JATIMKINI.COM, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) kembali mencatatkan kinerja yang tangguh selama 2025 yang mencerminkan kekuatan model bisnis yang terdiversifikasi serta strategi jangka panjang yang solid.
Adapun perseroan membukukan pendapatan bersih untuk 2025 sebesar Rp7,11 triliun, meningkat 7% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,67 triliun.
Laba kotor tercatat sebesar Rp3,94 triliun, naik 5% dibandingkan Rp3,77 triliun pada tahun sebelumnya, sementara mencatat EBITDA sebesar Rp3,71 triliun, di mana meningkat 3ri Rp 3,58 triliun pada tahun sebelumnya.
Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, dari capaian seluruh kinerja itu, perseroan mencatatkan kinerja laba bersih yang tumbuh sebesar 14ri Rp2,42 triliun pada 2024 menjadi Rp2,76 triliun pada 2025.
“Capaian laba bersih ini mencerminkan disiplin eksekusi serta kemampuan Perseroan dalam terus menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus membangun legacy jangka panjang,” ujarnya dikutip dalam siaran pers, Senin (30/3/2026).
Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih dimana di dukung oleh pendapatan berulang yang terdiri dari segmen pusat perbelanjaan ritel yang meningkat 14ri Rp3,43 triliun pada tahun sebelumnya, menjadi Rp 3,93 triliun.
Sementara itu, pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp273 miliar, turun 26ri Rp 369 miliar pada tahun sebelumnya, dan pendapatan dari bisnis perhotelan mencapai Rp 1,42 triliun, meningkat 2ri Rp 1,38 triliun pada tahun sebelumnya.
Development revenue relatif stabil, dari Rp 1,48 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp 1,49 triliun. Rincian pendapatan berdasarkan segmen menunjukkan bahwa sewa ritel memberikan kontribusi sebesar 55%, diikuti oleh hotel dan serviced apartment sebesar 20%, sewa perkantoran sebesar
4%, penjualan kondominium sebesar 14%, penjualan rumah tapak sebesar 6%, dan penjualan perkantoran sebesar 1%.
Minarto menambahkan, untuk marketing sales pada 2025, perseroan mencatat marketing sales sebesar Rp1,3 triliun, terutama berasal dari penjualan unit apartment di Pakuwon Mall Surabaya dan Pakuwon Residences Bekasi serta didukung oleh penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.
“Sekitar 63ri total marketing sales Perseroan berasal dari program insentif PPNDTP yang dicanangkan pemerintah sejak kuartal IV/2023. Komposisi penjualan terdiri dari condominium dan office sebesar 62% serta landed houses sebesar 38%,” tambahnya.
Pakuwon sendiri telah merealisasikan belanja modal pada 2025 sebesar Rp1,21 triliun, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3 dan Pakuwon Mall Surabaya tahap 5.
Editor : Peni Widarti