x
x

Pasar Elektronik Jatim Masih Potensial, LG Genjot Segmen Atas Lewat Ekosistem AI

JATIMKINI.COM, Meski daya beli masyarakat masih tampak fluktuatif, pasar elektronik di Jawa Timur dinilai masih menyimpan potensi besar.

Branch Manager Surabaya LG Electronics Indonesia, Iwan Sutanto, menyebut pertumbuhan pasar Jatim tahun ini masih positif, khususnya di segmen menengah ke atas.

"Kita melihat ini suatu peluang yang sangat luar biasa untuk LG. Kalau di Jawa Timur ini kita masih ada growth. Tapi belum sampai 2 digit, masih single,” kata Iwan kepada media di Surabaya, Jumat (9/7/2026).

Menurut Iwan, kunci bertahan di industri elektronik saat ini adalah diferensiasi produk. LG meresponsnya dengan terus meluncurkan produk premium berbasis teknologi AI.

“Yang paling penting itu adalah diferensiasi kalau mau bertahan,” ujarnya.

Ia menyebut, 70% penjualan produk LG di Jatim saat ini sudah berada di segmen menengah ke atas. Sisanya 30% masih di kategori low entry.

“Kalau kita pakai dasar piramida, kita 70% itu sudah di menengah ke atas, 30% an itu masih di kategori low. Maka ini kenapa LG selalu rajin menurunkan produk-produk yang menengah ke atas ini. Premium,” kata Iwan.

Iwan memaparkan, kontribusi terbesar penjualan LG di Jatim masih dipegang elektronik kategori TV sebesar 30%. Namun yang mengalami lonjakan penjualan paling drastis adalah AC dengan kontribusi juga 30%. Kulkas dan mesin cuci masing-masing menyumbang 20% an.

“AC ini kontribusinya naik luar biasa karena mungkin ini jadi suatu kebutuhan utama masyarakat,” kata Iwan.

Produk AC terbaru LG bahkan sudah diproduksi lokal dengan fitur dual swing yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Strategi: AI, Kredit, dan Penyesuaian Harga Bertahap

Untuk menjaga pasar segmen atas, LG mengandalkan 3 strategi utama. Pertama, penyematan teknologi AI di hampir semua lini produk. Melalui ekosistem LG ThinQ, konsumen bisa mengontrol TV, AC, kulkas, hingga mesin cuci dari ponsel.

“Di semua segmen produk kita itu sudah pakai AI sekarang. Jadinya AI ini sekarang sudah menjadi kebutuhan yang mendasar,” kata Iwan.

Kedua, kerja sama dengan lembaga pembiayaan. Saat ini 25% penjualan LG dilakukan melalui skema kredit untuk mengakomodasi daya beli.

“Kita juga mengabsorbsi ini dengan kerja sama dengan finance. Jadinya lebih mempermudah customer itu untuk memiliki produk-produk elektronik,” ujarnya.

Ketiga, penyesuaian harga bertahap sebesar 3%-5%. Kenaikan ini dipicu harga memori global untuk TV dan harga dolar serta minyak untuk AC dan mesin cuci.

“3% - 5% ini masih bisa dijangkau sama masyarakat Indonesia. Kita juga bertahap dan juga kita tidak sembarangan naikin harga karena kita juga harus mengukur dengan kapasitas dan juga daya beli masyarakat,” tutup Iwan.

Dengan strategi ini, LG optimistis bisa terus menggarap pasar Jatim yang dinilai masih sangat potensial, terutama untuk produk dengan nilai tambah tinggi.

Adapun tahun ini, LG telah mengenalkan seluruh koleksi elektroniknya yang berbasis AI, mulai dari TV, perangkat pendingin ruangan, kulkas, mesin cuci, vacuum cleaner hingga pemurni udara.

Pembaruan LG ThinQ yang menjadi pondasi utama koleksi terbaru LG dalam menghadirkan ekosistem rumah pintar yang lebih personal dan untuk mendukung konektivitas antar-perangkat yang lebih mulus dan intuitif.

Dengan pembaruan yang dibawanya, LG ThinQ kini memungkinkan pengguna mengelola seluruh perangkat elektronik LG yang mendukung, melalui satu antarmuka cerdas dan responsif. Melalui LG ThinQ misalnya, dikatakan TV pintar LG dapat berkoordinasi dengan AC untuk menyesuaikan suhu ruangan saat film dimulai. 

Sementara disisi lain, mesin cuci dirancang dapat memberi notifikasi langsung ke perangkat seluler dan disisi lain perangkat pemurni udara akan secara otomatis menyesuaikan daya hisap berdasarkan data kualitas udara secara real-time.

Peminat TV LG berbasis AI ini dapat memilih diantara berbagai koleksi terbarunya. Menempati puncak hierarki TV premium LG, OLED evo AI G6. TV ini hadir dengan teknologi Hyper Radiant Color, sertifikasi Reflection-Free Premium, dan Prosesor AI alpha 11 Gen3 yang menghasilkan tingkat kecerahan hingga 3,9 kali lebih tinggi dari generasi sebelumnya.

Desain Flush-fit Gallery memungkinkan TV menempel rata ke dinding tanpa celah, serta mendukung reproduksi gambar 4K pada 165Hz. 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru
Jumat, 10 Jul 2026 19:18 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Perkuat Budaya K3 Lewat Edukasi Bahaya Blind Spot

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas menggelar kegiatan Ngobrol Santai (Ngobras) Keselamatan dan Safety Induction bertema Bahaya Blind Spot di Terminal
Jumat, 10 Jul 2026 19:07 WIB

Pengelolaan Kontrak Digital PDS Jadi Acuan Perusahaan Perhiasan

Tata kelola kontrak digital yang dilakukan Pelindo Daya Sejahtera menjadi benchmarking UBS Gold untuk mendiskusikan e-contract.
Jumat, 10 Jul 2026 17:19 WIB

PWI Pusat Tetapkan Reaktivasi Keanggotaan hingga Akhir 2026, Konferensi Wajib Mengacu SKEP Baru

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menetapkan kebijakan reaktivasi keanggotaan hingga 31 Desember 2026 sebagai bagian dari penataan administrasi
Jumat, 10 Jul 2026 15:25 WIB

AHY Resmi Luncurkan Gerakan Nasional Langit Biru, Ajak Rakyat Bersihkan Pantai Untuk Masa Depan Indonesia ‎ ‎

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri
Jumat, 10 Jul 2026 15:07 WIB

Terminal Peti Kemas Merauke Perkuat Lingkungan Kerja Bebas Narkoba

JATIMKINI.COM, Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dirangkaikan dengan tes narkoba bagi para pekerja
Kamis, 09 Jul 2026 13:17 WIB

80 Tahun BNI : Menjaga Nafas Perekonomian Indonesia

JATIMKINI.COM, PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI yang lahir pada 5 Juli 1946 telah mencatat sejarah panjang dalam menjaga nafas perekonomian