x
x

DPRD Kota Malang Inisiasi Ranperda Ekraf

DPRD Kota Malang, Jawa Timur, menginisiasi rancangan peraturan daerah (Rabperda) ekonomi kreatif (Ekraf) pada tahun 2024. Perda nantinya bukan saja menaungi komunitas, melainkan juga pemerintahan, industri dan bisnis, akademisi, media sampai agregator keuangan.

"Perlunya Perda ekonomi kreatif sebagai payung hukum bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa berkarya lebih optimal lagi," tegas Ketua Fraksi PKS Kota Malang H Bayu Rekso Aji dalam keterangan tertulis Sekwan DPRD Kota Malang, Sabtu (30/3).

Ranperda ekraf bergulir setelah pembangunan gedung Malang Creative Center (MCC). Gedung itu menjadi tonggak sejarah bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. Aktivitas di MCC menyeluruh menerapkan konsep hexahelix stakeholder.

Ia menjelaskan dengan perda mendorong pemda bisa menerapkan kebijakan anggaran untuk memfasilitasi para pelaku ekraf.

"Kami dari Fraksi PKS akan menginisiasi Ranperda Ekonomi Kreatif di tahun 2024, yang sebenarnya sudah kami ajukan di tahun 2023 kemarin. Tapi karena keterbatasan waktu tidak lolos di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda). Kita akan kawal itu tahun ini," tuturnya.

Ia menekankan publik dan pemerintahan dalam konteks ini legislatif dan eksekutif memiliki kesamaan perspektif bahwa MCC itu dipandang sebagai investasi, bukannya expenses atau beban.

Karena itu, cara pandang terhadap MCC bukan semata dilihat biaya pembangunan lantas cepat balik modal. Tetapi, fasilitas infrastruktur itu guna mendorong pertumbuhan yang memberikan multiplier effect. Efek berganda dari aktivitas ekonomi di MCC pada gilirannya berdampak positif bagi masyarakat.

"MCC diharapkan mampu memberi dampak berupa pengurangan angka pengangguran terbuka dan penyerapan tenaga kerja melalui aktivasi subsektor ekonomi kreatif," ujarnya.

Selain itu, perkembangan ekraf telah memberikan efek pertumbuhan nilai ekspor berupa produk komoditi fisik maupun digital dan jasa. Semua itu tentu berimbas terhadap peningkatan PAD Kota Malang.

Ia mengungkapkan 17 subsektor ekraf itu luas, satu produk menggabungkan sejumlah subsektor. Misalnya, produk jajanan selain produk kulinernya juga menyatu dengan desain komunikasi visual (DKV) ada sentuhan fotografi dalam hal kemasan dan pemasaran.

"Itu sebabnya tugas pengembangan subsektor ekonomi kreatif ini juga idealnya menjadi tupoksi lintas OPD dan kolaborasi lintas kedinasan menjadi faktor krusial," pungkasnya.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.