x
x

Tentara Israel Terus Serang Gaza. Ketum Pagar Nusa Murka : Kita tidak bisa biarkan

JATIMKINI.COM, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen secara tegas mengatakan, apa yang dilakukan militer Israel pada rakyat Palestina khususnya dikawasan Gaza adalah tindakan jahat karena dianggap melanggar hak kemanusiaan.

"Kita tidak bisa biarkan agresi Israel yang sangat kejam itu terjadi dan seolah-seolah terjadi pembiaran. Kita semua harus bersuara, atas nama kemanusiaan, untuk bersama-sama menghentikan tragedi kemanusiaan yang terjadi,” kata M.Nabil Haroen, atau yang akrab disapa Gus Nabil, kepada media , Selasa (07/10/2023) hari ini.

Menurutnya, serangan Israel ke Palestina merupakan perbuatan keji yang melawan kemanusiaan.

“Ini tidak bisa dibiarkan, harus ada upaya serius dari berbagai kalangan, untuk Bersatu padu membela Palestina. Demonstrasi ribuan hingga jutaan orang sudah digelar di berbagai negara, yang menuntut untuk Israel menghentikan serbuan serta memberikan dukungan kemerdekaan kepada Palestina,” terang Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (PB IPSI) ini.

Nabil Haroen meminta pada pemerintah Indonesia harus melakukan upaya diplomatik yang lebih serius dan strategis.

“Pemerintah Indonesia harus lebih serius untuk melakukan lobi serta langkah strategis untuk mendukung Palestina, khususnya di level internasional. Dukungan-dukungan bantuan kemanusiaan penting, tapi dukungan politik juga sangat penting. Lobi terhadap Amerika Serikat dan sekutu Israel, melalui PBB maupun berbagai jalur komunikasi diplomatik juga sangat penting,”ucap Nabil Haroen

Lebih lanjut, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menegaskan, bahwa gerakan-gerakan strategis yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan juga warga muslim negeri harus diteruskan ke dalam kerja yang lebih terstrukur dan berdampak.

Nabil Haroen juga menilai, bahwa selama ini Nahdlatul Ulama sudah sangat getol mendukung Palestina, dengan cara yang elegan.

“Di Indonesia, Nahdlatul Ulama ( NU ) sudah jelas dukungannya terhadap Palestina, dengan kongkret memberikan bantuan, doa serta dukungan moral yang kuat. Ketum PBNU Kiai Yahya C Staquf juga melakukan berbagai gerakan strategis untuk memperkuat dukungan terhadap Palestina, serta melakukan komunikasi dengan elite-elite Israel, untuk mencari cara perdamaian terbaik,” jelasnya.

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Nabil Haroen mendorong upaya serius untuk perdamaian Israel-Palestina dalam jangka menengah dan panjang.

“Pagar Nusa mengikuti arahan PBNU untuk mendukung Palestina dengan menggalang donasi, berdoa bersama, serta menggalang kekuatan solidaritas untuk rakyat Palestina,” pungkasnya.

 

Berita Terbaru
Jumat, 11 Jul 2025 12:07 WIB

Hong Kong Tarik Peluang Kedatangan Wisatawan Indonesia di HKTB Trade & Media Luncheon Surabaya

JATIMKINI.COM, Pemerintah Hong Kong tahun ini tengah membidik kunjungan wisatawan mancanegara secara total mencapai 49 juta wisatawan yang salah satu
Kamis, 10 Jul 2025 18:48 WIB

Layanan Baru TPS Perkuat Jalur Perdagangan ke China Utara

TPS membuka layanan baru di awal semester kedua 2025 dengan mendapat kepercayaan untuk melayani rute Surabaya China Utara.
Kamis, 10 Jul 2025 12:19 WIB

EIGER Junior Kirim 2.000 Tas Sekolah untuk Anak-Anak di Pelosok Indonesia

JATIMKINI.COM, Mengawali Juli 2025, musim liburan sekolah jadi momentum EIGER Junior untuk berkeliling Indonesia. Membawa satu misi khusus, menjelajahi ribuan
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit