x
x

Menebar Keburukan Bisa Merusak Diri Sendiri

Dalam kesemestaan ini semua elemen yang dihadirkan mengandung energi, baik positif maupun negatif, tidak terkecuali huruf, suara, tulisan bahkan yang visual. Perlu kewaspadaan dalam mengekspresikan diri karena sifat energi yang mewarnai tindakan bisa mempengaruhi kondisi jiwa dan raga. Bila yang disampaikan bersifat negatif, menyiratkan nilai keburukan,  tanpa disadari dampaknya bisa  merusak karakter. Why?

Dengan menajamkan kepekaan, menghayati perenungan atas getaran jiwa dari pengaruh pikiran, jika  ekspresinya bersifat kebaikan akan bisa dirasakan adanya sesuatu yang berubah dalam diri. Terasa gerakan sel tubuh bergerak, jaringan saraf mengembang. Perasaan hati dan pikiran terasa ringan oleh pengaruh rasa  kebahagiaan. Kadang saking bahagianya, bulu roma meremang, air mata mengambang di pelupuk mata,  menetes, saking terharunya.

Ada suatu anjuran dalam membangun kesehatan tubuh agar sesering mungkin menangis bahagia. Karena di saat seperti itu jaringan syaraf menjadi lebih lentur oleh getaran rasa. Kelenturan tersebut akan meluruhkan ketegangan sehingga tubuh berubah sehat. Dari penghayatan terhadap proses seperti itulah melahirkan ungkapan populer, dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Jika saja semakin kerap melakukan kebaikan maka perkembangan kondisi  seseorang akan semakin membaik. Dari intensitas suasana kejiwaan  seperti itulah yang membentuk karakteristik seseorang menjadi orang baik.

MERUSAK

Akan menjadi sebaliknya bilamana yang diekspresikan bersifat negatif, tersirat muatan negatif bersifat  keburukan. Bisa berupa prasangka buruk, provokatif, fitnah maupun narasi tendensius. Tanpa disadari menimbulkan kontraksi pada jaringan saraf tubuh dan pergerakan sel tubuh berubah lebih agresif.

Perubahan kondisi seperti itu  memantik emosi,  tensi darah melonjak serta degup jantung semakin rapat. Dan satu hal yang bisa dirasakan dengan penghayatan mendalam adalah temperatur badan terasa lebih panas. Lambat tapi pasti proses tersebut berpotensi merusak kondisi tubuh. Saat tubuh bermasalah, bibit penyakit menemukan momentum untuk tampil.

Berdasar pandangan spiritual menyangkut ether - sifat energi yang lebih halus dibanding pancaran tanah, air, api atau angin - diterangkan, bahwa untuk mengenali kondisi diri seseorang apakah sedang bersama Tuhan atau setan, perlu menghayati ether yang merambati dirinya. Terasa sejuk, adem ataukah hangat, panas?

Ketika seseorang berbuat baik akan merasa nyaman karena nuansa kesejukan merambati jiwa, itu diyakini bahwasanya orang tersebut sedang bersama Tuhan. Karena Tuhan maha baik, Dia senang dengan kebaikan. Bila seseorang berbuat baik maka auto berlangsung imanensi, menyatu padunya seseorang dengan Tuhan sebagaimana  mata ajaran wahdatul wujud atau manunggale kawula Gusti.

Juga demikian halnya bila seseorang bertindak tidak baik, Tuhan akan melepaskan diri. Pada saat terjadi peralihan tersebut, setan yang selalu berjaga penuh kewaspadaan akan segera merasuki diri seseorang. Apa yang berubah?  Nuansanya berubah hangat oleh pengaruh rasa senang. Jika Tuhan memberi  kesejukan atas suatu kenikmatan maka setan mengalirkan nuansa hangat atas perasaan senang. Antara kenikmatan dan kesenangan perbedaannya jauh lebih tipis dari segala yang tipis. Perlu belajar dan belajar untuk memahami agar bisa selamat dari godaan setan.

Doa penolakan terhadap pengaruh setan setiap waktu diucapkan namun jarang dijelaskan juklaknya, bagaimana petunjuk pelaksanaannya? Itu kelemahan ajaran tekstual belum menyentuh esensi. Masih kulitan belum daging.

Sampai kapan?

Ditulis oleh : Rokimdakas

Jurnalis Senior / Penulis Lepas tinggal di Surabaya

Kanal Podium adalah halaman khusus layanan masyarakat untuk menulis berita lepas

Redaksi Jatimkini tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.