JATIMKINI.COM, Selasa, 9 Desember 2025 menjdi momen penting bagi Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kampus di bawah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) itu bertransformasi dari UMSurabaya menjadi Umsura.
Rektor Umsura, Mundakir menegaskan bahwa rebranding ini bukan sekadar berganti nama. Di dalamnya juga mengusung semangat baru, energi baru, dan identitas baru. Perubahan ini juga bertepatan satu tahun kepemimpinan Mundakir sebagai panglima.
“Mulai hari ini, universitas secara resmi memperkenalkan singkatan Umsura. Logo baru ini mencerminkan karakter kampus yang modern, progresif, dan berani,” ujar Mundakir di Gedung At Taawun, di hadapan civitas akademika dan mitra strategis.
Transformasi ini juga dibarengi dengan peluncuran tujuh program prioritas. Salah satu di dalamnya adalah perubahan nama fakultas dan penambahan prodi baru, serta penyesuaian nomenklatur.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan kini menjadi Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS). Sedangkan Fakultas Agama Islam menjadi Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP).
“Dari tujuh program prioritas ini juga akan membangun Harmony Building 18 lantai sebagai pusat kegiatan terpadu. Ini mulai tahun depan,” tegas Mundakir.
Tidak mudah bagi Umsura melakukan rebranding. Mundakir mengaku butuh waktu sekitar enam bulan untuk melakukan riset mulai dari penentuan warna, penggalan kata, tagline, sampai moto.
“Warna hijau lebih dominan, karena kami ingin menegaskan bahwa Umsura berada di bawah organisasi Muhammadiyah, sekaligus menguatkan identitas Surabaya. Surabaya banget, lah,” urainya.
Umsura memiliki logo dominan warna hijau sebagai penguat identitas. Hijau merefleksikan keseimbangan antara pendidikan dan lingkungan.
Dalam rebranding ini, civitas akademika menyaksikan penampilan logo baru, almamater, toga wisuda, topi, hingga berbagai merchandise melalui catwalk fashion show. Selain itu, sejumlah mahasiswa asing dari 15 negara juga menjadi baian dari acara tersebut.
“Langkah ini ini memperkuat komitmen Umsura sebagai institusi pendidikan yang adaptif, relevan, dan siap menjawab kebutuhan masa depan,” terangnya memungkasi.
Editor : Rochman Arief