SENJA jatuh di Surabaya Selatan ketika 20 anak muda berdiri di atas matras, memandang tenang ke arah kolam renang tertinggi Hotel Midtown Residence. Di balik gemericik air dan lalu lintas Jalan Raya Ngagel yang sibuk, mereka bersiap mengikuti sesi yoga yang tak biasa.
Ini adalah kali pertama di Surabaya, kegiatan yoga digelar khusus untuk Teman Tuli—komunitas disabilitas—mengikuti langkah inklusif yang diberi nama “Yoga for Deaf.”
Coach Noy, instruktur yoga, tidak sendirian. Di sampingnya ada Shafa dari Kitasetara Foundation yang menerjemahkan setiap instruksi lewat bahasa isyarat.
Kombinasi itu membuat setiap gerakan—dari twisting, side bend, butterfly hingga low lunge dan child pose—terhubung dengan para peserta tanpa suara. Sesekali, Coach Noy menghampiri untuk memperbaiki posisi tubuh dengan sentuhan lembut.
“Seru dan menyenangkan bisa mengajari gerakan yoga. Mereka penuh semangat dan fokus,” kata Coach Noy usai sesi.
Bagi Devi (22), salah satu peserta, pengalaman ini campuran antara rasa sakit sekaligus bahagia. “Seru banget, tapi juga merasakan sakit,” ujarnya dengan bahasa isyarat.
Midtown dan Ruang Inklusi
Kegiatan Yoga for Deaf bukan sekadar kelas olahraga. Ia menjadi bagian dari program Midtown Connect milik Midtown Hotels Indonesia, yang selama setahun terakhir konsisten merangkul komunitas tuna rungu melalui “Kopi Tutur Rasa.”
Dalam program tersebut, barista tuna rungu dilatih meracik kopi, dari teknik penyeduhan hingga melayani pesanan tamu hotel.
Kini, para barista itu hadir pula di bazar area Escape dekat kolam renang. Mereka memperkenalkan aneka racikan kopi unik—mulai Kopi Klepon Gen-Z, Roasted Cone Coffee, Berry Fit Latte, hingga Sakura Coffee.
Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa mampir ke Doodle Corner, Tarot Corner, atau Kitasetara Corner untuk belajar huruf Braille dan bahasa isyarat dasar Bisindo.
Salah satu sudut yang menyita perhatian adalah kedai Layar TanCUP. Berlapis kain putih dan diterangi cahaya lampu belakang, aktivitas para barista terlihat seperti siluet layar tancap era 90-an—menggabungkan nostalgia dengan kreativitas.
Lebih dari Sekadar Yoga
Midtown tidak sendirian membangun ekosistem inklusi ini. Sejumlah komunitas seperti Kitasetara Foundation, Fablyme, Fitness Work, Ladang Lima, ForDive Parfume, Skinda, hingga Nawaya Beauty Clinic ikut mendukung.
Bagi Midtown, Yoga for Deaf hanyalah awal dari perjalanan panjang membangun interaksi yang setara. Dengan gerakan sederhana yang dibimbing penuh kesabaran, suara kesunyian diterjemahkan menjadi energi kolektif: tentang kepedulian, kesempatan, dan harmoni.
Editor : Rochman Arief