JATIMKINI.COM, Sepuluh hari pertama di bulan Oktober memberi arti bagi Terminal Teluk Lamong. Betapa tidak, anak usaha subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) ini sudah meraih dua penghargaan sekaligus.
Penghargaan pertama diterima di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2025). Di hadapan pelaku industri logistik dari berbagai penjuru negeri, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) dinobatkan sebagai Container Terminal Operator Port of The Year.
Tak hanya itu, Direktur Utama, David Pandapotan Sirait, juga menerima penghargaan CEO of The Year di ajang Indonesia Logistics Awards (ILA) 2025. Ajang ini digelar oleh Supply Chain Indonesia (SCI).
Dua penghargaan tersebut bukan sekadar simbol pencapaian korporasi. Lebih tepatnya menjadi cermin bagaimana TTL menjadi representasi wajah baru logistik Indonesia. Efisien, modern, dan berkelanjutan.
Kata kunci yang dipegang TTL adalah mendorong efisiensi layanan kepelabuhanan di tengah kompetisi global dan dinamika rantai pasok yang kian kompleks.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari komitmen seluruh insan TTL dalam menghadirkan layanan terminal yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” ujar David Pandapotan Sirait.
“Kami akan terus memperkuat transformasi digital, memperluas jaringan layanan, dan menjaga semangat kolaborasi untuk menjadikan TTL sebagai terminal petikemas berkelas dunia,” katanya menambahkan.
Ucapan David bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, TTL dikenal sebagai pelabuhan dengan sistem digital terintegrasi pertama di Indonesia.
Seluruh aktivitas bongkar muat, manajemen kontainer, hingga sistem keamanan berbasis digital, dirancang untuk meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi operasional.
Pendekatan inilah yang kemudian diapresiasi SCI dalam ajang Indonesia Logistics Awards 2025. TTL dinilai unggul dalam berbagai aspek: cakupan layanan, inovasi operasional, penerapan health & safety, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Budi Satriyo, Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko TTL, penghargaan ini tak lepas dari budaya kerja kolaboratif yang menjadi ruh perusahaan.
“Kami dedikasikan penghargaan ini kepada seluruh pegawai, pelanggan, dan stakeholder. Mereka yang setiap hari menjadi bagian dari transformasi TTL menuju pelabuhan yang lebih adaptif terhadap isu-isu logistik nasional,” ujarnya.
Di tengah isu global seperti rantai pasok yang terganggu, kenaikan biaya logistik, hingga tekanan terhadap efisiensi distribusi barang, TTL tampil sebagai contoh praktik baik.
Pendekatan digital yang mereka terapkan menjadi model integrasi antara inovasi dan keberlanjutan—dua nilai yang kini menjadi fondasi baru sektor logistik Indonesia.
Dalam rangkaian acara Indonesia Logistics Awards, SCI juga menggelar The 4th Seminar on Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026. Salah satu sesi menyoroti pentingnya sinergi antar pelaku logistik nasional dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan mencapai 5,12 persen pada 2025.
David Pandapotan Sirait turut menjadi pembicara, membawakan materi tentang strategi efisiensi layanan kepelabuhanan yang kini menjadi keunggulan TTL.
Editor : Rochman Arief