x
x

Benarkah Kenaikan Cukai Rokok Akan Muncul Generasi Stunting di Indonesia. Ini Penjelasannya...

JATIMKINI.COM, Mantan anggota DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Haryo Soekartono secara tegas menyatakan, kebijakan yang diambil pemerintah untuk menaikkan cukai rokok bisa berdampak terhadap multiplayer effect ekonomi di masyarakat serta bisa meningkatkan munculnya generasi stunting di Indonesia.

"Sudahlah STOP!! kenaikan cukai rokok dan seharusnya turunkan. Saya masih yakin Presiden RI Joko Widdodo ( Jokowi ) bisa  membatalkan kenaikan tarif cukai rokok yang pernah terjadi di Tahun 2018 lalu di Rapat Paripurna DPR-RI di hadapan Menteri Keuangan RI dulu. Kebutulan, saat itu saya sebagai Anggota DPR-RI menolak keras kenaikan cukai rokok dan di batalkan,” tegas Bambang Haryo Soekartono pada media kemarin sore.

Kenaikan cukai rokok yang mengakibatkan harga rokok naik sangat tinggi dari 2019 ke 2023 sebesar kurang lebih 70 persen (  Foto : Dok. Jatimkini.com )Kenaikan cukai rokok yang mengakibatkan harga rokok naik sangat tinggi dari 2019 ke 2023 sebesar kurang lebih 70 persen ( Foto : Dok. Jatimkini.com )

Menurut BHS sapaannya, dalam masalah ini seharusnya Kementerian Keuangan lebih faham dampaknya  kenaikan cukai rokok yang mengakibatkan harga rokok naik sangat tinggi dari 2019 ke 2023 sebesar kurang lebih 70 persen atau sekitar 97 juta rakyat indonesia perokok yang terdampak.

Bahkan BHS menilai , bahwa kenaikan cukai rokok ini akan bisa berdampak terganggunya pertumbuhan perekonomian dan kehidupan masyarakat. Pasalnya, lanjut BHS, dari total jumlah penduduk Indonsia 70,5 persen  kaum laki-laki merupakan penikmat rokok sejati sebagai kebutuhan pokok.

“Bahkan ada istilah bagi penikmat rokok ‘lebih baik tidak makan daripada tidak merokok’ Beberapa ahli menilai, saat konsumsi ( menikmati ) rokok mampu menghilang stress,” ucap BHS

Dikatakan pula, pejabat negara yakni Kementerian keuangan yang dimotori oleh menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati seharusnya sudah paham karena 73 persen dari harga rokok untuk pajak, yang terdiri 60 persen cukai rokok, 10 persen PPN dan 3 persen pajak daerah. Sedangkan penerimaan cukai rokok saja, satu tahunnya sudah cukup besar yakni, sekitar 200 Triliun di 2022 naik dari 2019 sebesar 164 Triliun

“Ini belum termasuk PPN dan pajak daerah loh, masih kurangkah pemerintah membebani masyarakat??,” tanya BHS juga sebagai Pengamat Kebijakan Publik ini

"Apa yang didapat si perokok dari pemerintah, BPJS atau KIS kah? Khan Juga tidak? Kita semua seharusnya faham bila perokok terjadi ketidak mampuan untuk membeli rokok, maka dampak multiplayer effect ekonominya luar biasa besar di masyarakat, karena sekitar 30 persen dari total UMKM yang berjumlah 64,2 juta sangat tergantung kepada konsumennya yang merokok. Misalnya ; Warteg, Warkop, Diskotik, Cafe - Cafe dan lain - lain mereka akan tergerus kehidupannya karena konsumennya yang perokok itu akan menurun tajam. Padahal ekonomi kita sangat tergantung kepada UMKM", ungkap Mantan Ketua Komtap Utilitas Umum Bidang Infrastruktur Kadin Pusat ini.

Anggota Bidang Pengembangan Usaha dan Inovasi DPN HKTI ini , buruh pabrik rokok di Indonesia kini jumlahnya sekitar 5,9 juta dan petani tembakau yang berjumlah sekitar 600 ribu akan terpengaruh kehilangan pekerjaan dan ekonomi sekitar kehidupan mereka akan hancur total .

“Kita harus melindungi ekonomi Indonesia secara komprehensif, jangan hanya memikirkan sub sektor saja, pikirlah untuk keberhasilan dan kepentingan bangsa Indonesia secara luas," pungkas BHS

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur