JATIMKINI.COM, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Institute bersama Kadin Jawa Timur dan Plan International memberi program pelatihan bagi penyandang disabilitas. Selanjut, penyandang disabilitas ini akan diarah pemagangan kerja hingga peluang terserap di dunia industri nantinya.
Direktur Kadin Institute, Nurul Indah Susanti secara tegas mengatakan, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan. meraka nantinya akan mendapatkan kesempatan magang agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung di dunia kerja.
“Kami memberikan beberapa pelatihan, mulai dari digital marketing, service excellence atau pelayanan prima, administrasi retail, administrasi dasar, hingga literasi finansial. Peserta ini merupakan anak-anak yang belum mendapatkan pekerjaan. Setelah pelatihan, mereka akan dimagangkan dan harapannya bisa diserap oleh industri sesuai dengan kompetensinya,” terang Nurul saat dikonfirmasi terkait program pelatihan bagi penderita disabilitas di Surabaya, Senian (10/8/2026)
Lebih lanjut Nurul mengungkapkan, penyandang disabilitas sebanarnya memiliki potensi pasalnya, keterbatasan fisik tidak selalu menjadi hambatan bagi mereka untuk berkembang dan berkontribusi. Untuk itu, Kadin Institute berencana memberikan pendalaman materi public speaking bagi para peserta disabilitas. Pelatihan lanjutan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan komunikasi mereka sebelum memasuki dunia kerja.
“Kita akan berikan lagi pendalaman terkait public speaking dalam waktu dekat. Kita kuatkan lagi dua hari public speaking. Tadi kan pelayanan prima, ternyata mereka punya kelebihan. Itu yang akan kita latih,” ungkap Nurul.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, program tersebut diharapkan dapat mendorong penyandang disabilitas memperoleh kesempatan kerja yang setara dengan masyarakat lainnya.
“Harapannya anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus ini bisa diterima oleh industri dan terserap, bisa bekerja seperti layaknya orang lain. Mendapatkan fasilitas yang sama seperti orang lain dan tentunya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujar Adik.
Menurut Adik, penguatan kompetensi juga akan diarahkan pada sertifikasi. Kadin Institute, kata dia, memiliki kerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara sehingga kompetensi peserta dapat dikembangkan dan disertifikasi sesuai kebutuhan.
“Perangkat instrumennya disesuaikan dengan kebutuhan asesi. Kebetulan di Kadin Institute juga bekerja sama dengan LSP Public Relations Nusantara yang memungkinkan untuk melatih dan men-sertifikasi hasil pelatihan Kadin Institute sesuai dengan kebutuhan asesinya,” kata Adik
Disisi lain salah satu peserta palatihan Fadlakal Jamal Aswar, (29) penyandang disabilitas tuna netra asal Surabaya mengakui sebelumnya, dirinya pernah mengikuti sejumlah pelatihan, tetapi materi pelayanan prima memberikan pengetahuan baru yang lebih aplikatif.
“Di pelayanan prima saya mendapatkan lumayan banyak pengetahuan tambahan, baik secara akademis maupun praktik,” pungkas Jamal yang tergabung di Komunitas Mata Hati ini
Editor : Ali Topan