JATIMKINI.COM, Persatuan Pemuda Anti Napza (Perdana) Poltekkes Kemenkes Malang, Jawa Timur, mengajak semua pihak turut mendukung upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza) di kalangan generasi muda.
Hal itu mengemuka saat peringatan Dies Natalis ke-11 Perdana di Auditorium Poltekkes Kemenkes Malang pada Minggu (27/9). Kegiatan itu mengusung tema “Pelajar Berkarya, Bersuara, dan Bergerak Melawan Narkoba”.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Pembina UKM Perdana, Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes, Duta Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur Dita Reza Madalena, dan perwakilan UKM German (Gerakan Remaja Anti Napza) Universitas Negeri Malang. Termasuk para peserta lomba Perdana. Kehadiran mereka menjadi bagian dari semangat kolaborasi dalam memperkuat gerakan edukasi dan pencegahan penyalahgunaan napza.
Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Perdana, Nabila Azzahra menyampaikan, saat ini memiliki 168 anggota yang turut terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi, penyuluhan, dan kampanye pencegahan napza. Melalui kegiatan tersebut, Perdana berupaya mendorong generasi muda untuk lebih memahami bahaya napza sekaligus berani mengambil peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif.
“Perdana merupakan organisasi yang berdiri sejak 2015 sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap upaya penyuluhan dan pencegahan penyalahgunaan napza,” kata Nabila Azzahra.
Dalam kegiatan tersebut, Pembina UKM Perdana, Dr. Dyah Widodo, S.Kp., M.Kes., turut memberikan edukasi mengenai bahaya napza di kalangan generasi muda.
“Penggunaan napza dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam diri maupun lingkungan sekitar. Generasi muda sebagai penerus bangsa perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun tren yang dapat memberikan dampak negatif,” tuturnya.
Menurut Dyah Widodo, lingkungan pertemanan menjadi salah satu faktor eksternal yang perlu diperhatikan. Ketika seseorang berada dalam lingkungan yang memberikan pengaruh negatif dan tidak dapat diarahkan menjadi lebih positif, diperlukan keberanian untuk mengambil jarak dari lingkungan tersebut. Dalam hal ini, berani berkata “tidak” menjadi salah satu bentuk keberanian untuk menjaga diri dari ajakan yang dapat mengarah pada penyalahgunaan napza.
Menurut Dyah, menjadi keren tidak harus diwujudkan dengan menggunakan napza, rokok maupun vape yang lagi marak di kalangan remaja. Meskipun vape memiliki bentuk dan kemasan yang berbeda dari rokok konvensional, penggunaannya tetap memiliki risiko bagi kesehatan, terutama karena adanya kandungan nikotin.
Kegiatan positif
Upaya untuk mencegah penggunaan napza dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian pada berbagai hobi dan kegiatan positif. Selain itu, edukasi dan penyuluhan dapat dikembangkan melalui berbagai media yang dekat dengan generasi muda, seperti podcast, sharing session, kegiatan kolaboratif, forum diskusi antar mahasiswa, serta media online. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk berbagi informasi sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai bahaya napza.
Duta Pemberdayaan Perempuan Jawa Timur, Dita Reza Madalena menyoroti penggunaan rokok dan maraknya penggunaan vape dikalangan remaja. Hal ini didorong oleh kebutuhan oral, keinginan untuk terlihat keren, hingga pengaruh lingkungan pertemanan. Dia mengajak para generasi muda untuk berprestasi dan melakukan hal-hal positif yang lebih bermanfaat.
Sementara itu perwakilan UKM German (Gerakan Remaja Anti Napza) Universitas Negeri Malang, yang akrab dipanggil ChaCha menyampaikan siap berkolaborasi dalam berbagai acara mengenai pencegahan penyalahgunaan napza.
Lomba kreativitas
Ketua Pelaksana, Angga Yuvian menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menghadirkan edukasi, tapi Dies Natalis ke-11 Perdana juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas melalui berbagai perlombaan.
“Melalui karya yang dihasilkan, para peserta turut menyampaikan pesan-pesan positif mengenai pencegahan penyalahgunaan napza,” ujarnya.
Dalam kategori Poster, juara pertama diraih oleh SMAN 1 Purwosari, juara kedua oleh MAN 2 Deli Serdang, dan juara ketiga oleh SMK 1 Singosari. Sementara itu, kategori Short Movie dimenangkan oleh SMKN 1 Singosari sebagai juara pertama. Para pemenang mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan partisipasi mereka dalam menyuarakan pesan anti-NAPZA melalui karya.
Melalui tema “Pelajar Berkarya, Bersuara, dan Bergerak Melawan Narkoba”, Perdana Poltekkes Kemenkes Malang mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengetahui bahaya napza, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata. Berkarya melalui kreativitas, bersuara melalui edukasi, dan bergerak melalui aksi nyata menjadi semangat Perdana untuk terus melangkah dan memberikan dampak positif di tahun-tahun mendatang.
Pelaksanaan Dies Natalis ke-11 ini juga mendapat dukungan dari UKM Puspenitetri Polkesma, yaitu UKM yang bergerak di bidang seni. Dukungan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antarkegiatan mahasiswa sekaligus menunjukkan bahwa pesan mengenai pencegahan napza dapat disampaikan melalui berbagai cara, termasuk melalui seni dan kreativitas.
Peringatan Dies Natalis ke-11 menjadi momentum bagi Perdana untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan peran sebagai wadah penyuluhan dan pencegahan anti-napza.
Dengan dukungan berbagai pihak dan semangat kolaborasi, Perdana diharapkan dapat terus memberikan kontribusi positif bagi mahasiswa maupun masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjauhi penyalahgunaan napza.
Editor : Bagus Suryo