JATIMKINI.COM, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Brantas (PLN NP UP Brantas) meraih penghargaan mengesankan usai menerapkan Inovasi HydroBot. Keunggulan inovasi itu mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) dan smart workflow. Alhasil, kinerja operasional PLTA menjadi optimal sejalan efisiensi energi melalui pemantauan kondisi hidrologi terkini.
Dalam ajang Apresiasi Efisiensi Energi Nasional 2025, Inovasi HydroBot menjadi yang terbaik kategori Manajemen Energi di Industri Subkategori Inovasi Khusus. Sebab, cara kerjanya menerapkan platform integratif berbasis AI dan NLP (Natural Language Processing) yang mampu mengolah data hidrologi dari berbagai sumber menjadi informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh pengguna. Fokus utama adalah efisiensi informasi, akses real-time, dan dukungan pengambilan keputusan yang berbasis data.
Senior Manager PLN NP UP Brantas, Arfan menyampaikan pencapaian atas prestasi membanggakan di tingkat nasional ini menjadi bagian dari kontribusi PLN NP UP Brantas dalam memperkuat transformasi energi bersih di Indonesia.
“HydroBot adalah wujud inovasi berbasis teknologi dan kolaborasi, yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendorong penggunaan energi yang lebih cerdas," katanya.
Keberhasilan Inovasi HydroBot: Smart Guide Berbasis AI dan Smart Workflow untuk Optimalisasi Operasi PLTA serta Efisiensi Energi Melalui Pemantauan Kondisi Hidrologi Real-time menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dapat menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) di masa depan.
Sebagai unit EBT yang terdigitalisasi, PLN NP UP Brantas mengambil peran strategis dengan mengembangkan HydroBot solusi berbasis AI untuk mengatasi tantangan fluktuasi hidrologi yang menyebabkan potensi kehilangan energi hingga 40,41 GWh per tahun.
Selama periode setahun implementasi, HydroBot berhasil mencatatkan penghematan air sebesar 196 juta m³ (setara 1.651 TOE atau 19.249.523,96 kWh ) dan penurunan emisi karbon sebesar 21.944 ton COe.
Inovasi ini pula mendukung dua pilar utama transformasi PLN, yaitu "Digital Moonshot" melalui penerapan smart power plant berbasis kecerdasan buatan dan "NZE Moonshot" dengan mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Adapun penyerahan penghargaan saat Temu Stakeholder Bidang Konservasi Energi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di Jakarta, Jumat (5/12).
Direktur Konservasi Energi, Direktorat Jenderal EBTKE, Dr. Ir. Hendra Iswahyudi, M.Si menyampaikan betapa pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mengurangi emisi di sektor bangunan sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal itu terutama dalam mewujudkan kemandirian energi.
"Efisiensi energi di bangunan juga menjadi kunci untuk mencapai target penurunan emisi Indonesia dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC). Bangunan hemat energi tidak hanya menekan tagihan listrik dan emisi karbon, tetapi juga menciptakan lingkungan hidup serta ruang kerja yang lebih sehat, nyaman, dan tangguh menghadapi perubahan iklim," terangnya.
Acara ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada pengelola gedung dan industri yang berhasil menerapkan langkah nyata dalam efisiensi energi. Termasuk mendukung program konservasi energi dan reduksi emisi CO di Indonesia. Melalui penghargaan ini, pemerintah berharap semakin banyak pelaku industri mengembangkan terobosan yang berdampak signifikan pada pengelolaan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Narahubung:
Raden Sultani Indragunawan
Manager Business Support
PT PLN Nusantara Power UP Brantas
Tlp. 0341 - 385545 / 385546
Sumber: Siaran Pers No 33/XII/2025/PLNNP/UBRS
Editor : Bagus Suryo