JATIMKINI.COM, Transformasi besar dilakukan Lem Rajawali pada 2026. Brand legendaris asal Surabaya ini resmi memperbarui identitasnya sekaligus meluncurkan sejumlah produk baru untuk memperkuat posisinya di industri lem nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendekatkan diri dengan pasar, khususnya pelaku UMKM dan perajin lokal di Jawa Timur.
Transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran logo baru yang lebih modern, serta hadirnya tiga produk anyar: Rajawali Ultra Glue, Rajawali Silicone Sealant, dan Rajawali Plamir Instant.
Managing Director PT Mikatasa Agung, Martin Hendriadi, menyebut perubahan ini bukan sekadar pembaruan tampilan. Lebih dari itu, transformasi dilakukan untuk memperkuat peran Lem Rajawali dalam rantai ekonomi lokal.
“Pertumbuhan Lem Rajawali tak lepas dari dukungan para mitra dan pengguna di daerah. Kami ingin terus berkontribusi terhadap ekosistem toko bangunan dan perajin lokal,” ujarnya.
Selama lebih dari 40 tahun, Lem Rajawali telah menjadi bagian penting bagi berbagai sektor, mulai dari perajin furnitur, sepatu, hingga kebutuhan dekorasi rumah. Kini, melalui semangat transformasi “Next Level”, perusahaan ingin menghadirkan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar.
Tiga produk baru yang diluncurkan dirancang untuk menjawab tantangan teknis di lapangan. Mulai dari kebutuhan daya rekat tinggi hingga kemudahan penggunaan bagi masyarakat umum. “Distribusi telah menjangkau ribuan mitra di Jatim, ini menjadi kekuatan utama dalam memperluas penetrasi pasar,” lanjutnya.
Dari sisi kinerja, Lem Rajawali mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 35 persen sepanjang 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan pun membidik pertumbuhan hingga 50 persen pada semester pertama 2026, seiring dengan dampak transformasi yang tengah berjalan.
Saat ini, Lem Rajawali didukung lebih dari 5.000 mitra di Jawa Timur dan sekitar 25.000 outlet secara nasional. Ke depan, ekspansi pasar akan difokuskan ke luar Pulau Jawa, terutama wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Tak hanya itu, perusahaan juga menyiapkan peningkatan alokasi investasi hingga 60 persen untuk pengembangan produk dan penguatan pasar. Dalam jangka menengah, Lem Rajawali bahkan membidik pasar ekspor sebagai bagian dari strategi pertumbuhan.
Dengan langkah ini, Lem Rajawali tidak hanya ingin mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar, tetapi juga mempertegas diri sebagai brand lokal yang terus beradaptasi dan tumbuh bersama pelaku usaha di daerah.
Editor : Rochman Arief