x
x

BI Jatim : Sinergi Lintas Sektor Perlu Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi di Tengah Geopolitik  

Di tengah dinamika geopoltik global yang semakin meningkat, khususnya eskalasi konflik di Timur Tengah, diperlukan sinergi, kolaborasi, serta langkah adaptif untuk menjaga stabilitas dan melanjutkan momentum pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. 

Kinerja ekonomi Jawa Timur yang tetap solid, dengan pertumbuhan sebesar 5,3% (yoy) pada 2025, menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.  

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahm, menegaskan bahwa ketahanan ekonomi Jawa Timur harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor.  

“Diperlukan sinergi dan adaptasi untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di tengah kondisi global saat ini,” katanya dikutip dalam rilis, Kamis (2/4/2026) 

Penegasan itu disampaikan dalam pembukaan acara Jatim Talk di Surabaya (1/4/26), yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, pimpinan OPD, perwakilan konsulat negara sahabat, pelaku usaha, perbankan, serta akademisi.  

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya peran strategis Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. 

Menurutnya, peran ini diwujudkan melalui penguatan kerja sama perdagangan dan investasi antar daerah, percepatan hilirisasi komoditas strategis, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif guna menjaga kesmambungan pertumbuhan ekonomi. 

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur juga memegang peran penting dalam menjaga stabilitas pasokan. Upaya tersebut didukung melalui hilirisasi lanjutan dari bahan baku olahan, penguatan distribusi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.  

Dalam mendukung agenda tersebut, Bank Indonesia Jawa Timur sebagai advisor pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi strategis. 

Salah satu bentuk kolaborasi adalah penyelenggaraan acara Jatim Talk bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISE Cabang Surabaya Koordmator Jawa Timur. Seminar ini mengangkat tema “Sinergi Penguatan Daya Sang Jawa Timur melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan dan iklim Investasi Berkelanjutan”, sekahgus menjadi bagian dari diseminasi  

Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Jawa Timur yang diterbitkan secara triwulanan. Kegiatan ini juga merupakan rangkalan menuju East Java Economic Forum (EJAVÊC) 2026 yang akan diselenggarakan pada September 2026.  

Lebih lanjut, Jatim Talik menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan langkah antar pemangku kepentingan dalam merespons dinamika ekonomi global, khususnya dampak konflik geopolitik. Diskusi menghadirkan berbagai narasumber, antara lam Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ekonom Bank Mandiri, serta Guru Besar Ekonomi Universitas Airlangga.  

Dari diskusi tersebut, mengemuka benang merah bahwa kondisi global saat ini berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian nasional maupun Jawa Timur. Namun demikian, peluang tetap terbuka melalui pemanfaatan sumber pertumbuhan baru, penguatan iklim investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta dukungan kebijakan strategis yang terarah.  

Sebagai bentuk konkret dukungan terhadap pemerintah daerah, pada akhir acara Bank Indonesia Jawa Timur menyerahkan buku LPP kepada Gubernur Jawa Timur. 

Buku tersebut memuat sejumlah rekomendasi kebijakan utama, yaitu: (1) pembangunan dan integrasi distribusi barang; (2) percepatan investasi untuk mendukung hilirisasi industri, termasuk komoditas pertanian unggulan; (3) penguatan ketahanan pangan dan agribisnis dalam pengendalian inflasi; (4) pengembangan sektor pariwisata, ekonomi syariah, dan UMKM serta optimalisasi kredit produktif; (5) optimalisasi pendapatan asli daerah pasca-opsen; (6) percepatan dan perluasan digitalisasi fiskal serta sistem pembayaran; dan (7) peningkatan produktivitas tenaga kerja dan kesejahteraan perdesaan. 

Rekomendasi tersebut merupakan hasil kajian berbasis riset yang disusun melalui karya tulis dalam rangkaian East Java Economic Forum (EJAVEO).

 

 

Berita Terbaru
Kamis, 02 Apr 2026 17:01 WIB

Polda Jatim Satukan Persebaya dan Arema Jelang Laga Super League 2026

Guna memperkuat komitmen menjaga kondusivitas jelang laga BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, 28 April mendatang
Kamis, 02 Apr 2026 16:32 WIB

Lem Rajawali Rebranding, Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lebih Agresif

Lem Rajawali melakukan rebranding dan menargetkan pertumbuhan bisnis hingga 50 persen pada 2026.
Kamis, 02 Apr 2026 16:20 WIB

TPK Bitung & TPK Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa Bumi 7,6 SR 

JATIMKINI.COM, Operasional Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung dan TPK Ternate telah kembali berjalan normal setelah sempat dihentikan sementara akibat gempa bumi
Rabu, 01 Apr 2026 17:11 WIB

Pakuwon Jati Cetak Laba Bersih Rp2,76 Triliun di 2025

JATIMKINI.COM, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali mencatatkan kinerja yang tangguh selama 2025 yang mencerminkan kekuatan model bisnis yang terdiversifikasi
Rabu, 01 Apr 2026 14:16 WIB

Urbanisasi Pasca-Idulfitri di Surabaya Ancam Persoalan Sosial, Fuad Benardi: Jangan Coba-coba!

Urbanisasi pasca-Idulfitri di Surabaya memicu pengangguran dan persoalan sosial lantaran tidak didukung keterampilan.
Selasa, 31 Mar 2026 17:26 WIB

Kinerja Operasional Merdeka Copper Gold 2025 Meningkat Signifikan

Kinerja operasional Merdeka Copper Gold 2025 meningkat signifikan didorong produksi emas, nikel, dan proyek strategis.