x
x

IMAM UTOMO : 83 TAHUN. H.Imam Utomo Gubernur Jawa Timur Bersama Empat Presiden

KEMARIN Hari Kamis, 14 Mei 2026, H.Imam  Utomo, genap berusia 83 tahun. 

Kendati usianya lebih sepuluh windu, Imam Utomo masih gesit. 

‎‎Inilah salah satu gubernur di Indonesia yang punya kesempatan yang luar biasa. Di masa jabatannya. Dia mengikuti empat masa pemerintahan. Empat rezim, yang menjadi Presiden Republik Indonesia. 

‎‎Di akhir masa Orde Baru ke era Reformasi. Begitu HM Soeharto lengser dan menyatakan “berhenti” tanggal 21 Mei 1998, maka pemerintahan Orde Baru  dialihkan kepada wakilnya Bacharudin Jusuf Habibie.

‎‎Dari sinilah catatan tentang Imam Utomo, saya mulai. Mungkin yang dialami Imam Utomo ini tidak terjadi bagi gubernur lain.  Imam Utomo adalah “gubernur paling istimewa”. Betapa tidak, akibat perubahan zaman itu, Imam Utomo menjadi pelaku sejarah yang hebat. Sebab, secara kebetulan purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) ini memulai masa jabatannya sebagai gubernur. Hanya tiga bulan setelah masa pemerintahan BJ Habibie. Tepatnya sejak tanggal 23 Agustus 1998.

‎‎Namun, masa jabatan BJ Habibie, hanya 17 bulan, sampai 20 Oktober 1999. Jabatan presiden beralih dari BJ Habibie kepada Abdurrahman Wahid. Tetapi, Imam Utomo tetap menjadi orang nomor satu di Jatim. 

‎‎Saat itu situasi politik di tanah air  benar-benar tidak menentu. Inilah masa peralihan dari rezim zaman Orde Baru ke Era Reformasi. Masa kepemimpin Gus Dur  begitu panggilan akrab Abdurrahman Wahid – dianggap unik. Namun tidak berumur panjang. Gus Dur “dilengserkan”  dari jabatannya oleh MPR (Majelis Perwakilan Rakyat), 23 Juli 2001. 

‎‎Megawati Soekarnoputri yang mendampingi Gus Dur sebagai Wakil Presiden, secara otomatis langsung ditetapkan MPR meneruskan masa jabatan hingga 20 Oktober 2004. Setelah berakhir masa jabatan Mega, pada Pemilu 2004 itu, yang terpilih menjadi presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Dan SBY dilantik menjadi Presiden tanggal 20 Oktober 2004. Masa kekuasaan SBY berlangsung aman sampai 20 Oktober 2009.

‎‎Nah, waktu itu ada "joke" sebuah iklan teh botol. yang ditujukan kepada Imam Utomo. Guyonannya begini:  “Siapapun presidennya, Gubernur Jawa Timur tetap Imam Utomo”. 

‎‎Memang, presiden sudah berganti empat kali.  SBY yang ke empat. Justru, dalam kegalauan politik itu, Imam Utomo bertahan. Kokoh tak tertandingi. Tetap mendampingi "seiring dan sejalan" dengan empat Presiden dari akhir Orde Baru hingga Era Reformasi.

‎‎Lebih istimewa lagi, Imam Utomo sepuluh tahun menduduki jabatan gubernur. Sejak terbentuknya Pemerintahan Jawa Timur mulai zaman pemerintahan kolonial Belanda, belum pernah ada gubernur yang menduduki masa jabatan dua periode.  Pria kelahiran Dusun Ngepeh, Rejoagung, Ngoro, Kabupaten Jombang Jawa Timur, 14 Mei 1943 itu punya keistimewaan. Imam Utomo mempelopori masa jabatan dua periode sebagai gubernur Jatim. Imam Utomo, memangku jabatan mulai tanggal 23 Agustus 1998 hingga 23 Agustus 2003 untuk periode pertama, berlanjut 23 Agustus 2003 sampai 26 Agustus 2008, periode kedua.

‎‎Kepeloporan Imam Utomo ini, ternyata diikuti kemudian oleh penerusnya Dr.H.Soekarwo. Pakde Karwo – begitu sapaan akrab Soekarwo juga bisa dua periode. Mulai, 12 Februari 2009 hingga 12 Februari 2014, lalu 12 Februari 2014 sampai 12 Februari 2019. Oh ya, di sela jabatan gubernur Imam Utomo ke Pakde Karwo, tidak langsung. Ada penyela, sempat ada Pj (Penjabat Gubernur), yaitu Setia Purwaka dari tanggal 26 Agustus 2008 sampai 12 Februari 2009.

Penggagas Jalan Raya Lintas Selatan

‎Imam Utomo, bagi saya bukan hanya sebagai seorang mantan Panglima Kodam (Pangdam) Brawijaya, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI). Bukan juga semata-mata purnawirawan jenderal TNI dan Gubernur Jawa Timur saja. Beliau ini adalah “kesatria”. Orang yang tidak pernah lelah berfikir dan mengabdi untuk Jawa Timur. Bahkan, ini akan dilakoninya sampai akhir hayatnya kelak.

