JATIMKINI.COM - Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya berlangsung panas dan kompetitif sejak bergulir di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (22/4/2026). Ajang ini diikuti ratusan student-athlete dari 17 perguruan tinggi dengan komposisi 16 tim putra dan 8 tim putri.
Memasuki babak semifinal pada Selasa (28/4/2026), peta persaingan semakin mengerucut. Dari sektor putri, Universitas Ciputra Makassar memastikan tiket final setelah mengalahkan Universitas Airlangga dengan skor 52-39. Sementara di sektor putra, Universitas Cendrawasih tampil impresif usai menundukkan Universitas Negeri Malang (UM) dengan skor telak 92-63.
Hasil tersebut menunjukkan tim luar Pulau Jawa mampu bersaing dan menembus dominasi kampus-kampus unggulan di Jawa Timur.
Di semifinal lainnya, tim putri Universitas Surabaya (Ubaya) tampil superior dengan kemenangan mencolok 105-19 atas Universitas Brawijaya. Sejak tip-off, Ubaya langsung menekan dan menutup paruh pertama dengan keunggulan 47-14. Dominasi berlanjut hingga akhir laga, memastikan tiket final regional.
Pelatih Ubaya, Wellyanto Pribadi, mengaku belum sepenuhnya puas dengan performa timnya.
“Masih banyak hal yang harus dievaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan,” ujarnya usai pertandingan.
Pemain andalan Ubaya, Evelyn Fiyo, menjadi motor serangan dengan torehan 18 poin. Kapten tim, Mayviana Lysandra Tandiono, menegaskan pentingnya evaluasi jelang final.
“Kami harus lebih percaya satu sama lain dan tidak meremehkan lawan,” katanya.
Sementara itu, di sektor putra, Ubaya kembali menunjukkan dominasi dengan mengalahkan tuan rumah Unesa 87-20. Kemenangan ini mengantarkan Ubaya ke final menghadapi Universitas Cendrawasih.
Kapten tim putra Ubaya, Albert Richard, menegaskan kesiapan timnya.
“Kami selalu memberikan effort 100 persen dan fokus pada arahan pelatih,” ujarnya.
Pelatih Ubaya, Ivan Widianto Tjahjono, menyebut peningkatan sektor pertahanan menjadi kunci kemenangan. Namun, ia menegaskan perlunya strategi khusus menghadapi Uncen di final.
“Kami sudah menyiapkan cara untuk memecah full press mereka,” jelasnya.
Dari sisi penyelenggaraan, Head of Competition Campus League, Dave Leopold, menilai Surabaya layak disebut sebagai salah satu pusat basket kampus di Indonesia. Ia menyebut keikutsertaan 24 tim di edisi perdana menjadi indikator positif.
“Campus League bukan hanya soal hasil, tetapi membangun ekosistem dan kualitas basket kampus secara berkelanjutan,” tegasnya.
Editor : Ali Topan