JATIMKINI.COM, Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi ditutup di Grand City Surabaya, Minggu (27/9/2026). Meski gelaran berakhir, Bank Indonesia menegaskan sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus terus berlanjut.
"FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini, tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut," tegas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, saat penutupan.
FESyar Jawa 2026 yang berlangsung 25-27 September ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Selama 3 hari, sebanyak 42 rangkaian kegiatan digelar dengan melibatkan 294 lembaga dan mitra strategis.
Dari sisi transaksi, capaian FESyar Jawa tahun ini cukup signifikan. Sebanyak 270 UMKM syariah berpartisipasi baik offline maupun lewat platform perdagangan digital, dengan transaksi penjualan mencapai Rp8,21 miliar.
Sementara dari 242 sesi business matching, dihasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp37,60 miliar dan komitmen transaksi perdagangan sebesar Rp43,26 miliar.
"Total transaksi dan komitmen yang tercipta menunjukkan peran FESyar dalam mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan, mitra dagang, serta peluang pasar domestik dan internasional," tambahnya
Dorong Tiga Program Unggulan
Perluasan manfaat ekonomi syariah juga diwujudkan melalui tiga program unggulan. Pertama, pembentukan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta penguatan Zona Kuliner KHAS untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Kedua, pengembangan wakaf uang untuk mendukung pendidikan. Ketiga, pembiayaan inovatif untuk pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).
Selain itu, penguatan keuangan sosial syariah juga ditunjukkan lewat program WAKAFein, WAKAF Fun Walk, dan penghimpunan wakaf dalam rangkaian kajian. Total dana wakaf yang terhimpun mencapai Rp60,40 juta sebagai bagian dari ekosistem ekonomi inklusif.
Perkuat Komitmen Bersama
Keberlanjutan sinergi diperkuat melalui penandatanganan Project Charter Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Timur.
Komitmen bersama ini melibatkan Bank Indonesia, Pemprov Jatim, OJK, KDEKS Jatim, Kanwil Kemenag, BPJPH, dan MUI. Kesepakatan diarahkan untuk memperkuat koordinasi pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi syariah.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir mewakili Gubernur Khofifah menekankan pentingnya tindak lanjut sinergi FESyar melalui penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, kemandirian pesantren, dan daya saing produk halal.
Harapan tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Bank Indonesia dalam pembukaan yang menekankan tiga pilar ekonomi syariah: ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi, perluasan pembiayaan syariah yang optimal, serta literasi dan inklusi keuangan syariah yang meluas.
Sebagai rangkaian terakhir menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, FESyar Jawa melengkapi penyelenggaraan sebelumnya di Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia. ISEF 2026 akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta.
Editor : Peni Widarti