x
x

Urbanisasi Pasca-Idulfitri di Surabaya Ancam Persoalan Sosial, Fuad Benardi: Jangan Coba-coba!

JATIMKINI.COM, Fenomena urbanisasi pasca-Idulfitri di Surabaya masih menjadi momok. Setidaknya terdata ribuan warga musiman dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Kota Pahlawan untuk mengadu nasib. Sayangnya banyak yang datang tanpa bekal keterampilan, dan justru berisiko tak terserap dunia kerja.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi, mengingatkan agar para pendatang tidak gegabah. Menurutnya, urbanisasi pasca-Idulfitri di Surabaya memang selalu meningkat setiap tahun, tetapi persaingan kerja di kota besar sangat ketat.

“Urbanisasi pasca-Lebaran itu pasti terjadi. Banyak masyarakat ingin mencari peluang kerja di kota untuk pendapatan yang lebih baik,” ujar Fuad.

Namun, ia menegaskan bahwa tanpa kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun sektor rumah tangga, para pendatang justru menghadapi kesulitan hidup. Banyak yang akhirnya bekerja di sektor informal seperti UMKM, pekerja lepas, hingga jasa rumah tangga.

“Harapan kami, yang datang ke kota tidak sekadar coba-coba atau ikut-ikutan. Mereka harus punya skill dan kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha atau perusahaan,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Surabaya, Fuad menilai urbanisasi pasca-Idulfitri di Surabaya yang tidak terkelola dengan baik berpotensi memicu persoalan sosial. Pendatang tanpa keterampilan berisiko menjadi pengangguran dan akhirnya menambah beban kota.

“Jangan sampai niat mencari kerja malah berujung menganggur karena kalah bersaing. Ini yang bisa memicu permasalahan sosial,” katanya.

Fuad juga menyoroti akar persoalan utama, yakni ketimpangan pembangunan ekonomi antar daerah. Menurutnya, jika pemerataan ekonomi terwujud di seluruh Jawa Timur, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk mencari penghidupan.

“Harapannya, pemerataan ekonomi bisa terwujud di seluruh daerah di Jawa Timur. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota untuk mencari penghidupan,” jelasnya.

“Kalau ekonomi di daerah sudah merata dan berkembang, maka urbanisasi bisa ditekan. Masyarakat bisa tetap tinggal dan bekerja di daerah asalnya,” pungkasnya.

Urbanisasi pasca-Idulfitri di Surabaya menjadi fenomena tahunan. Ribuan pendatang dari Madura, Tapal Kuda, Jawa Tengah, hingga Indonesia Timur datang setiap tahunnya. 

Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk 2,9 hingga 3,1 juta jiwa, dengan kepadatan 8.000–9.000 jiwa per kilometer persegi memang menjadi magnet utama di kawasan Gerbangkertosusila yang berpenduduk 9 hingga 10 juta jiwa.

Meski pertumbuhan alami penduduk relatif rendah, sekitar 0,5 hingga 1 persen per tahun, lonjakan urbanisasi musiman menjadi faktor utama yang mempercepat tekanan terhadap kota. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi memicu pengangguran, permukiman padat, hingga meningkatnya kemiskinan. 

Berita Terbaru
Selasa, 31 Mar 2026 17:26 WIB

Kinerja Operasional Merdeka Copper Gold 2025 Meningkat Signifikan

Kinerja operasional Merdeka Copper Gold 2025 meningkat signifikan didorong produksi emas, nikel, dan proyek strategis.
Selasa, 31 Mar 2026 12:52 WIB

Viral Harga BBM Bakal Naik, Pertamina Sebut Informasi Beredar itu Invalid

JATIMKINI.COM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak ada proyeksi kenaikan harga per 1 April 2026 seperti
Senin, 30 Mar 2026 20:45 WIB

Kinerja Laba Bank Jatim 2025 Capai Rp1,54 Triliun

JATIMKINI.COM, Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) berhasil melewati 2025 dengan kinerja
Senin, 30 Mar 2026 20:31 WIB

Layanan Listrik Ramadan hingga Idulfitri Dijaga, PLN Nusantara Power Siapkan 14,1 GW

PLN Nusantara Power memastikan layanan listrik Ramadan hingga Idulfitri tetap andal dengan pasokan 14,1 GW dan ribuan personel siaga di seluruh Indonesia.
Senin, 30 Mar 2026 17:16 WIB

Bandara Internasional Juanda Layani 766.175 Penumpang selama Mudik Lebaran 2026, Naik 5%

Selama posko Lebaran 2026, Bandara Internasional Juanda melayani 766.175 penumpang dan 5.020 pesawat. Jakarta rute favorit dengan 142.894 penumpang.
Minggu, 29 Mar 2026 12:02 WIB

Dukung Earth Hour 2026, ARTOTEL TS Suites Surabaya Komitmen Jaga Lingkungan

ARTOTEL TS Suites Surabaya menunjukkan komitmen keberlanjutan dengan ikut Earth Hour 2026 melalui aksi hemat energi satu jam.