x
x

FESyar 2026: Indonesia Peringkat 4 Ekonomi Syariah Global, Literasi & Pemberdayaan Jadi Kunci Pertumbuhan

JATIMKINI.COM, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-4 dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Indicator. Capaian ini turun satu peringkat dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi ke-3.

Koordinator Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026, Yono Haryono, mengatakan penurunan tersebut menjadi catatan, namun tren literasi ekonomi syariah di Indonesia justru menunjukkan peningkatan signifikan.

"Kalau kita lihat indikator SGIE yang dikeluarkan secara global, Indonesia saat ini di posisi ke-4. Tahun lalu kita peringkat ke-3," ujar Yono di sela-sela FESyar 2026 di Surabaya, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, berdasarkan survei 3 tahunan Bank Indonesia, indeks literasi ekonomi syariah pada tahun lalu mencapai 40-50%, naik dari sebelumnya yang masih di kisaran 30% an.

"Itu artinya pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah meningkat. Upaya Bank Indonesia dan stakeholder lain memberikan kontribusi," katanya.

Namun, ia mengakui inklusi ekonomi dan keuangan syariah masih menjadi pekerjaan rumah besar. Inklusi ekonomi syariah masih di angka 17%, sementara inklusi keuangan syariah versi OJK juga masih belasan persen.

Yono menilai, dengan populasi muslim terbesar di dunia dan lebih dari 40.000 pondok pesantren di Indonesia, seharusnya Indonesia tidak hanya menjadi pasar, melainkan menjadi produsen dan pusat ekonomi syariah global.

Literasi dan Pendampingan Jadi Hambatan Utama 

Hal senada disampaikan Pembicara dari Unesa, Anisa Fadilah Zustika. Menurutnya, yang membuat ekonomi syariah sulit berkembang bukan dari sisi produk, infrastruktur, maupun regulasi.

"Secara produk sudah bagus, sudah sesuai. Infrastrukturnya juga sudah banyak, mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal. Secara regulasi juga sudah sangat baik, baik dari OJK maupun BI," jelas Anisa.

Menurut Anisa, akar persoalannya ada pada 2 hal: minimnya literasi dan kurangnya pemberdayaan.

"Minimnya tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah membuat masyarakat tidak kenal dengan produk syariah, sehingga mereka tidak memakai produk syariah. Kalau tidak ada nasabahnya, bagaimana mau tumbuh?" ujarnya.

Ia mencontohkan, potensi pasar ekonomi syariah global mencapai 1,8 miliar, sehingga negara seperti Inggris dan Hong Kong pun mulai beralih ke ekonomi syariah. Ironisnya, Indonesia yang mayoritas muslim justru penggunanya masih sedikit.

Faktor kedua, lanjut Anisa, adalah tidak adanya pendampingan berkelanjutan. Selama ini lembaga keuangan syariah dinilai hanya berhenti pada pemberian pembiayaan modal usaha.

"Ketika modal usaha selesai, ya sudah selesai pembiayaan saja. Tidak ada pendampingan khusus. Seharusnya setelah nasabah bisa melunasi, dia bisa lebih mandiri lagi," katanya.

Menanggapi anggapan bahwa istilah-istilah Arab dalam ekonomi syariah menghambat pemahaman, Anisa mengakui hal itu memang ada, terutama bagi masyarakat umum yang tidak berlatar pesantren.

"Memang menghambat, tapi seiring berjalannya waktu dengan literasi, sedikit demi sedikit saya rasa tidak menghambat," ucapnya.

Terkait anggapan imbal hasil di syariah lebih tinggi dari konvensional, Anisa menjelaskan perbedaannya terletak pada sistem.

"Kalau konvensional terang-terangan bunganya di awal, bisa fluktuatif dan memberikan beban kepada nasabah. Kalau di syariah sistemnya bagi hasil atau nisbah dari keuntungan usaha, sesuai kesepakatan di awal, bisa 70%:30% atau 80%:20%, tergantung kebijakan perbankan masing-masing. Di syariah tidak ada bunga, yang ada margin atau nisbah," pungkasnya.

 

Berita Terbaru
Kamis, 24 Sep 2026 15:10 WIB

Kinerja Giling PG Ngadiredjo Kediri Moncer, Petani Lega Tebu Terserap.

JATIMKINI.COM, Kinerja giling tebu di Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, Kediri, menjadi kabar baik bagi petani tebu di wilayah sekitar. Berjalannya proses giling
Rabu, 23 Sep 2026 15:49 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI BO Surabaya Jemursari Perkuat Komitmen Pelayanan Sepenuh Hati

JATIMKINI.COM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Surabaya Jemursari memperkuat komitmen menghadirkan layanan perbankan yang
Rabu, 23 Sep 2026 15:03 WIB

Piala by.U 2026 Buka Peluang Arek Malang Tembus Klub Futsal Profesional

JATIMKINI.COM, Telkomsel melalui by.U kembali menghadirkan Piala by.U 2026, turnamen futsal pelajar dan mahasiswa. Turnamen itu hadir di berbagai kota di
Rabu, 23 Sep 2026 12:27 WIB

Percepatan Penyelesaian Aset : Bank Jatim Dorong Akselerasi Lelang 2026 

JATIMKINI.COM, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat sinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kantor
Selasa, 22 Sep 2026 21:40 WIB

Akademisi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Asah Keterampilan Kebencanaan di WEK³ Malang

JATIMKINI.COM, Sebanyak 26 akademisi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta memperkuat keterampilan manajemen krisis kebencanaan melalui pelatihan River Rescue Training
Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Tekan Susut Energi, PLN UID Jatim Optimalkan OMP di ULP Bangkalan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat efisiensi distribusi dan kualitas layanan melalui implementasi Pilot Project Online Mon