JATIMKINI.COM, Dunia seni rupa Kota Pahlawan kembali bergairah. Pameran Fraktal Surabaya resmi digelar di ARTSPACE ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya mulai 5 Juni hingga 5 September 2026. Pameran ini menghadirkan 25 karya seni visual dari tiga seniman Indonesia, yakni XGO, Anas Hope, dan Rony Sanjaya.
Mengusung tema ‘Fraktal’ pameran tersebut mengajak publik melihat kembali hubungan antara bentuk, ruang, dan kehidupan sehari-hari melalui pendekatan visual yang beragam. Berbagai karya yang ditampilkan mengeksplorasi susunan geometris, warna, garis, dan bidang yang membentuk pengalaman visual unik bagi para pengunjung.
Kurator pameran, Agung Frigidanto, menjelaskan bahwa konsep fraktal dipilih karena merepresentasikan pola-pola yang hadir dalam kehidupan manusia. Bentuk-bentuk yang tampak sederhana sesungguhnya memiliki keteraturan dan hubungan yang kompleks ketika dilihat secara lebih mendalam.
“Fraktal berbicara tentang bagaimana manusia memahami ruang melalui bentuk-bentuk yang ada di sekitarnya. Dari pola sederhana kemudian terbentuk hubungan visual yang lebih luas dan kompleks,” ujarnya.
Melalui pameran ini, masing-masing seniman menghadirkan karakter visual yang berbeda. Meski demikian, ketiganya memiliki benang merah yang sama, yakni menempatkan bentuk sebagai elemen penting dalam membangun gagasan artistik.
Keberagaman pendekatan tersebut membuat pameran Fraktal Surabaya tidak hanya menawarkan pengalaman estetis, tetapi juga membuka ruang interpretasi yang luas bagi setiap pengunjung. Setiap karya menghadirkan kemungkinan makna yang berbeda sesuai sudut pandang masing-masing penikmat seni.
General Manager ARTOTEL Hayam Wuruk Surabaya, Teddy Patrick, mengatakan pameran ini merupakan bagian dari komitmen ARTOTEL dalam mendukung perkembangan seni rupa kontemporer di Indonesia.
“Melalui pameran Fraktal, kami ingin menghadirkan ruang apresiasi bagi seniman sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat luas. Kami berharap pameran ini dapat memperkaya ekosistem kreatif di Surabaya,” katanya.
Menurut Teddy, ARTSPACE selama ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara pelaku seni dan masyarakat. Kehadiran pameran ini diharapkan mampu memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kota dengan perkembangan seni kontemporer yang terus tumbuh.
Pameran yang berlangsung selama tiga bulan tersebut terbuka untuk umum. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya yang mengangkat eksplorasi bentuk, ruang, dan dinamika kehidupan melalui perspektif para seniman yang terlibat.
Dengan menghadirkan karya-karya yang sarat eksplorasi visual, pameran Fraktal Surabaya menjadi salah satu agenda seni yang menarik untuk dikunjungi pada pertengahan 2026.
Editor : Rochman Arief