‎Saat menjabat gubernur Jatim, dia menjadi “Daendels”. Pola pikirnya jauh ke depan. Jika Gubernur Jenderal Belanda Herman Wiliam Daendels, dulu membangun jalan lintas Pantura (Pantai Utara) Pulau Jawa. Maka Imam “Daendels” Utomo, menggagas untuk membangun jalan raya lintas selatan Jawa Timur. Mulai dari barat di Kabupaten Pacitan terus ke timur menuju Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan Banyuwangi. Delapan kabupaten itu, akan menyatu sambung-menyambung dari barat perbatasan Jawa Tengah dan ke timur, berbatasan dengan Pulau Dewata Bali.

‎Sungguh gagasan luar biasa. Kalau pada zaman penjajahan Belanda dulu, Daendels menggerakkan mesin tradisional “manusia”  dengan kerja paksa. Tentu tidak demikian di zaman modern ini. Pasti yang digunakan adalah perangkat teknologi mutakhir. Kalau di Pantura Jawa, yang dilewati adalah pantai yang landai, maka di selatan menerjang gunung dan lembah terjal dengan teknologi canggih. Begitulah harapan Imam Utomo yang waktu itu didukung para delapan bupati.

‎‎Saya masih ingat betul, betapa semangatnya Imam Utomo menyiapkan segala sesuatunya. Tidak hanya cendekiawan kampus perguruan tinggi yang ditantang pola pikirnya untuk mewujudkan lintasan jalan raya di kawasan selatan Jatim itu. Wartawan yang setiap hari mengelola teknologi komunikasi dan informasi juga dilibatkan. Sebanyak 32 orang wartawan diterjunkan ke kancah yang bakal menjadi lintasan armada lalulintas darat tersebut. Ke 32 wartawan itu menulis pandangan mata dan olah pikir jurnalis untuk menggelorakan semangat pemerintah dan rakyatnya. Masing-masing menulis dua sampai empat judul pada karya jurnalistik yang disertai ilustrasi foto dan gambar.

‎‎Apabila kita baca tulisan yang disertai daya khayal yang tajam itu, maka terbayang lah jalan raya lintas selatan yang menyerupai jalan tol saat ini. Tetapi apa daya, di masa itu terjadi krisis ekonomi dan moneter. Rencana anggaran yang sudah dirancang, tidak mampu menaklukkan kenyataan. Memang, bagaikan mimpi. Tetapi, lambat laun, gagasan Pak Imam Utomo itu harus di jelmakann menjadi sebuah wujud nyata. Potensi wilayah selatan Jatim adalah “surga” masa depan. Di lembah dan pegunungan itu tersimpan kandungan mineral, kejayaan alam yang luar biasa. Belum lagi alam pantai dan lautnya sangat menggoda dijadikan destinasi wisata. Beserta pelabuhan di teluk yang menghadap laut lepas Samudera Indonesia.

‎‎Buku yang menyajikan tulisan wartawan yang dilombakan itu, masih saya simpan. Kadang-kadang saya tersenyum membaca tulisan teman sejawat. Namun suatu saat tanpa terasa air bening meleleh dari mata ke pipi. Sedih, merindukan hasrat yang sangat tulus dari seorang penggagas bernama Imam Utomo itu. InsyaAllah, generasi mendatang bangun dan bangkit mewujudkan jalan lintas selatan yang akan mengubah kehidupan keluarga besar masyarakat Mataraman, Arek,  Pendhalungan dan Osing di wilayah selatan Jatim itu.

‎‎Suramadu dan Masjid Al Hamdi

‎‎Walaupun jalan raya lintas selatan belum dapat diwujudkan sesuai harapan Pak Imam Utomo,  tetapi di masa kepemimpinan beliau periode ke dua lah sebuah legasi monumental terwujud. Itulah  Jembatan Surabaya Madura (Suramadu). Tanggal 23 Juli 2003 diresmikan pembangunannya. Suatu peristiwa bersejarah.  Dengan menggunting untaian bunga melati dan raungan sirine, pembangunan Jembatan Suramadu dinyatakan dimulai oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. 

‎‎Betapa besar harapan Pak Imam Utomo, agar penyelesaian jembatan yang membentang dari daratan Pulau Jawa di Kota Surabaya ke Kabupaten Bangkalan di Pulau Madura, segera selesai. Namun akhirnya, Pak Imam merasa bangga, karena sempat menyaksikan peresmian selesainya  jembatan sepanjang 5.438 meter yang menghabiskan dana Rp 5 triliun itu. Lebih bangga lagi, peresmiannya dilakukan oleh teman sesama jenderal,  yakni Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 10 juni 2009. 

‎‎Memang waktu itu Imam Utomo sudah mengakhiri masa jabatannya 26 Agustus 2008 dan menjadi mantan gubernur Jatim.

‎Imam Utomo memang orang yang “tidak pernah diam”. Ada-ada saja ide dan wujud khayalnya. Dan yang sangat monumental adalah “membangun rumah di akhirat”, yaitu mendirikan Masjid Baitul Hamdi di komplek Kantor Gubernur Jatim, di Jalan Pahlawan 110 Surabaya. Masjid berkubah emas itu diresmikan Imam Utomo tanggal 8 Agustus 2008 atau diabadikan dengan angka 08-08-08, yaitu 18 hari sebelum masa jabatannya sebagai Gubernur  berakhir.

‎Satu lagi masjid yang juga melekat dengan nama Imam Utomo adalah Masjid Nurul Iman di kawasan perumahan Margorejo Indah, Wonocolo, Surabaya. Masjid yang mampu menampung 600 jamaah ini berdiri tahun 2004, dengan Imam Utomo selaku ketua Pembina Yayasan Masjid Nurul Iman itu. Saat ini Ketua Pengurus Yayasan adalah H.Eddy Indrayana dan Ketua Takmir H.Siswanto.

‎‎Mengurus PMI dan Lansia

‎Memang, ada-ada saja kegiatan lain Imam Utomo di usianya yang sudah larut senja ini. Sekarang PMI (Palang Merah Indonesia) Jawa Timur, ketuanya adalah Imam Utomo. Dulu saat menduduki jabatan gubernur di tahun 2003, kantor PMI dicarikan tempat yang lebih layak dari yang sebelumnya. Pindah ke Jalan Karang Menjangan 22 Surabaya. Di kantor PMI Jalan Karang Menjangan itulah, Imam Utomo bisa dijumpai setiap hari.

‎Rapat dan rapat serta berkoordinasi dengan PMI dari kabupaten dan kota se Jawa Timur. Itulah kegiatan rutin pria yang tanggal 14 Mei 2024 ini genap berusia 80 tahun. Kendati sudah sepuh, semangatnya masih luar biasa. Tidak ada keluhan tentang penyakit. Ia selalu segar dan ingatan yang selalu jernih.

‎‎Kecuali mengurusi PMI, ada kegiatan lain yang juga menyatu dengan Imam Utomo, yaitu sebagai Pembina Lansia (Lanjut Usia) yang tergabung di Yayasan Gerontologi Abiyoso Jawa Timur. Organisasi kemanusiaan ini berdiri tahun 1993 yang dipelopori mantan Gubernur Jatim HM Noer.

‎‎Sudah menjadi "lelucon abadi" di Jawa Timur, bahwa "sampai kini" gubernur Jawa Timur adalah Pak Noer.  Yang lain, seperti Pak Soenandar Prijo Soedarmo, Pak Wahono, Pak Soelarso, Pak Basofi Soedirman  dan juga saya, kata Imam Utomo adalah "penggantinya". Para pengganti itu menjadi penerusnya.  Nantinya, tentu akan diteruskan pula oleh generasi pengganti. 

‎Nah, begitulah sekilas catatan saya Yousri Nur Raja Agam, tentang Pak Imam Utomo.

‎‎Penulis : Yousri Nur Raja Agam MH ( Pemerhati Sejarah dan Wartawan Senior  Surabaya )


Kanal Kolom adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat umum, Politikus, pengamat, mahasiswa, pengusaha, organisasi serta lainnya  untuk menulis berita lepas.

‎Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan dan foto

Berita Terbaru
Jumat, 15 Mei 2026 13:31 WIB

KDRT Ahmad Dhani dan Maia Estianty Jadi Sorotan, Praktisi Hukum: SP3 Sudah Terbit 2008

KDRT Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali viral. Praktisi hukum ingatkan SP3 sudah terbit 2008 dan pelapor tak ajukan praperadilan.
Kamis, 14 Mei 2026 19:01 WIB

DPRD Soroti Pedas Program MBG di Surabaya

DPRD kota Surabaya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait insiden dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya
Kamis, 14 Mei 2026 10:09 WIB

Gerakan Pengendalian Inflasi & Pangan Sejahrera Diluncurkan di Jatim

JATIMKINI.COM, Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah meluncurkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Nasional di
Kamis, 14 Mei 2026 08:00 WIB

Dukung Hari Kebangkitan Nasional. Bank Mandiri Salurkan 2.800 Paket Sembako ‎

Bank Mandiri kembali menyalurkan 2.800 paket sembako ada masyarakat prasejahtera dan pekerja sektor informal di Surabaya
Rabu, 13 Mei 2026 17:19 WIB

Menteri HAM Sidak Terkait Dugaan Keracunan MBG di Surabaya. DPRD Dorong Evaluasi Nasional

Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 201 siswa di Kota Surabaya mendapatkan perhatian serius dari tingkat pusat
Selasa, 12 Mei 2026 21:26 WIB

Dafam Pacific gelar Gebyar Bazar UMKM Meriahkan HJKS ke-733 di Surabaya

Dafam Pacific Caesar menyelenggarakan Gebyar Bazar UMKM untuk memeriahkan HJKS ke-733.