x
x

APTI: Pemerintah Harus Hadir Selamatkan Petani Tembakau ‎

JATIMKINI.COM,  Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menegaskan,  pentingnya peran pemerintah dalam menyelamatkan petani tembakau di tengah tantangan berat yang dihadapi pada 2025. Mulai dari gagal panen, rendahnya penyerapan hasil panen oleh pabrikan, hingga regulasi yang dinilai kurang berpihak, membuat posisi petani semakin terjepit meski Industri Hasil Tembakau (IHT) tetap menjadi penyumbang utama penerimaan negara.

‎Sekretaris Jenderal APTI, Muhdi, mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang memutuskan tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau pada 2026. ‎

‎Menurutnya, keputusan ini menjadi angin segar dan awal dari komitmen baru untuk melindungi IHT dari hulu hingga hilir. ‎

‎“Kami melihat ada peluang positif, tapi pemerintah tidak boleh berhenti di cukai saja, perlindungan nyata di lapangan juga dibutuhkan,” terang Muhdi dalam keterangan resminya pada Jatimkini.com, di Surabaya, Selasa (7/10/2025)

Sekertaris Jenderal APTI, Mahmudi mengapresiasikan pemerintah dengan tidak menaikan tarif cukai hasil tembakauSekertaris Jenderal APTI, Mahmudi mengapresiasikan pemerintah dengan tidak menaikan tarif cukai hasil tembakau

‎Muhdi menekankan, masalah serius yang harus segera diatasi adalah maraknya peredaran rokok ilegal. Kondisi ini bukan hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga menggerus pasar resmi yang seharusnya menyerap hasil panen petani.

‎“Kalau rokok ilegal dibiarkan, industri sah makin tertekan dan petani tetap jadi korban. Pemerintah harus lebih tegas,” tegasnya.

‎Berdasarkan data, luas areal tembakau nasional pada 2024 mencapai 252,9 ribu hektare, dengan lebih dari 2,3 juta keluarga menggantungkan hidup pada sektor ini. Sementara penerimaan cukai hasil tembakau menembus Rp216,9 triliun, atau lebih dari 90 persen dari total penerimaan cukai nasional. Ironisnya, kontribusi besar ini belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petani yang masih berkutat dengan harga rendah dan biaya produksi tinggi.‎

‎APTI mendesak pemerintah, untuk lebih konsisten menghadirkan kebijakan yang berpihak. Mulai dari menjaga stabilitas cukai, memberantas rokok ilegal, hingga memastikan panen 2025 benar-benar terserap pabrikan.

‎“Saatnya 2026 menjadi tahun perlindungan nyata. Petani tidak boleh lagi dianaktirikan setelah sekian lama menopang penerimaan negara,” pungkas Muhdi.

Berita Terbaru
Senin, 06 Okt 2025 21:25 WIB

Tersandung Kasus Hukum, Dua Kader PDIP Jatim Ajukan Pengunduran Diri

Dua kader PDI Perjuangan Jawa Timur mundur dari kursi anggota DPRD Jawa Timur usai tersandung di dua kasus hukum yang berbeda.
Senin, 06 Okt 2025 21:16 WIB

Tambang Pani Catat Lonjakan Cadangan Bijih Emas Terbesar di Indonesia

MGR melaporkan temuan cadangan bijih emas di Tambang Emas Pani yang melonjak 150 persen.
Senin, 06 Okt 2025 14:50 WIB

Moorlife, Produk Alat Rumah Tangga Tembus Pasar Eropa

JATIMKINI.COM, Brand produk peralatan rumah tangga berbahan dasar plastik Moorlife berhasil memasuki pasar ekspor ke Filipina dan perdana ke Romania -
Senin, 06 Okt 2025 13:58 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Sambung Listrik Gratis dan Bedah Rumah di Jember

PLN melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) bersama Kodim 0824 Jember menyalurkan bantuan bedah rumah dan sambungan listrik gratis kepada warga Dusun Renes, Desa Wiro
Minggu, 05 Okt 2025 14:15 WIB

Manipulasi Politik Ancaman Bagi Rakyat

Politik pada hakikatnya adalah seni mengelola kehidupan bersama, sebuah ruang di mana kepentingan rakyat semestinya menjadi tujuan utama
Minggu, 05 Okt 2025 11:44 WIB

Gerakan Nyanyikan Kembali Indonesia Raya 3 Stanza: Menghidupkan Doa Lewat Lagu

JATIMKINI.COM, Di tengah derasnya arus globalisasi yang sering kali mengikis nilai kebangsaan, sebuah gerakan sederhana namun sarat makna digelorakan