x
x

Jaga Etika Demontrasi

Demonstrasi dengan cara yang etis dan damai memiliki potensi lebih besar untuk mencapai tujuan.

Demonstrasi yang cerdas, indah dipandang dan menjaga etika sosial tidak hanya mampu mendapatkan perhatian pemerintah tetapi juga dukungan dari masyarakat luas. Yang kita saksikan  jauh panggang dari api.

Demonstrasi merupakan salah satu bentuk ekspresi kebebasan berpendapat yang diakui dan dilindungi oleh konstitusi di banyak negara, termasuk Indonesia. Dengan mengerahkan massa, demonstrasi kerap dipandang sebagai solusi alternatif untuk menyampaikan aspirasi terkait isu-isu yang dianggap penting. Namun dalam praktiknya, demonstrasi sering kali diwarnai oleh tindakan anarkis, seperti perusakan fasilitas umum dan penutupan jalan yang menyebabkan kemacetan.

Tindakan-tindakan ini tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aksi tersebut.

Skenario kerusuhan yang disiapkan oleh perancang gerakan atau koordinator lapangan demonstrasi kadang didasarkan pada teori bahwa semakin rusuh sebuah demonstrasi, semakin kuat pula daya dorong aspirasi yang disampaikan.

Dalam pandangan tersebut, aksi kekerasan dan kerusuhan dianggap sebagai cara efektif untuk menarik perhatian pemerintah dan memaksa mereka untuk merespons tuntutan demonstran. Namun, pendekatan semacam ini tidak selalu efektif, dan sering kali malah berbalik merugikan.

Kerusuhan dan kekerasan dalam demonstrasi dapat merusak reputasi gerakan itu sendiri. Tindakan anarkis hanya akan mengalienasi atau mengisolasi masyarakat yang seharusnya menjadi pendukung potensial.

Ketika fasilitas umum dirusak atau masyarakat umum terganggu aktivitasnya simpati publik terhadap demonstran bisa berkurang. Selain itu, tindakan anarkis memberi alasan bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk mengambil tindakan keras, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan hilangnya hak-hak sipil dan kebebasan berekspresi.

Penting untuk disadari bahwa pemerintah memiliki kekuatan yang signifikan, didukung oleh elemen-elemen keamanan seperti tentara, polisi, dan hukum. Konfrontasi langsung yang berujung kekerasan dengan aparat hanya akan menempatkan demonstran dalam posisi yang lemah. Oleh karena itu, pendekatan cerdas dan strategis sangat dibutuhkan dalam menyuarakan aspirasi.

Dalam menghadapi berbagai masalah sosial dan politik, pendekatan yang beradab dan konstruktif selalu menjadi pilihan terbaik untuk mencapai perubahan yang diinginkan.

Ditulis oleh : Rokimdakas

Kanal Kolom adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat untuk menulis berita lepas.

Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur