x
x

BEI Siap Terbitkan ETF Emas, Investasi Emas Kini Semakin Mudah dan Likuid

JATIMKINI.COM, Pasar modal Indonesia bersiap memasuki era baru investasi berbasis emas. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mendorong penerbitan ETF Emas, instrumen investasi yang menggabungkan keunggulan emas sebagai aset lindung nilai dengan fleksibilitas transaksi di bursa saham.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program reformasi ETF yang digalakkan BEI untuk memperluas variasi produk investasi di pasar modal. ETF Emas diharapkan mampu membuka akses investasi emas yang lebih mudah, modern, likuid, dan terjangkau bagi investor ritel maupun institusi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa minat pelaku industri terhadap penerbitan ETF Emas tergolong tinggi. Saat ini, tujuh Manajer Investasi (MI) telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas ke BEI.

“Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI,” ujar Jeffrey.

Pengembangan ETF Emas mendapat dukungan penuh dari regulator. Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 2 Tahun 2026 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang Unit Penyertaannya Diperdagangkan di Bursa Efek dengan Aset yang Mendasari Berupa Emas.

“Kami juga telah melakukan penyesuaian aturan terkait pencatatan dan perdagangan ETF untuk mengakomodasi kehadiran ETF Emas,” lanjutnya.

Emas yang menjadi aset dasar wajib memenuhi standar kemurnian minimum 99,5 persen sesuai standar global London Bullion Market Association (LBMA) atau 99,9 persen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Emas fisik disimpan secara aman di lembaga kustodian dan penyimpan emas berizin.

Menariknya, ETF Emas di Indonesia juga dapat diterbitkan dengan prinsip syariah. Produk ini telah memperoleh Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VIII/2025 tentang ETF Syariah Emas.

Dengan fatwa tersebut, ETF Emas diharapkan menjangkau investor syariah yang selama ini mencari instrumen investasi emas sesuai prinsip syariat Islam. ETF Syariah Emas wajib terhindar dari riba, gharar, maysir, dan dharar, serta setiap unit yang diterbitkan wajib memiliki underlying emas fisik yang tersimpan dalam allocated account.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menjadi primadona. Pelemahan dolar AS, perubahan arah suku bunga global, hingga tensi geopolitik membuat investor kembali mencari aset lindung nilai atau safe haven.

Data BEI menunjukkan sepanjang 2025, emas menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan tertinggi. Dalam 10 tahun terakhir, emas mencatat imbal hasil kompetitif dan memiliki korelasi rendah terhadap saham maupun obligasi. 

“Karakteristik ini membuat emas relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio,” lanjut Jeffery menambahkan.

Indonesia memiliki posisi strategis sebagai salah satu produsen emas terbesar global dengan cadangan besar. Kehadiran ETF Emas di pasar modal diharapkan menjadi jembatan antara produksi emas nasional dengan kebutuhan investasi domestik dan global.

Jumlah investor pasar modal Indonesia terus tumbuh pesat. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor tercatat melampaui 27 juta. Dengan kapitalisasi pasar besar dan transaksi harian meningkat, pasar modal dinilai siap menjadi kanal distribusi investasi emas yang efisien dan transparan.

ETF Emas berbentuk reksa dana kontrak investasi kolektif yang unitnya diperdagangkan di BEI layaknya saham. Investor dapat membeli melalui aplikasi online trading dengan transaksi real-time.

Berita Terbaru
Jumat, 03 Jul 2026 09:54 WIB

Integrasikan Potensi Bisnis, BRI BO Surabaya Jemursari & Lintas Asosiasi Jatim Jajaki Kerja Sama

JATIMKINI.COM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Branch Office (BO) Surabaya Jemursari terus berkomitmen untuk memperluas jaringan kolaborasi guna
Kamis, 02 Jul 2026 14:57 WIB

Kurangi Volume Sampah Organik, Mahasiswa UPN Veteran Jatim Kenalkan Galon Takakura. Ini Manfaatnya

Guna mengurangi volume sampah organik rumah tangga sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis Mahasiswa UPN Vetaran Jatim kenalkan metode galon Takakura
Kamis, 02 Jul 2026 12:59 WIB

Bank UMKM Jatim Raih GCG Awards 2026, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corpo
Rabu, 01 Jul 2026 15:55 WIB

Jamkrida Jatim Ajukan Penyertaan Modal untuk Dukung UMKM Jawa Timur

PT Jamkrida Jawa Timur mengajukan tambahan penyertaan modal Rp100 miliar untuk meningkatkan kapasitas penjaminan kredit hingga Rp4 triliun dan memperluas akses
Rabu, 01 Jul 2026 08:10 WIB

Lewat #MSGYangBenar, Sasa Lawan Mitos Penggunaan MSG Tidak Baik Untuk Kesehatan

Berdasarkan data FDA dan WHO menunjukkan natrium dalam MSG hanya 12%, jauh lebih rendah dibanding garam dapur yang mencapai 40%
Selasa, 30 Jun 2026 21:35 WIB

Bidik Penjualan Rp447 Miliar di 2026, Langgeng Makmur Waspadai Konflik Geopolitik hingga Kurs Rupiah

JATIMKINI.COM, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) mematok target penjualan 2026 sebesar Rp447 miliar. Meski turun dibanding realisasi 2025, manajemen