x
x

DPRD Kota Malang Dukung Percepatan Penanganan Stunting

JATIMKINI.COM, DPRD Kota Malang, Jawa Timur, memprioritaskan percepatan penanganan stunting dengan memberikan dukungan anggaran di tahun 2024. Pasalnya, balita berisiko stunting di Kota Malang masih mencapai 8,9% atau 34.382 anak.

“Anggaran tahun depan meningkat dari tahun ini kalau tidak salah sekitar Rp80 miliar sampai Rp90 miliar. Proyeksi nantinya dinaikkan,” tegas Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Rabu (29/11).

Ia menjelaskan penanganan mewujudkan Kota Malang zero stunting melalui kerja bersama melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Proses perencanaan sampai pelaksanaan program pun dilakukan secara terintegrasi.

“Dinas kesehatan sebagai kuratifnya, Dinas Sosial itu preventif, melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Juga Dinas Pendidikan, Dispangtan dan Diskominfo,” katanya.

Jadi, penanganan tidak dibebankan kepada Dinas Kesehatan saja, melainkan harus dikerjakan secara bersama-sama. Lintas koordinasi menjadi yang utama untuk menuntaskan persoalan stunting. Selanjutnya, bila masih ada yang belum optimal, maka dewan menjadikan hal itu sebagai perhatian utama.

“Kelurahan yang masih merah dalam penanganan stunting pastinya jadi konsen kita, tentu itu prioritas agar tidak menjadi merah lagi. Yang sudah tuntas terus dipantau, jangan sampai menjadi bibit sehingga muncul problem baru,” tuturnya.

Sejauh ini, dewan memantau program penanganan sampai Desember 2023 karena programnya masih berlangsung. Dukungan dewan juga diwujudkan melalui pemberian tambahan insentif bagi kader posyandu. Semula mendapatkan Rp110.00 per kader menjadi Rp200.000 per kader.

“Ada kenaikan insentif. Perlu sosialisasi, sebab kader ada yang belum mengetahui apa yang kita perjuangkan pada perubahan anggaran keuangan. Pembayaran insentif pada akhir tahun, diterimakan tiga bulan,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Ia menekankan pentingnya validasi data. Dalam hal ini, Penjabat Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan sudah berkolaborasi dalam penyusunan satu data stunting berbasis by name, by address and by need.

Prosesnya melibatkan perangkat daerah terkait, puskesmas, kader posyandu dan RSIA. Termasuk edukasi secara masif tentang upaya percepatan penurunan stunting melibatkan masyarakat dan pihak swasta.

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan