JATIMKINI.COM, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak memastikan seluruh terminal di pelabuhan setempat berjalan lancar. Pernyataan ini disampaikan menyikapi adanya re-ekspor produk yang diduga terkontaminasi cesium-137 dari Amerika Serikat.
Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun menegaskan pembongkaran peti kemas sesuai prosedur dan standar keamanan yang ditetapkan. Pada bagian ini ia didampingi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan sejumlah instansi lainnya.
“Tidak ada penutupan pelabuhan (Tanjung Perak). Aktivitas bongkar muat peti kemas lainnya berlangsung normal,” kata Agustinus Maun dalam keterangan resminya, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan penanganan re-ekspor produk yang diduga berbahaya juga dibarengi dengan bongkar muat peti kemas Kapal Sinar Sulawesi, CMA CGM Dolomites, dan SPIL Niken di dermaga PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).
Agustinus menjelaskan proses bongkar muat diawali dengan pemeriksaan dari Bapeten, yang melakukan tes usap pada titik paparan tertinggi. Hasilnya, tidak ada kontaminasi pada permukaan luar peti kemas. Sebelumnya KSOP bersama otoritas terkait telah memeriksa muatan barang berbahaya di atas kapal.
“Selanjutnya Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan mengeluarkan Certificate of Pratique, untuk memberi izin peti kemas turun dari kapal dan melewati pemeriksaan lanjutan di alat RPM,” ia menambahkan.
Normalnya operasional seluruh terminal di Pelabuhan Tanjung Perak mematahkan pernyataan dari Bidang Humas Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang menyebutkan satu peti kemas suspect cesium-137.
Dalam pernyataan itu disebutkan peti kemas re-ekspor berisi cengkih milik PT NJS tiba di dermaga TPS pada 1 November 2025.
Editor : Rochman Arief