JATIMKINI.COM, Di tepian Sungai Kalianak, Surabaya, sejumlah bangunan sudah ditandai dengan cat semprot berwarna mencolok. Angka-angka yang menempel di dinding rumah itu bukan sekadar coretan, melainkan penanda tahap awal program normalisasi sungai yang sedang digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Setelah menyasar wilayah Kelurahan Morokrembangan sehari sebelumnya, Rabu (20/8/2025) giliran kawasan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, yang menjadi lokasi penertiban. Sebanyak 56 bangunan di RT 06-RW 02 masuk daftar penandaan.
“Kami libatkan warga, yaitu para pemilik bangunan atau rumah yang kami beri tanda. Hal ini kami lakukan agar pada saat penandaan serta pengukuran berjalan secara transparan dan diketahui pemilik bangunan,” ujar Dwi Hargianto, Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Surabaya.
Sehari sebelumnya, Satpol PP juga melakukan hal serupa di RT 04-RW 01, Kelurahan Morokrembangan. Ada 89 bangunan yang sudah ditandai. Satu lokasi lagi masih menunggu giliran, yakni RW 06-RT 09, Morokrembangan, Kecamatan Krembangan. “Sesegera mungkin akan kami lakukan penandaan,” tambah Dwi.
Penandaan hanyalah langkah awal. Setelah itu, Pemkot akan mengirimkan surat peringatan bertahap kepada warga—mulai dari surat peringatan pertama hingga ketiga—sebelum tindakan lebih lanjut dilakukan. Dwi menegaskan, proses ini berjalan sesuai prosedur, dengan mengedepankan komunikasi dan sosialisasi agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah warga.
Program normalisasi Sungai Kalianak bukan semata urusan fisik, melainkan juga sosial. Pemkot Surabaya berharap warga mendukung langkah ini, sebab manfaatnya menyangkut banyak hal: aliran sungai menjadi lancar, risiko banjir berkurang, dan kawasan bantaran bisa dipakai untuk fungsi yang lebih positif.
“Kami berharap warga dapat mendukung program ini. Dengan normalisasi, aliran sungai akan lebih lancar, risiko banjir berkurang, dan kawasan bantaran bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Dwi menutup penjelasannya.
Editor : Rochman Arief