JATIMKINI.COM, PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjadi rujukan internasional. Operator pelabuhan terbesar Vietnam, Saigon New Port (SNP), datang ke Surabaya pada Jumat 26 September 2025 lalu, untuk melihat dari dekat bagaimana TTL mengoperasikan pelabuhan dengan dukungan teknologi semi-otomatis dan sistem digital terintegrasi.
SNP bukan pemain kecil di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini menguasai sekitar 57 persen pangsa pasar petikemas nasional Vietnam. Selain itu, SNP juga menguasai hampir 90 persen volume pasar peti kemas di Kota Ho Chi Minh lewat Cat Lai Port dan Cai Mep–Thi Vai International Terminal.
Di tengah rencana mengembangkan terminal semi-otomatis, mereka memilih TTL sebagai destinasi benchmarking.
Pilihan itu tidak muncul tiba-tiba. Sejak beroperasi pada 2014, TTL digadang-gadang sebagai proyek percontohan PT Pelabuhan Indonesia untuk membangun pelabuhan modern di Indonesia.
Terminal ini adalah yang pertama mengoperasikan automatic stacking crane (ASC) sepenuhnya, dengan pendekatan ramah lingkungan yang kala itu dianggap terlalu futuristik untuk standar nasional. Kini, ketika dunia maritim bergegas menuju digitalisasi, TTL justru menjadi rujukan.
Dalam kunjungannya, delegasi SNP didampingi Realtime Business Solutions (RBS), perusahaan teknologi operasional pelabuhan yang juga pernah terlibat dalam proses digitalisasi di TTL. Rombongan disambut manajemen TTL yang menjelaskan integrasi antara sistem digital, peralatan semi-otomatis, dan konsep keberlanjutan yang menjadi ciri terminal ini.
Syaiful Anam, Senior Manager Sekretaris Perusahaan & Hukum TTL, menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting memperkuat kolaborasi regional.
“Kami bangga dapat berbagi pengalaman dengan Saigon New Port terkait implementasi ASC yang sejak awal menjadi komitmen TTL untuk mewujudkan efisiensi logistik yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Nguyen Phuong Nam, Executive Vice President SNP, menilai pengalaman TTL relevan dengan arah pengembangan pelabuhan global.
“Kami melihat Terminal Teluk Lamong telah mengadopsi teknologi modern yang sejalan dengan tren internasional. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi Saigon New Port untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan tur lapangan. Tim SNP, RBS, dan TTL meninjau langsung integrasi sistem digital dengan peralatan semi-otomatis, mulai dari crane, yard, hingga pengelolaan energi ramah lingkungan.
Bagi TTL, kunjungan ini bukan sekadar berbagi pengalaman teknis. Ia juga menjadi pengingat posisi strategis terminal ini dalam transformasi Pelindo: dari sekadar operator pelabuhan, menuju pemain regional yang menempatkan efisiensi dan keberlanjutan sebagai standar baru industri maritim.
Editor : Rochman Arief