JATIMKINI.COM, BCA berencana kembali menggelar BCA Expo di Surabaya sebagai salah satu upaya menggairahkan pasar terutama dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang tahun ini ditargetkan bisa tumbuh minimal 10%.
Senior Vice President of Customer Loan BCA, Handy Weriko menjelaskan, kondisi ekonomi tahun ini memang cukup menantang, karena ekonomi melambat dan pertumbuhan daya beli masyarakat menurun.
"Meskipun kondisi ekonomi cukup challenging, kami masih tetap yakin tahun ini masih mampu menggenjot penyaluran KPR seperti tahun lalu," katanya, Selasa (19/8/2025).
Namun begitu, lanjutnya, pihaknya harus lebih prudent dalam penyaluran KPR karena untuk menjada non performing loan (NPL) tetap terjaga dengan baik.
"Kami moderat saja. Tahun ini masih optimis bisa mencapai target seperti tahun lalu. Kalau lebih besar kayaknya nggak,” tambahnya.
Ia memaparkan penyaluran KPR tahun lalu dari Kantor Kredit Konsumer Surabaya (K3S) BCA mencapai Rp7 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritas dari KPR untuk rumah dengan range harga Rp 1-2 miliar yang paling dominan.
“Tahun ini kami yakin trennya masih sama seperti tahun lalu. Hanya saja kami memang lebih hati-hati. Jangan sampai ada banyak buy back. Dengan sikap yang lebih prudent ini, rekanan kami (developer) lebih happy. Karena kalau buy backnya banyak mereka juga repot,” ungkapnya.
Vice President of Consumer Loan BCA, Meliani Tjondro menambahkan, event pameran memang menjadi salah satu tulang punggung untuk menggenjot penyaluran KPR dan kredit consumer yang lain seperti kredit pemilikan mobil.
Namun kali ini jumlah developer yang ikut dalam expo yang akan digelar di Ciputra World Surabaya pada 22-24 Agustus 2025 dibatasi. Tahun lalu jumlah developer ada 45 dengan 75 proyek, tahun ini dipangkas jadi 40 developer dan 62 proyek. Selain itu juga ada puluhan dealer mobil dan motor.
“Tahun ini kami memang lebih selektif kriterianya. Tidak hanya developernya saja namun juga proyeknya harus benar-benar klir. Jadi tahun lalu ikut, tahun ini belum tentu ikut,” ujarnya.
Meilani menambahkan, kehati-hatian juga tidak hanya dilakukan terhadap developer tapi juga nasabah dengan melakukan profiling secara ketat dan berlapis. Pihaknya juga memberikan edukasi dan advice pada nasabah agar tidak terjadi masalah.
Dia yakin pengajuan aplikasi KPR tetap akan mengalami pertumbuhan. Sebab dari pameran pada Februari 2025 lalu hingga Agustus tahun ini dari sisi nominalnya mengalami pertumbuhan 10% .
Editor : Peni Widarti