JATIMKINI.COM, Perdagangan saham dan reksa dana sejauh ini paling banyak diketahui di pasar modal. Namun belum banyak yang mengetahui exchange traded fund, atau reksa dana kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan layaknya saham.
Keduanya memiliki perbedaan yang mencolok. Saham merupakan sekuritas perwakilan perusahaan yang membagikan dividen dan capital gains bagi pemegang. Ini berbeda dengan exchange traded fund (ETF) menawarkan cara yang jauh lebih aman.
“ETF, pada dasarnya hampir sama dengan reksa dana, tetapi ia diperdagangkan ritel. Pasar modal ini lebih cocok bagi beginner (pemula),” ujar Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jawa Timur, Cita Mellisa, di sela workshop dengan media, Rabu (6/5/2026).
Ia menambahkan bahwa risiko ETF lebih tersebar, karena diperdagangkan dalam satu paket. Selain itu, produk ini bersifat pasif dengan mereplikasi indeks serta lebih transparan.
“Biasanya cocok untuk investasi jangka panjang. Umpama, untuk menghadapi masa pensiun,” lanjut Cita.
Meski memiliki deretan keuntungan, bukan berarti ETF menjadi pilihan investor di Indonesia. sebaliknya, ETF kerap terpinggirkan lantaran minimnya info, literasi, dan edukasi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Branch Manager Indo Premier Sekuritas, Marco Rijkaard Pereira, terkait keuntungan instrumen yang lebih ringan ini. Pada dasarnya ETF mulai diperdagangkan di Indonesia pada 2007, setelah diperkenalkan pada 1976.
“Pada dasarnya ETF dan reksa dana hampir sama. Bedanya terletak pada proses jual beli. Jika ETF diperdagangkan layaknya saham, sedangkan reksa dana jual beli melalui manajer investasi,” ujar Marco.
Marco membedah diversifikasi keamanan antara saham dengan ETF. Instrumen terakhir ini menampilkan seluruh portofolio (transparan) dan tidak harus dipantau setiap saat. Meskipun perdagangannya mengikuti jam bursa saham.
Secara umum, ETF terbagi dalam dua produk, aktif dan pasif. Untuk yang aktif bisa menyesuaikan kondisi pasar, sedangkan pasit mengikuti indeks. Kebanyakan yang pasif inilah yang dipilih investor dalam negeri,” tegas Marco.
Masih belum banyaknya pengetahuan terkait ETF mendorong BEI untuk lebih intens memperkenalkan semua produk investasi.
Editor : Rochman Arief