JATIMKINI.COM, Pemerintah Hong Kong tahun ini tengah membidik kunjungan wisatawan mancanegara secara total mencapai 49 juta wisatawan yang salah satu potensinya berasal dari Indonesia.
Dalam gelaran Hong Kong Tourism Board (HKTB) Trade and Media Luncheon di Surabaya pada Kamis (10/7/2025), Regional Director Southeast Asia HKTB, Liew Chian Jia memparkan pada 2024, Hong Kong mencatat ada 366.973 kunjungan wisawatan Indonesia. Pada Januari - Mei 2025, Hong Kong juga mencatat ada 180.000 wisatawan Indonesia atau meningkat 25% (yoy).
“Ini adalah angka yang menggembirakan berkat dukungan dari rekan-rekan media dan mitra bisnis kami,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk persentase yang lebih tinggi berasal dari Jakarta sebesar 61%. Pengunjung dari Surabaya menyumbang 9ri total kedatangan wisatawan Indonesia, sama seperti Bali karena adanya penerbangan langsung (direct) ke Hong Kong.
“Kami melihat peluang pertumbuhan strategis di Surabaya dan Medan dan berupaya meningkatkan kehadiran kami guna meningkatkan minat dan menginspirasi lebih banyak pengunjung untuk melakukan perjalanan ke Hong Kong,” imbuhnya.
Liew Chian menambahkan, besarnya potensi wisatawan dari Indonesia ini juga tak lepas dari upaya Hong Kong untuk menjadi negara destinasi yang ramah, terjangkau dan aman bagi wisatawan muslim. Hong Kong pun telah meraih penghargaan sebagai destinasi ramah, terjangkau dan aman bagi muslim.
Dalam laporan Global Muslim Travel Index (GTMI) 2025 yang dirilis CrescentRating dan MasterCard, Hong Kong menempati peringkat ke-3 di antara destinasi non-OIC (Non-Organisation of Islamic Cooperation) untuk destinasi ramah muslim, naik satu peringkat dari posisi ke-4 di tahun sebelumnya.
Memperkuat posisi ini, Hong Kong juga menduduki peringkat ke-2 secara global dalam kategori “Muslim Women Friendly Travel Destination (Non-OIC)” dan berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori baru, yaitu “Muslim-friendly Accessible Travel Destination (Non-OIC)”.
Ini menunjukkan komitmen Hong Kong dalam menyediakan pengalaman wisata yang inklusif dan nyaman bagi wisatawan muslim dari berbagai kebutuhan dan latar belakang. Penghargaan ini diberikan berdasarkan performa tahunan dalam indeks GMTI, yang memperkuat kepemimpinan dan komitmen Hong Kong dalam memastikan pariwisata ramah muslim.
Selain performa kuat dalam peringkat GMTI, Hong Kong juga meraih gelar “Most Promising Muslim-friendly Destination of the Year”. Menunjukkan daya tarik yang terus meningkat, jumlah kedatangan wisatawan dari Indonesia naik 45,2% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal I/2025, dengan durasi menginap meningkat 42,2% – indikator kuat tingginya permintaan terhadap pengalaman ramah muslim di Hong Kong.
Beberapa tempat dan destinasi di Hong Kong juga mendapatkan penghargaan atas keunggulannya dalam meningkatkan pengalaman wisata ramah muslim, antara lain: Muslim-friendly Hotel of the Year: Kowloon Shangri-La, Hong Kong, Muslim-friendly Hotel of the Year: The Mira Hong Kong, Muslim-friendly Attraction of the Year: Ngong Ping 360 Limited, dan Muslim-friendly Convention & Exhibition Centre of the Year: Hong Kong Convention and Exhibition Centre.
Hong Kong semakin memperkuat komitmennya pada pariwisata inklusif dan halal, dipimpin oleh Hong Kong Tourism Board (HKTB) dengan dukungan pemerintah. Upaya ini termasuk memperluas jumlah hotel yang mengikuti akreditasi CrescentRating (CR), yang menilai fasilitas ramah muslim seperti ketersediaan makanan halal dan fasilitas salat.
Selain itu, kota ini aktif meningkatkan akses ke restoran bersertifikat halal dan pengalaman gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim modern. Saat ini, Hong Kong memiliki 193 tempat makan yang sudah bersertifikat halal maupun dimiliki muslim, serta 61 hotel yang telah memperoleh akreditasi dari CR, bukti ketersediaan fasilitas ramah muslim di hotel-hotel tersebut.
“Sejak kami menggalakkan program ramah muslim, HKTB melihat meningkatnya minat dan partisipasi para pemangku kepentingan di Hong Kong dalam program akreditasi CR. Untuk mendukung inisiatif ini di Kawasan Asia Tenggara, kami meluncurkan kampanye khusus bernama ‘Jelajah Hong Kong’ yang menampilkan pengalaman ramah muslim agar perencanaan perjalanan lebih mudah. Kami akan terus berupaya mengangkat posisi Hong Kong sebagai destinasi ramah muslim yang populer,” imbuh Liew Chian Jia.
Editor : Peni Widarti