x
x

Fenomena Duromart Banjiri Surabaya, Pengusaha Ritel Beri Penjelasan

JATIMKINI.COM, Fenomena alfaduro atau duromart diprediksi menjadi katalisator lahirnya terobosan ritel lainnya. Keberadaan ritel tradisional ini untuk menyediakan kebutuhan pokok dengan waktu dan lokasi yang lebih memudahkan kastamer.

Menurut Ketua Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati, kehadiran alfaduro-duromart tak lepas dari kejelian pelaku usaha dalam melayani warga yang tidak bisa dilayani ritel modern.

“Ini fenomena baru sekaligus kejelian dalam menangkap peluang yang tidak diberikan ritel modern. Misalnya operasional 24 jam dan harga yang lebih kompetitif,” kata April saat dijumpai di sela peresmian kantor Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur di Jalan Soekarno, Surabaya, Jumat (27/10/2023).

Alfaduro atau duromart merupakan ritel tradisional yang mayoritas dikelola warga asal Madura. Adapun popularitasnya berada di Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Gresik. Menurut alumnus Universitas Brawijaya, Malang ini, ke depan alfaduro-duromart bisa berkembang ke kota-kota lain.

Tingginya fenomena alfaduro-duromart disebabkan belum seluruhnya masyarakat Indonesia melek teknologi. April mengakui belanja online secara value cukup tinggi, tetapi tidak seluruh masyarakat Indonesia sudah mengaplikasikan teknologi dalam berbelanja.

“Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum aware dengan teknologi. Misalnya tengah malam kehabisan makanan, belum tentu juga teknologi bisa melayani. Nah, kehadiran alfaduro atau duromart bisa menjadi opsi,” jelasnya.

Terobosan mengelola ritel tradisional ini merupakan langkah maju ditengah gempuran teknologi. Tidak tertutup kemungkinan ritel memunculkan fenomena lain dalam beberapa tahun ke depan. April menjelaskan pengelolaan ritel tidak bisa lepas dari dua hal.

“Ritel tidak bisa lepas dari dua hal demografi dan jasa konstruksi. Semakin padat penduduk, akan semakin tinggi kebutuhan hunian. Begitu juga dengan pembangunan bisa mendongkrak ritel,” urai April.

Dijelaskan April, ritel memiliki lima format yang meliputi minimarket, supermarket, hypermart, departement store dan pergudangan atau grosir. 

Pasar ritel diprediksi tumbuh sekitar 3 hingga 3,5 persen year on year (yoy), meski di bawah bayang-bayang tingginya inflasi pada akhir tahun ini. Pertumbuhan bisa sesuai prediksi dengan catatan, pemerintah bisa mengendalikan inflasi di bawah 4 persen.

Berita Terbaru
Kamis, 10 Jul 2025 10:24 WIB

ASEAN Perkuat Sentralitas dan Solidaritas Menuju Visi 2045 di AMM ke-58 Kuala Lumpur

Sentralitas ASEAN, koordinasi, kolaborasi dan solidaritas antara kebijakan luar negeri dan ekonomi mewujudkan "Visi ASEAN 2045 : Masa Depan Kita Bersama"
Rabu, 09 Jul 2025 19:25 WIB

Sempat Terganggu Pasca Insiden RTG, Layanan TPK Bitung Kembali Normal Sejak Awal Juli

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja pelayanan peti kemas di TPK Bitung pasca insiden
Rabu, 09 Jul 2025 16:01 WIB

Produksi Melimpah Tapi Perut Rakyat Masih Keroncongan

Dibalik gegap gempita pernyataan pemerintah mengenai keberhasilan sektor pangan nasional, muncul satu ironi yang menggigit
Rabu, 09 Jul 2025 13:36 WIB

Bertepatan Pembukaan Fortasi, SMAMX Beri Reward Siswa Peraih Medali Porprov IX Jatim

Kepala SMA Muhammadiyah 10 (SMAMX) Surabaya resmi memberikan penghargaan dan apresiasi pada 23 siswa peraih medali ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov ) IX
Rabu, 09 Jul 2025 13:32 WIB

PTPN I Regional 5 Beri Bantuan Infrastruktur Pendidikan untuk Yayasan Yatim Kepodang Mandiri Sidoarjo

JATIMKINI.COM, Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pendidikan masyarakat sekitar, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 memberikan bantuan Tanggung
Rabu, 09 Jul 2025 13:26 WIB

Perkembangan Pasar Modal: Stabil tapi Rawan

Perkembangan pasar modal dalam negeri masih resilien meski dihadapkan dengan sejumlah indikator global, yang bisa membawa dampak besar.