x
x

Dampak Ekonomi Global, Ekspor Jatim 2023 Melorot 10 Persen.

JATIMKINI.COM, Kinerja ekspor non migas dari Provinsi Jawa Timur di sepanjang Januari - Desember 2023 tercatat sebesar US$20,64 miliar atau mengalami penurunan 10 persen dibandingkan realisasi selama 2022 yakni sebesar US$22,94 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Zulkipli mengatakan penurunan kinerja ekspor terjadi karena terdampak kondisi perekonomian negara mitra dagang utama Jawa Timur seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, India, dan Thailand.

“Dilihat dari data Manufacturing PMI Indonesia dan beberapa mitra dagang utama pada Desember 2023 terlihat mengalami penurunan nilai manufacturing PMI. Hanya Tiongkok yang mengalami peningkatan nilai manufacturing PMI,” katanya, Selasa (16/1/2024).

Dia menerangkan, sejumlah negara yang mengalami peningkatan permintaan barang dari Jatim di antaranya seperti Swiss, Hong Kong, Singapura, India dan Uni Emirat Arab (UEA). 

Sementara, negara yang mengalami penurunan permintaan barang dari Jatim di antaranya yakni Thailand, Vietnam, Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat. Pada tahun lalu, tercatat pangsa pasar ekspor terbesar Jatim yakni Tiongkok dengan total nilai ekspor mencapai China US$3,01 miliar, disusul Jepang US$2,70 miliar, Swiss US$1,02 miliar dan AS US$2,79 miliar.

“Meski sepanjang tahun lalu kinerja ekspor Jatim turun, tetapi pada Desember 2023 mengalami kenaikan 6,5 persen, yakni pada November 2023 tercatat ekspor non migas US$2,11 miliar menjadi US$2,16 miliar pada Desember 2023,” imbuhnya.

Lebih detail, dari Januari - Desember 2023, ekspor non migas Jatim dari sektor pertanian mengalami penurunan -19,16 persen, barang industri pengolahan -9,50 persen, dan sektor pertambangan dan lainnya -15,25 persen.

Adapun sejumlah golongan barang dari Jatim yang mengalami peningkatan permintaan pasar ekspor pada 2023 di antaranya yakni perhiasan/permata, tembakau dan rokok, mesin dan perlengkapan listrik, olahan dari tepung, garam, belerang, batu dan semen.

Sedangkan, golongan barang yang mengalami penurunan permintaan yakni kayu dan barang dari kayu, berbagai produk kimia, perabotan lampu dan alat penerangan, lemak dan minyak hewani/nabati, serta tembaga.

 

 

 

Berita Terbaru
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan