JATIMKINI.COM, PT Siantar Top Tbk (STTP) meyakini kinerja penjualan sampai akkhir 2025 ini bisa tumbuh setidaknya 4% - 5% di tengah kondisi perekonomian domestik maupun global yang kurang stabil.
Direktur Utama Siantar Top, Armin mengatakan, kinerja penjualan tahun ini hingga kuartal III terelaisasi sebesar Rp3,86 triliun atau naik sebesar Rp160,88 miliar atau 4,35% dibandingkan periode sama tahun lalu yakni Rp3,70 triliun. Dari penjualan itu, perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp885 miliar.
“Perseroan terus berupaya untuk memanfaatkan peluang bisnis demi mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya dalam paparan publik, Selasa (9/12/2025).
Dia mengatakan, meski kondisi perekonomian tidak stabil tetapi perseroan tetap melakukan pengembangan produk maupun pasar, setidaknya setiap tahun 3 - 5 varian produk baik biskuit, kerupuk maupun noddle. Saat ini, perseroan sudah masuk di Asia Pasifik dan Timur Tengah.
“Kita terus berupaya melakukan pengembangan pasar termasuk pasar internasional. Kalau Timur Tengah itu kita fokus ke negara-negara yang kita belum masuk, dan negara yang sudah masuk, kita coba masuk lebih dalam. Kita juga coba rambah ke Kanada dan AS, lalu kita sudah mulai masuk ke Soviet dan sekitarnya,” jelasnya.
Direktur Siantar Top, Suwanto menambahkan, kondisi pasar ekspor sebenarnya cukup bagus bagus di tengah kondisi saat ini. Sedangkan pasar domestik tahun ini sedikit melambat seperti tahun lalu.
“Ekspor telah memberikan sumbasih dengan pertumbuhan 4% - 5%, dan kontribusinya terhadap penjualan kita sudah mencapai 18%,” katanya.
Untuk tahun depan, tambah Suwanto, perseroan masih tetap mempertimbangkan kondisi perekonomian yang kurang stabil dalam melakukan aksi korporasi. Meski begitu, tahun depan perseroan memproyeksikan kinerja penjualan bisa tumbuh dua digit.
Editor : Peni Widarti