x
x

September, Jatim Deflasi -0,12% Dipicu Turunnya Harga Cabai Rawit

JATIMKINI.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat adanya tren deflasi di Jatim pada September yakni sebesar -0,12% secara bulan ke bulan (mtm) yang dipicu oleh penurunan sejumlah komoditas bahan makanan seperti cabai rawit, telur ayam ras dan daging ayam ras.

Kepala BPS Jatim, Zulkipli menjelaskan, secara tahun kalender yakni September 2024 terhadap Desember 2023, Jatim mnegalmai inflasi sebesar 0,65%, dan secara tahun ke tahun (yoy) atau September 2024 terhadap September 2023 mengalami inflasi sebesar 1,73%.

Deflasi bulan ke bulan di Jatim pada September 2024 utamanya dipicu oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil sebesar negatif 0,16% terhadap inflasi umum. 

“Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dan perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pendorong utama inflasi bulan ke bulan,” katanya dalam paparan BRS, Selasa (1/10/2024).

Adapun sejumlah komoditas bahan pangan yang menjadi pendorong terjadinya deflasi di antaranya yakni cabai rawit mengalami penurun harga hingga -30,22% pada September yakni dari harga rerata Rp55.000/kg pada Agustus menjadi Rp36.000/kg pada September. Selain itu, komoditas cabai merah, bensin, telur ayam ras, dan daging ayam ras juga mengalami penurunan harga.

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September di antaranya adalah kopi bubuk sebesar 4,15%, disusul bawang merah, angkutan udara, dan minyak goreng.

Zukipli mengatakan, penurunan harga cabai rawit misalnya, terjadi karena beberapa wilayah sentra cabai rawit dan cabai merah telah memasuki masa panen. Sehingga stok kedua komoditas ini cukup melimpah di pasaran.

“Sebaliknya, panen raya bawang merah telah usai sehingga stok bawang merah mulai berkurang di pasaran,” imbuhnya.

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur sendiri memproyeksikan tren inflasi Jatim di sepanjang 2024 akan berada dalam rentang sasaran target 2,5% +- 1% (yoy). Sedangkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Jatim di 2024 diperkirakan berada di angka 4,7% - 5,5% (yoy), terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan peningkatan permintaan eksternal.

“Pertumbuhan ekonomi Jatim maupun tren inflasi Jatim tahun ini kami perkirakan masih berada dalam rentang target yang telah ditetapkan. Hal ini didukung oleh kondisi mobilitas masyarakat yang semakin kuat, lalu adanya momen pilpres, legislatif hingga pilkada serentak nanti. Serta adanya cuaca yang lebih mendukung sektor pertanian di semester II/2024,” ujar M. Noor Nugroho, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim.

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur