungan sosial yang belum mendukung," katanya.&nbsp;</p>
<p>Fakta lain, budaya nongkrong dan tren work from cafe membentuk pola konsumsi baru. Sebanyak 56% responden mengaku lebih sering mengonsumsi makanan dan minuman olahan di kafe, kedai maupun warung. Minuman paling banyak dikonsumsi adalah teh dan kopi.&nbsp;</p>
<p>"Fenomena ini sebenarnya baik dari sisi ekonomi karena mendorong tumbuhnya usaha. Namun, di sisi lain kita juga melihat tempat-tempat tersebut menjadi lokasi konsumsi gula yang cukup tinggi. Tantangannya bagaimana ekonomi tetap tumbuh, tetapi masyarakat juga tetap sehat," jelas Nuryadi.&nbsp;</p>
<p>Riset juga mencatat 41,2% responden mengonsumsi makanan dan minuman manis karena menikmati rasanya, 23,1% sebagai penambah energi, dan 14,9% karena faktor budaya serta kebiasaan.&nbsp;</p>
<p>Harapan terbesar masyarakat ke pemerintah: memperkuat edukasi dan kampanye hidup sehat 33%, memperbanyak fasilitas olahraga publik 20,8%, serta mempermudah akses terhadap pangan sehat.&nbsp;</p>
<p><strong>Arah Kebijakan: Intervensi di Kafe dan Warung&nbsp;</strong></p>
<p>Koordinator Litbang Brida Jatim, Wiwik Winarsih, mengapresiasi riset Yagitu karena memotret kesenjangan pemahaman dengan praktik hidup sehat.&nbsp;</p>
<p>"Saya yakin hasil penelitian ini bisa menjadi bahan edukasi bagi masyarakat sehingga mereka tahu di titik mana harus mulai memperbaiki pola hidupnya," ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Wiwik mengingatkan prevalensi obesitas, diabetes, hipertensi hingga penyakit ginjal kini makin banyak di usia muda.&nbsp;</p>
<p>"Kita menghadapi beban ganda, mulai stunting, obesitas hingga kekurangan zat gizi mikro. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama," tegasnya.&nbsp;</p>
<p>Akademisi UINSA Surabaya, Irfan, mendorong edukasi kesehatan bergeser dari normatif ke perubahan perilaku yang praktis.&nbsp;</p>
<p>"Masyarakat sebenarnya sudah tahu gula berlebihan itu tidak baik. Yang mereka butuhkan adalah panduan praktis, misalnya memilih minuman less sugar, mengganti satu minuman manis setiap hari dengan air putih, atau membiasakan membaca label kandungan gula," katanya.&nbsp;</p>
<p>Irfan menyebut warung, kedai, minimarket dan kafe adalah ruang strategis untuk membangun perilaku hidup sehat.&nbsp;</p>
<p>"Misalnya menyediakan pilihan menu rendah gula sebagai menu utama atau memberikan insentif bagi pelaku usaha yang menyediakan produk lebih sehat," ujarnya.&nbsp;</p>
<p>Melalui FGD tersebut, Yagitu berharap hasil penelitian jadi dasar rekomendasi kebijakan yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup sehat tanpa mengabaikan pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202607/1001782636.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Wagub Jatim Emil Dardak saat memberi sambutan dalam FGD Pola Hidup Sehat di Surabaya. Foto : Peni Widarti]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Peni Widarti]]></dc:creator><category><![CDATA[Lifestyle]]></category><category><![CDATA[Olahraga]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jaga Habitat Tukik, PLN NP Lestarikan Kawasan Pesisir Selatan Jawa]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5098-jaga-habitat-tukik-pln-np-lestarikan-kawasan-pesisir-selatan-jawa</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5098-jaga-habitat-tukik-pln-np-lestarikan-kawasan-pesisir-selatan-jawa</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 18:01:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[PLN Nusantara Power komitmen menjaga kelestarian habitat pesisir dengan merawat dan menjaga habitat penyu di Kabupaten Blitar.]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Menjaga dan merawat anak penyu bukan pekerjaan mudah. Ancaman predator alami, kerusakan habitat, perubahan iklim, hingga aktivitas manusia menjadi tantangan setiap musim bertelur.&nbsp;</p>
<p>Namun demikian, PLN Nusantara Power berusaha menjaga kelestarian tukik atau anak penyu untuk terus berkembang. Kali ini PLN Nusantara Power merangkul relawan Konservasi Penyu Segoro Lestari untuk melindungi anak penyu di Pantai Serang, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Melalui Unit Pembangkitan (UP) Brantas, PLN Nusantara Power telah menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sejak 2024. Bantuan itu meliputi bak inkubasi telur penyu, kolam karantina tukik, tribun edukasi, rumah singgah, hingga sarana penunjang edukasi.</p>
<p>Bantuan lain meliputi proyektor, speaker, telepon genggam, dan perlengkapan kegiatan konservasi. PLN NP juga memberikan pelatihan ecobatik untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi.</p>
<p>&ldquo;Setiap tukik yang menetas dan kembali ke laut membawa harapan bagi keberlangsungan ekosistem. Karena itu, PLN Nusantara Power tidak ingin numpan lewat,&rdquo; kata Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah.</p>
<p>Pihaknya mendukung keberlanjutan lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia, dengan kolaborasi bersama komunitas maupun masyarakat lokal.</p>
<p>Menurut Ruly, komitmen perusahaan sejalan dengan semangat para relawan. &ldquo;Relawan rutin menjaga telur penyu, memantau penetasan, hingga mengedukasi pengunjung ke kawasan konservasi,&rdquo; ujar Ruly.</p>
<p>Belum lama ini PLN NP UP Brantas menyerahkan secara simbolis sejumlah sarana konservasi kepada Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar.</p>
<p>Ketua Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Sardi menilai dukungan PLN NP memberikan energi baru bagi para relawan dalam menjalankan misi pelestarian.</p>
<p>&ldquo;Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang terus diberikan kepada kelompok konservasi. Bantuan ini sangat membantu dalam menghadapi musim penyu bertelur,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Humas dan Publikasi Kelompok Konservasi Penyu Segoro Lestari, Impron Rosadi, menjelaskan bahwa konservasi yang mereka lakukan tidak hanya berfokus pada penyelamatan telur penyu dan pelepasliaran tukik, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202606/pelepasan-tukik.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Wisatawanasing turut melepas tukik di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. (Foto: dok.PLN NP)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Rochman Arief]]></dc:creator><category><![CDATA[Nusantara]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Suparma Kebut Target Penjualan Rp3 Triliun di 2026, Begini Strateginya! ]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5099-suparma-kebut-target-penjualan-rp3-triliun-di-2026-begini-strateginya</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5099-suparma-kebut-target-penjualan-rp3-triliun-di-2026-begini-strateginya</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 17:56:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIMKINI.COM, Emiten tisu dan kertas, PT Suparma Tbk (SPMA) tengah mengejar target penjualan 2026 sebesar Rp3 triliun melalui sejumlah startegi. 
Direktur ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Emiten tisu dan kertas, PT Suparma Tbk (SPMA) tengah mengejar target penjualan 2026 sebesar Rp3 triliun melalui sejumlah startegi.&nbsp;</p>
<p>Direktur Suparma, Hendro Luhur menjelaskan, tahun ini perseroan memproyeksikan penjualan bersih bisa tumbuh 7,1 % dibanding target penjualan 2025 yakni diharapkan bisa mencapai Rp3 triliun.&nbsp;</p>
<p>"Per 5 bulan 2026 (Januari - Mei), penjualan bersih kita sudah tercapai Rp1,17 triliun atau 39,1%&nbsp; dari target," katanya siaran pers RUPS, Selasa (30/6/2026).&nbsp;</p>
<p>Secara kuantitas, lanjut Hendro, penjualan kertas periode 5 bulan 2026 sebesar 92.960 MT atau 36,5 % dari target kuantitas 2026 sebesar 255.000 MT. Target kuantitas ini 6,3 % lebih tinggi dari target kuantitas penjualan kertas 2025.&nbsp;</p>
<p>Hasil produksi kertas 5 bulan 2026 tercatat 97.994 MT atau 39,2% dari target produksi kertas 2026 sebesar 250.000 MT. &nbsp;</p>
<p>"Target produksi ini tumbuh 10,7% dari target produksi kertas 2025," tambahnya.&nbsp;</p>
<p>Guna meningkatkan kapasitas produksi di masa depan, Suparma menganggarkan belanja modal setara US$23 juta untuk proyek Mesin Kertas No.11 (MK 11) pada 2024. &nbsp;</p>
<p>Anggaran mencakup mesin kertas utama beserta perlengkapan, suku cadang, bangunan dan prasarana. MK 11 diharapkan tambah kapasitas terpasang 27.000 MT.&nbsp;</p>
<p>Pada 6 Februari 2025, Suparma juga menandatangani kontrak pembelian mesin utama PM 11 dengan supplier dari Finlandia senilai EUR 6,35 juta. Pendanaan proyek pakai internal kas US$6 juta, sisanya US$17 juta dari fasilitas kredit investasi bank rekanan.&nbsp;</p>
<p>"MK 11 direncanakan produksi komersial pada triwulan keempat 2026," tambah Hendro.&nbsp;</p>
<p>Dalam mencapai target kinerja tahunan, Suparma menggunakan 4 strategi di antaranya memperkuat struktur permodalan untuk permudah pendanaan, distribusi laba tanpa membebani keuangan, menambah jumlah saham beredar agar likuiditas naik, dan secara teoritis menurunkan harga saham agar investor modal terbatas bisa masuk.&nbsp;</p>
<p>Dalam RUPS 30 Juni 2026 ini, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen tunai meski laba komprehensif tahun berjalan 2025 naik 1,6 % menjadi Rp104,8 miliar dibanding 2024.&nbsp;</p>
<p>Setelah dikurangi pembentukan dana cadangan wajib Rp20 miliar, sisa laba komprehensif dipakai untuk memperkuat struktur permodalan, pengembangan usaha, dan investasi.&nbsp;</p>
<p>Fokus investasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mesin Refuse Derived Fuel (RDF), bangunan dan mesin pendukung Mesin Kertas No. 11, serta meningkatkan kualitas mesin de-inking, mesin cetak, instrumen analitik Quality Assurance (QA), dan bangunan kantor.&nbsp;</p>
<p>Sebagai ganti dividen tunai, Suparma membagikan dividen saham dari kapitalisasi saldo laba sebanyak-banyaknya Rp492.038.092.000 yang terbagi atas sebanyak-banyaknya 1.230.095.230 lembar saham.&nbsp;</p>
<p>Rasio pembagian 100 : 30, yaitu setiap 100 saham lama dengan nilai nominal Rp400 per lembar saham, akan memperoleh 30 saham baru dengan nilai nominal Rp400.&nbsp;</p>
<p>Adapun pada 2025, Suparma mencatat penjualan bersih Rp2,74 triliun, tumbuh 0,41 % YoY. Pertumbuhan didorong naiknya kuantitas penjualan 2,5 % menjadi 235.100 MT. Produk Kraft dan Duplex menyumbang pertumbuhan kuantitas masing-masing 5,5% dan 1,5%.</p>
<p>Beban pokok penjualan turun tipis 0,45% dibanding 2024. Kombinasi penurunan beban pokok dan kenaikan penjualan membuat laba kotor naik 5,23% dari Rp412,8 miliar di 2024 menjadi Rp434,4 miliar di 2025. Marjin laba kotor naik jadi 15,9% dari sebelumnya 15,1%.</p>
<p>Sepanjang 2025, beban operasional naik: beban penjualan 1,5% dan beban umum-administrasi 12,2%. Beban gaji dan upah di beban penjualan naik 5,9% sedangkan di beban umum-administrasi naik 9,6%.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202606/1001782621.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Jajaran direksi PT Suparma Tbk usai menggelar RUPS. Foto : Suparma]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Peni Widarti]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[SIG Berdayakan 36 UMKM di Desa Glondonggede - Tuban]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5097-sig-berdayakan-36-umkm-di-desa-glondonggede-tuban</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5097-sig-berdayakan-36-umkm-di-desa-glondonggede-tuban</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 12:32:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JATIMKINI.COM, Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus menunjukkan hasil nyata. 
Melalui ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Komitmen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus menunjukkan hasil nyata.&nbsp;</p>
<p>Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SIG berhasil menumbuhkan 36 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban.</p>
<p>Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten setiap tahun, dengan 16 UMKM terbentuk pada 2022, 15 UMKM pada 2023, serta tambahan lima UMKM pada periode 2024&ndash;2025.</p>
<p>Program ini menjadi bagian dari strategi SIG dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.</p>
<p>Program pemberdayaan yang dijalankan SIG mengusung pendekatan end-to-end, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan sarana produksi, hingga pendampingan pemasaran. Hal ini sejalan dengan arah keberlanjutan SIG yang menempatkan aspek sosial sebagai bagian integral dari pertumbuhan bisnis berkelanjutan.</p>
<p>Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam memperkuat ekonomi lokal.</p>
<p>&ldquo;SIG percaya bahwa keberhasilan Perusahaan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program pemberdayaan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk memastikan masyarakat sekitar dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing,&rdquo; ujar Vita Mahreyni.</p>
<p>Dampak program ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu pelaku UMKM, Kusmiyatun, pengusaha olahan ikan asap, mengungkapkan bahwa dukungan SIG meningkatkan kualitas usahanya. &ldquo;Sekarang tempat usaha lebih nyaman dan penghasilan meningkat,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Hasil pendampingan yang dilakukan SIG juga berhasil memperluas pasar. Produk makanan ringan yang dikembangkan masyarakat kini telah masuk ke toko modern dan pusat oleh-oleh di Tuban, dengan omzet mencapai jutaan rupiah per bulan serta membuka lapangan kerja baru.</p>
<p>Keberhasilan ini mempertegas peran SIG sebagai perusahaan solusi bahan bangunan yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pembangunan ekonomi inklusif.</p>
<p>Sebagai BUMN yang memiliki jaringan operasional luas di Indonesia, SIG secara konsisten mengintegrasikan program sosial ke dalam strategi pertumbuhan berkelanjutan perusahaan.</p>
<p>Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat ekosistem ekonomi desa. Desa Glondonggede pun diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis potensi lokal yang berkelanjutan di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202606/umkm-sig-tuban.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[SIG berhasil menumbuhkan 36 pelaku UMKM di Desa Glondonggede, Tuban. Foto : SIG]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Peni Widarti]]></dc:creator><category><![CDATA[Sinergi]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[PCNU Surabaya : Sampaikan Aspirasi Denga Cara Damai dan Bermartabat]]></title>
                    <link>https://jatimkini.com/news-5096-pcnu-surabaya-sampaikan-aspirasi-denga-cara-damai-dan-bermartabat</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimkini.com/news-5096-pcnu-surabaya-sampaikan-aspirasi-denga-cara-damai-dan-bermartabat</guid>
                    <pubDate>Tue, 30 Jun 2026 11:50:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyampaikan pernyataan sikap terkait demo mahasiswa yang berujung pada tindakan anarkis]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JATIMKINI.COM</strong>, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menyampaikan pernyataan sikap terkait demo mahasiswa yang berujung pada tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum. Sikap mahasiswa jauh dari etika dan moral sebagai kaum intelektual.<br />&nbsp;<br />Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, menyatakan, bahwa Nahdlatul Ulama menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sebagai hak konstitusional setiap warga negara. Namun, hak tersebut harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, bermartabat, dan tetap berada dalam koridor hukum. Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi kepada pemerintah.<br />&nbsp;<br />Kebebasan berpendapat itu dijamin oleh konstitusi dan menjadi salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa dan berneegara. Meski begitu kebebasan tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran untuk melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum. Demonstrasi yang berakhir dengan aksi kekerasan, perusakan gedung pemerintahan, maupun penghancuran fasilitas publik justru mencederai substansi demokrasi itu sendiri.<br />&nbsp;<br />"PCNU Kota Surabaya menegaskan bahwa menyampaikan aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung etika, serta menghormati hak masyarakat lainnya untuk hidup aman, tertib, dan damai," ujarnya&nbsp;<br />&nbsp;<br />Pri yang akrab disapa Gus Duki ini menyampaikan, segala bentuk tindakan anarkis, termasuk perusakan Gedung Grahadi maupun berbagai fasilitas umum lainnya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, fasilitas publik merupakan aset bersama yang dibangun menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak dan uang rakyat.<br />&nbsp;<br />Karena itu, tindakan merusak fasilitas umum bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan masyarakat luas yang setiap hari memanfaatkan sarana tersebut.<br />&nbsp;<br />"Gedung Grahadi maupun fasilitas umum lainnya dibangun dan dipelihara menggunakan uang rakyat. Ketika ada yang merusaknya, sesungguhnya yang dirugikan bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Merusak fasilitas publik sama saja dengan merusak hasil gotong royong bangsa ini," ujarnya.<br />&nbsp;<br />Masduki Toha menambahkan, Nahdlatul Ulama sejak didirikan oleh para ulama selalu mengajarkan perjuangan yang berlandaskan akhlakul karimah, kebijaksanaan (hikmah), dialog, musyawarah, serta semangat menjaga kemaslahatan umat. Dalam tradisi NU, menyampaikan kritik kepada pemerintah merupakan hal yang diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang santun, argumentatif, dan tidak menimbulkan kerusakan.&nbsp;<br />&nbsp;<br />Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi permusuhan, kebencian, ataupun tindakan destruktif yang merusak persatuan bangsa.<br />&nbsp;<br />"Nahdlatul Ulama mengajarkan perjuangan dengan akhlak, bukan dengan amarah. Mengajarkan dialog, bukan kekerasan. Mengedepankan musyawarah, bukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Karena itu, setiap aspirasi hendaknya disampaikan secara damai, santun, dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.<br />&nbsp;<br />Lebih lanjut Gus Duki mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang menginginkan terjadinya konflik sosial maupun tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Menurut Masduki Toha, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.<br />&nbsp;<br />Untuk itu Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, generasi muda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, dan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok maupun golongan.<br />&nbsp;<br />"Surabaya adalah kota perjuangan yang dibangun di atas semangat persatuan dan gotong royong. Jangan biarkan tindakan anarkis merusak nilai-nilai luhur tersebut. Mari kita jadikan demokrasi sebagai ruang untuk berdialog dan mencari solusi bersama, bukan ruang untuk saling merusak ataupun menyebarkan kebencian," ujarnya&nbsp;<br />&nbsp;<br />Lebih lanjut Gus Duki menuturkan, PCNU Kota Surabaya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun seluruh warga untuk terus membangun komunikasi yang baik, membuka ruang dialog, serta menyelesaikan berbagai persoalan melalui jalan musyawarah.<br />&nbsp;<br />"Bangsa Indonesia memiliki budaya luhur dalam menyelesaikan persoalan melalui mufakat. Semangat tersebut harus terus dijaga agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, harmonis, dan penuh kemaslahatan" ungkapnya.<br />&nbsp;<br />Mantan Wakil ketua DPRD Surabaya itu menegaskan, NU sebagai organisasi keagamaan yang berkomitmen menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, PCNU Kota Surabaya akan terus mengajak masyarakat untuk menebarkan kedamaian, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah sebagai fondasi membangun bangsa.<br />&nbsp;<br />"Demokrasi yang sehat harus berjalan seiring dengan penghormatan kepada terhadap hukum, etika, dan kepentingan masyarakat luas", pungkasnya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimkini.com/po-content/uploads/202606/nu.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua PCNU Kota Surabaya, H. Ir. Masduki Toha, menyatakan, bahwa Nahdlatul Ulama menghormati kebebasan menyampaikan pendapat sebagai hak konstitusional setiap warga negara ( Foto : Soemadji )]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Ali Topan]]></dc:creator><category><![CDATA[Polhukam]]></category></item></channel></rss>