x
x

Penggunaan Genteng Bisa Turunkan Ketergantungan Impor Seng

JATIMKINI.COM, Penggunaan genteng sebagai pengganti seng menjadi salah satu prioritas yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dengan pemakaian genteng bisa menekan ketergantungan pada produk seng.

Pogram presiden disambut baik DPD Partai Gerindra Jawa Timur sebagai langkah tegas. Bendahara Gerindra Jatim, Ferdians Reza Alvisa berharap penggantian seng menjadi genteng bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. 

"Impor atap seng itu hampir Rp5 Triliun setiap tahunnya. Belum lagi kalau atap dari asbes itu bisa membahayakan kesehatan. Kalau genteng dari tanah liat relatif awet dan aman bagi manusia," kata Alvisa.

Selain menekan produk impor, penggunaan genteng juga mampu membangitkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Alvis yakin program peralihan seng menjadi genteng dapat membuka banyak lapangan kerja, karena tergolong padat karya. Ia lantas mencontohkan penggunaan genteng pada rumah subsidi. 

Hitungan kasarnya, satu rumah membutuhkan sekitar seribu genteng. Prediksi ini bisa meningkatkan permintaan di industri tersebut. "Orderan genteng ke pelaku UKM akan meningkat dan berpotensi menambah ribuan bahkan puluhan ribu lapangan kerja baru," katanya.

Pakar ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono menilai hal yang sama. Menurutnya, kampanye penggunaan genteng bisa meningkatkan pemasukan UMKM di sektor tersebut. 

"Program bagus untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat yang mungkin tidak mampu dan membangkitkan UKM lokal pengolahan genteng," kata Hendry.

Namun demikian, Hendry masih menunggu bagaimana penerapan kebijakan gentingisasi tersebut. Dirinya berharap bisa melibatkan para pelaku UMKM. 

“Karena ini adalah kebijakan yang top down atau langsung dari pusat, maka petunjuk teknis pelaksanaan mulai dari proses pra-produksi, produksi sampai eksekusi ke ke rumah tangga penerima manfaat harus jelas, terstandar, akuntabel dan transparan," beber Hendry.

Namun demikian, Hendry mengingatkan agar program ini tidak menambah beban APBN yang sudah berat. Mengingat defisit APBN 2025 telah mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap PDB.

Berita Terbaru
Kamis, 12 Feb 2026 16:24 WIB

Jatim Siapkan Upaya Antisipasi Banjir Kawasan DAS Bengawan Solo 

JATIMKINI.COM, Kejadian bencana banjir besar Bengawan Solo sudah terjadi 10 kali dan kerap berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.  Banjir besar
Kamis, 12 Feb 2026 16:06 WIB

Gedung DPRD Surabaya Diselimuti Duka, Adi Sutarwijono Diantar ke Peristirahatan Terakhir

Suasana duka menyelimuti Gedung DPRD Surabaya saat jenazah Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, disemayamkan untuk prosesi penghormatan terakhir
Kamis, 12 Feb 2026 15:13 WIB

Peringati Bulan K3 Nasional 2026, TPK Perawang Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

JATIMKINI.COM, Terminal Petikemas (TPK) Perawang memperingati Bulan Keselamatandan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan
Kamis, 12 Feb 2026 10:59 WIB

Di Anggap Tidak Transparan P3I Mulai Pertanyakan Perwali Nomor 73 Tahun 2025

Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur menilai bahwa Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya Nomor 73 Tahun 2025
Kamis, 12 Feb 2026 10:53 WIB

Lembah Karangduren Jadi Kawah Candradimuka Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang Cakap BCLS

JATIMKINI.COM, Lembah Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi kawah candradimuka bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang.
Kamis, 12 Feb 2026 07:02 WIB

Rangkaian HPN 2026 PWI Jatim Kembali Gelar Donor Darah

Rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya