x
x

Pasar Ekspor Tumbuh Positif, Penjualan Siantar Top Kuartal III Tembus Rp3,7 Triliun

JATIMKINI.COM, Emiten makanan ringan PT Siantar Top Tbk (STTP) masih cukup optimistis penjualan bersih sampai akhir tahun ini bisa tumbuh setidaknya 4% - 5% di tengah tantangan kondisi pasar domestik yang sedang melambat.

Direktur Siantar Top Armin menjelaskan, hingga kuartal III/2024, penjualan bersih Siantar Top sudah terealisasi sebesar Rp3,7 triliun naik sebanyak Rp77,8 miliar atau 2,15% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp3,62 triliun.

“Kalau sampai kuartal III atau September tumbuhnya 2,15%, kami estimasikan sampai Desember ini bisa tumbuh kurang dari 5%, dan pertumbuhan itu sudah optimitis dengan berbagai strategi untuk pasar domestik maupun ekspor,” jelasnya dalam Paparan Publik di Surabaya, Selasa (10/12/2024).

Dengan capaian penjualan bersih itu, lanjut Armin, Siantar top juga mencatatkan kinerja laba bersih yang gemilang yakni mencapai Rp1,02 triliun atau naik sebanyak Rp330 miliar. Peningkatan itu setara dengan 48,08% pertumbuhannya dibandingkan periode yang sama 2023.

Direktur Siantar Top Suwanto menambahkan, perseroan akan terus melanjutkan strategi-strateginya seperti membuat produk baru, memperluas jangkauan distributor, hingga memperluas pasar ekspor ke Amerika Serikat (AS).

Menurutnya, walaupun tahun depan market di AS masih belum tampak jelas karena kondisi terpilihnya Presiden Donald Trump serta banyaknya kebijakan perdagangan AS yang dibuat, namun Siantar Top saat ini sudah mulai masuk ke Kanada dan berpartner dengan distributor di Kanada.

"Jadi kita akan merambah Amerika Serikat melalui Kanada lebih dulu. Kita tahu memang bukan sesuatu yang gampang, tapi dengan kerja sama yang dekat dengan distributor di berbagai negara di Asia dan Timur Tengah selama puluhan tahun ini, kami percaya market ekspor kita akan tetap stabil,” ujarnya.

Suwanto mengungkapkan, pertumbuhan penjualan Siantar Top di pasar domestik sendiri memang cukup berat. Hingga kuartal III tahun ini hanya tumbuh 1%. Hal ini disebabkan oleh kondisi daya beli masyarakat yang melemah di sepanjang tahun ini.

“Sedangkan di pasar ekspor, penjualan kita bisa growth 11%, artinya pasar ekspor kita masih cukup bagus,” imbuhnya.

 

 

 

 

Berita Terbaru
Selasa, 08 Jul 2025 19:58 WIB

Kadin Jatim Sebut Tarif Impor AS 32% Justru Bikin Peluang Besar Ekspor Tekstil

JATIMKINI.COM, Kebijakan tarif impor sebesar 32% yang diterapkan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara Asia menciptakan
Selasa, 08 Jul 2025 18:06 WIB

Problem Pendidikan, SDN Sepi Peminat

Di tengah mimpi besar menuju Indonesia Emas 2045, negeri ini justru dihantui fenomena penuh tanda tanya, mengapa Sekolah Dasar Negeri makin ditinggalkan
Selasa, 08 Jul 2025 16:21 WIB

PLN Elektrifikasi 21 Ribu Petani Buah Naga di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Kerakyatan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian berkelanjutan melalui program electrifyin
Selasa, 08 Jul 2025 15:37 WIB

Frank & co., Hadirkan Kemewahan Intim di Tengah Kota Surabaya

Frank & co., membuka gerai kelima di Surabaya, yang mengusung berlian dengan konsep perpaduan keintiman dan kemewahan menyatu.
Selasa, 08 Jul 2025 14:35 WIB

Pelatihan SDM Jadi Kunci TPS Tingkatkan Kinerja Terminal

TPS menjawab tantangan tata kelola pelabuhan melalui pelatihan SDM guna mendorong transformasi terminal bertaraf internasional.
Selasa, 08 Jul 2025 13:17 WIB

Kelompok Mahasiswa 96 UPN Veteran Dampingi RW 5 Pilang Makmur. Tujuaannya Ini

Guna menyiapkan kegiatan Lomba Kelurahan Berseri tingkat Kota Surabaya kelompok mahasiwa KKN 96 Universitas Pembanguna Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur