JATIMKINI.COM, TPK Berlian, terminal yang baru resmi bergabung di bawah pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong (TTL), melaksanakan simulasi Business Continuity Plan untuk menghadapi potensi cyber attack dan gangguan sistem. Latihan ini dilakukan di tengah proses transisi menuju sistem operasi digital tunggal yang tengah dibangun TTL Group.
Berbeda dengan TPK Lamong yang lebih dulu menerapkan sistem operasi terminal berbasis digital, TPK Berlian bersama TPK Nilam masih dalam fase peningkatan infrastruktur. Simulasi BCP di TPK Berlian menjadi uji coba penting untuk memastikan standar digital resilience bisa berlaku konsisten di seluruh terminal yang berada di bawah TTL.
“Simulasi ini bagian dari proses adaptasi TPK Berlian sebagai terminal baru dalam keluarga TTL. Kami ingin memastikan bahwa meskipun masih dalam tahap transisi sistem, keandalan operasional tetap terjaga,” kata Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin.
Presiden Direktur PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan kegiatan ini bukan soal latihan. Desai utamnya fondasi dalam membangun ekosistem terminal yang tangguh, terintegrasi, dan siap menghadapi ancaman digital.
“TTL sudah lebih dulu dikenal sebagai Smart & Green Port melalui TPK Lamong, dengan penerapan sistem advance bahkan mulai memanfaatkan AI,” kata David.
Saat ini, baik TPK Nilam maupun TPK Berlian sedang dalam proses upgrade menuju sistem yang sama. Adanya simulasi Business Continuity Plan (BCP) ini, TTL ingin memastikan ketahanan bisa menjadi fondasi. “Harapannya, perjalanan transformasi digital menuju single system akan berjalan lebih mulus,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, TTL Group tidak hanya menekankan inovasi dan teknologi hijau, tetapi juga menegaskan komitmennya membangun resiliensi dan standardisasi sistem di seluruh terminal. Posisi ini memperkuat TTL sebagai benchmark dalam ekosistem Pelindo Group untuk mewujudkan Smart, Secure, and Sustainable Port Ecosystem.
Editor : Rochman Arief