JATIMKINI.COM, Yos Sudarso Photo Competition yang diselenggarakan Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI 81, dihadiri anggota DPR RI Komisi 10 Ahmad Dhani Prasetyo. Kedatangan Dhani ke Surabaya ini karena undangan Judes terkait penyelenggaraan lomba fotografi dan sebagai narasumber dalam Diskusi Ringan di Lantai 1 Gedung DPRD kota Surabaya, Selasa ( 11/08/2026).
Politisi Gerindra ini menceritakan bahwa kehidupan Dhani remaja yang sekolah di SMAN 2 tidak termasuk anak istimewa. Ia mengaku, nilai matematika dalam raport nya tertulis angka 4.
Baca juga: Judes Gelar Lomba Foto Jurnalistik Di Pastikan Ahmad Dhani Hadir
"Saya menempati rangking 2 dari belakang,", ungkapnya.
Namun begitu, Dhani remaja suka terhadap mata pelajaran Sejarah. Sehingga ia meraih angka 9, nilai paling istimewa.
"Mata pelajaran Sejarah yang sangat saya sukai, sampai sekarangpun tetap membaca sejarah dan perkembangannya" katanya.
Dhani juga getol mempelajari ilmu agama Islam untuk mengimbangi jiwa progresifnya. Ia bersikukuh pendapatnya, akan ada perubahan besar didunia.
"Saya ke Jakarta mengandalkan nekad saja tidak cukup. kuncinya progresif", tegasnya.
Karena progresif, Dhani memberi apresiasi terhadap para wali kota Surabaya dari berbagai periode yang dinilainya memiliki kontribusi terhadap transformasi kota. Dirinya secara khusus menyebut keberhasilan masa kepemimpinan Tri Rismaharini.
Baca juga: JUDES Matangkan Persiapan HUT Ke 81 RI, Ketua DPRD Surabaya: Jaga Solidaritas
“Saya harus mengakui bahwa Kota Surabaya ketika Bu Risma menjadi wali kota mengalami perubahan yang nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,” katanya.
Dhani menjelaskan, perubahan tersebut tidak hanya menjadi persepsi masyarakat Surabaya. Tetapi, sejumlah rekannya yang baru pertama kali berkunjung ke Surabaya juga memberikan penilaian serupa.
“Ketika teman saya pertama kali datang ke Surabaya. Mereka bilang, memang Surabaya sekarang jauh berbeda dengan Surabaya di zaman saya", ujarnya.
Dhani menilai pembangunan Surabaya perlu terus diimbangi dengan penguatan seni dan kebudayaan. Menurutnya, kemajuan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penyediaan ruang bagi musik, seni, dan kreativitas anak muda.
Baca juga: Perkuat Komunikasi Jurnalis Temui Ketua DPRD Surabaya. Ini Hasilnya
“Saya berharap fasilitas-fasilitas untuk dunia seni, musik, dan budaya tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru membuat ruang kreativitas semakin jauh", katanya.
Dhani berpesan, melalui langkah progresif kota Surabaya terus melahirkan identitas baru khususnya melalui seni dan budaya.
Editor : Ali Topan