x
x

ITS dan Coca Cola Hadirkan Teknologi Pelacakan Sampah, Seperti Apa?

JATIMKINI.COM, Keprihatinan tumpukan sampah menjadi sorotan bagi Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya dan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia). Kedua entitas ini menuangkan dalam sebuah karya digital guna mereduksi sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir.

Karya itu dikemas dalam bentuk lomba yang diberi nama WasteTrack dengan melibatkan 22 perguruan tinggi se-Indonesia. Lomba yang berlangsung sejak Oktober 2024 ini mampu menjaring 10 finalis dari 50 karya untuk memaparkan program di acara puncak.

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengatakan problematika sampah saat ini semakin besar dan menjadi tantangan. “Tetapi bukan berarti tidak ada penyelesaian guna menyeleraskan program sustainable development goal’s (SDG’s),” katanya pada acara puncak di Auditorium Tower 2 ITS, Kamis (22/5/2025).

Kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan memberi nilai ekonomi sekaligus mendukung program SDG’s poin ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Serta poin ke-13 terkait Penanganan Perubahan Iklim.

Ia optimistis program yang dijalankan bersama membuahkan hasil. “Kalau applicable, saya yakin berlanjut dan membuahkan hasil, karena semangat dari kegiatan ini melacak sekaligus mereduksi volume sampah,” urainya.

Dipilihnya mahasiswa tidak lepas dari generasi strategis sebagai duta edukasi. Menurutnya, mahasiswa adalah influencer yang mampu menularkan energi positif. Selain itu, mahasiswa merupakan calon penerus decision maker yang perlu menerima dan melanjutkan pesan moral.

WasteTrack merupakan kompetisi sebagai upaya memperkuat kolaborasi multi-pemangku kepentingan dalam mendorong terbentuknya ekonomi sirkular. Upaya ini untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang transparan dan berkelanjutan.

Ajang ini juga bertujuan menghadirkan terobosan karya anak bangsa dalam bentuk aplikasi untuk melacak pengelolaan sampah secara digital melalui bank sampah. Bambang Pramujati menegaskan program ini pasti berhasil dan segera ditindaklnjuti.

Di kesempatan lain, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, menilai persoalan sampah tidak bisa dianggap sebebah mata. “Kita tahu ada tantangan besar, di mana sampah organik masih tinggi dan belum selesai permasalahanannya. Ini perlu penanganan serius,” ungkapnya melalui zoom meeting.

Lucia setuju apa yang disampaikan Bambang Pramujati. Sejauh ini masih terlihat pemilahan sampah belum tuntas. Pemilahan baru sebatas di bank sampah, tetapi kembali tercampur saat melewati proses pengangkutan dan pembuangan.

Melalui kompetisi ini diharapkan muncul kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, industri, dan masyarakat atau nona helix. Harapannya dapat menghasilkan solusi bagi permasalahan lingkungan, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam agenda keberlanjutan nasional.

“Pendekatan ekonomi sirkular adalah kunci masa depan berkelanjutan. Kami percaya, kolaborasi ini mampu menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tambah Karina.

Sementara itu, Tim Timses Aities berhasil meraih Juara 1 dalam acara puncak WasteTrack Mobile Apps Competition di Auditorium 2 ITS, Surabaya. Tim ini menyisihkan sembilan finalis yang meliputi Universitas Bina Nusantara, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Sebelas Maret.

Aplikasi yang diusung Hilmi Fawwaz Sa'ad, Dian Kusumawati dan Muhammad Rayyaan Fatikhahur Rakhim itu unggul dalam aspek fungsionalitas, keberlanjutan, serta kesiapan teknis untuk diimplementasikan.

“Kriteria dalam lomba ini cukup kompleks. Semua peserta wajib memenuhi jejak digital, traceability, analisis data dan pelaporan, pencatatan jenis sampah, berat sampah yang dikumpulkan, profil bank sampah, riwayat transaksi, sampai masalah harga,” ungkap Ary M. Shiddiqi, dosen ITS sekaligus juri kompetisi.

Peran mahasiswa dalam memahami isu lingkungan mendapat acungan jempol dari semua pihak. Sikap ini menunjukkan bahwa generasi muda mampu menjawab tantangan lingkungan dengan solusi teknologi.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur