x
x

Upaya Pemkot Surabaya Hadapi Over Supply Hotel

JATIMKINI.COM, Pelaku usaha pertehotelan di Surabaya mulai was-was. Sebab ada indikasi jumlah hotel di Surabaya melebih kapasitas daya tampung tamu. Indikasi itu tak lepas dari beberapa hotel yang memiliki okupansi di bawah 50 persen.

Menyikapi indikasi itu, Wali Kota Eri Cahyadi berusaha menaikkan okupansi hotel di Surabaya. Menurutnya, kalender event yang ada harus bisa mendongkrak tingkat hunian kamar hotel.

“Saya katakan indikasinya, ya. Karena masih perlu kajian. Kalau memang over supply, harus diambil kebijakan. Misalnya perizinan (hotel) berhenti dulu,” kata Eri Cahyadi di sela pertemuan dengan Casa Grande di Artotel TS Suite Surabaya, Rabu (23/8/2023) malam. Casa Grande adalah organisasi general manager hotel se-Surabaya.

Namun demikian, Eri Cahyadi meminta keterbukaan okupansi hotel. Keterbukaan ini penting agar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, selaku regulator, bisa mengambil kebijakan.

“Jangan sampai hotel di Surabaya semakin banyak tapi gaono sing melbu (tidak ada tamu). Wisatawan yang masuk 10 ribu, tapi hotel e wes 30 ewu, melaku iso menceng (hotelnya ada 30 ribu, jalannya usaha bisa timpang),” ungkapnya.

Terkait meningkatkan okupansi hotel, Pemkot Surabaya berusaha mempromosikan kalender event di luar daerah hingga luar negeri. Tidak hanya itu, pemkot juga berusaha memperkenalkan budaya maupun kesenian yang bisa dijual sebagai objek wisata.

“Minggu depan dibicarakan lebih teknis. Misalnya agenda event setahun, apa yang bisa didapat hotel dan UMKM. Promo mesisan nang luar negeri (sekalian di luar negeri),” Eri memungkasi.

Sementara itu Presiden Casa Grande, Yoyo Wardoyo memuji langkah yang diambil Pemkot Surabaya. Setidaknya pemerintah telah mendengar kondisi yang dihadapi pelaku usaha perhotelan. Namun ia menampik bila jumlah hotel di Surabaya sudah over supply.

“Jumlah hotel di Surabaya memang banyak, tapi saya tidak punya data riil. Kajian itu bisa dimintakan ke BPS atau organisasi perhotelan lainnya,” ungkap Yoyo, sapaannya.

Ia tidak menampik okupansi hotel di Surabaya ada yang mencapai 90 persen, tetapi ada pula yang masih 40 persen. Sementara rate (harga) hotel di Surabaya masih di bawah rata-rata kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

"Ini (harga murah) yang perlu digali. Prinsipnya tanggapan pak wali positif. Mudah-mudahan minggu depan pertemuannya bisa melahirkan solusi terbaik,” Wardoyo memungkasi.

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur