x
x

Pamer Lukisan Abstrak di Galeri Merah Putih

JATIMKINI.COM, ‎Di tengah gemuruh seni rupa yang kerap memanjakan mata dengan bentuk-bentuk yang mudah dikenali, seni lukis abstrak tampil dengan kesunyian yang menantang. Genre ini bukan pilihan populer, namun justru di sanalah letak keberaniannya. Dalam dunia yang serba instan dan visual yang seragam, para perupa abstrak seperti berenang melawan arus. Menolak tunduk pada bentuk, tetapi menyelam lebih dalam pada makna.

‎Seni lukis abstrak bukan sekadar tentang goresan tanpa objek melainkan tentang ekspresi yang merdeka dari batas-batas realitas visual. Dibutuhkan lebih dari sekadar keterampilan melukis untuk mengolahnya.

‎Ia menuntut penguasaan teknik yang tinggi, pemahaman bahan yang mendalam serta imajinasi liar yang sanggup menjebol kotak-kotak pakem konvensional. Abstraksi adalah wilayah di mana emosi, intuisi dan gagasan bertemu dalam kanvas yang menolak menjadi jelas.

‎Keunikan lukisan abstrak terletak pada kekuatannya dalam menyampaikan rasa, bukan rupa. Ia membebaskan penikmatnya dari interpretasi tunggal. Setiap mata bisa melihat makna berbeda, setiap hati bisa membaca narasi yang tak terucap. Namun di balik keunikannya, seni abstrak menyimpan tantangan besar, tidak semua orang siap berdialog dengannya. Dibutuhkan keberanian untuk tidak sekadar ‘melihat’ tetapi ‘merasakan’.

‎Inilah yang diusung oleh enam perupa dari berbagai daerah di Jawa Timur dalam pameran bertajuk “Tak Kasat Mata”. Bertempat di Galeri Merah Putih, Komplek Balai Pemuda Surabaya. Pameran berlangsung dari Sabtu, 5 Juli hingga Kamis, 10 Juli 2025.

Di balik kanvas yang terbentang, mereka menganyam inspirasi tanpa batas, menyuguhkan total 12 karya yang menggoda mata sekaligus menggugah jiwa.

‎Para perupa tersebut adalah Ekotomo dari Jombang, Guntur Sasono (Ponorogo), Prabowo dari Pacitan, Istiyono (Nganjuk), serta dua perupa dari Kediri, Miftahul Mufid dan Sutikno. Mereka semua bukan nama baru dalam dunia seni rupa. Perjalanan panjang dan eksplorasi berbagai gaya dari realisme, surealisme, hingga abstraksi menjadi bekal penting dalam menciptakan karya yang tak sekadar elok tetapi juga sarat makna.

‎Salah satu lukisan menceritakan tentang orang-orangan sawah simbol keheningan dan penjaga kesunyian ladang. Ada pula yang mengangkat tema "sangkan paraning dumadi", sebuah refleksi tentang asal usul manusia dan tujuan akhir kehidupan.

‎Beberapa karya lain menelusuri perjalanan spiritual manusia, dari fase kelahiran, pencarian, hingga pencerahan. Semua narasi itu dituturkan melalui garis, warna dan ruang tanpa bentuk yang pasti namun justru menguatkan.

‎Pameran “Tak Kasat Mata” bukan hanya pertunjukan visual. Ia adalah dialog batin, perjalanan personal, bahkan mungkin ruang meditasi bagi siapa pun yang bersedia membuka hati. Melalui goresan abstrak, para perupa mengajak kita masuk ke dalam dimensi rasa yang lebih dalam dari sekadar wujud kasat mata.

‎“Seni abstrak hadir bukan sekadar sebagai gaya melainkan gerakan pemikiran yang mendobrak batas-batas seni tradisional,” ujar Agus “Koecink” Sukamto, penulis dan pengamat seni rupa, dalam catatannya.

‎Pameran ini menjadi penanda penting, bahwa seni abstrak masih terus tumbuh dan menyapa, bahkan di tengah derasnya kebutuhan akan kejelasan dan bentuk. Ia mengajarkan kita satu hal, bahwa keindahan tidak selalu harus terlihat jelas. Kadang, yang paling indah justru yang tak kasat mata.

‎Datanglah dan biarkan mata Anda menelusuri garis-garis sunyi yang mengisyaratkan jeritan, harapan dan keheningan. Mungkin di dalam abstraksi yang tak bernama, kita bisa menemukan bayangan diri yang selama ini tersembunyi.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur
Advertorial