JATIMKINI.COM, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) wilayah III Surabaya mencatatkan kinerja penyaluran kredit di semester I/2025 sebesar Rp55 triliun atau tumbuh sebanyak Rp4 triliun.
Sementara untuk kinerja Dana Pihak Ketiga (DPK) di semester pertama tahun ini tercatat tumbuh Rp2 triliun atau menjadi Rp101 triliun. Komposisi tabungan BCA saat ini tercatat 85rasal dari Current Account Saving Account (CASA) mengingat BCA merupakan transactional bank.
Kepala Kantor Wilayah III BCA Widjaja Stephen menjelaskan, kinerja kredit dari sisi kredit konsumer yang berasal dari produk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) telah menjadi kontributor terbesar yakni mencapai 29ri total kredit yang disalurkan BCA.
“Kontribusi kredit konsumer dari produk KPR kita hampir menyamai kredir komersial,” katanya, Senin (4/8/2025).
Stephen melanjutkan, dari kedua angka tersebut, Loan to Deposit Ratio (LDR) di Kanwil II BCA hanya mencapai sekitar 50%. Hal ini tak mencerminkan kinerjanya secara riil. Sebab, klien korporasi yang populasinya banyak di Surabaya dicatat langsung oleh kantor pusat di Jakarta.
“Kalau dibandingkan periode sama tahun lalu, LDR sedikit menurun. Tapi, masih stabil,’’ ungkapnya.
Salah satu alasan dari LDR yang tak bisa meningkat selama semester pertama tahun ini disebabkan oleh kegiatan ekonomi yang melambat.
Sebagai bank transaksi, dia mengandalkan arus kegiatan ekonomi untuk mencatat pertumbuhan. Namun, banyak faktor selama semester I yang membuat pelaku ekonomi ragu untuk bergerak. Salah satunya, kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang makin susah ditebak.
“Kondisi ini membuat pengusaha yang mengandalkan pasar di AS dan ekosistemnya ragu untuk melakukan ekspansi. Jadi kami paham sudut pandang nasabah kami. Bagaimana kalau sudah ekspansi tapi kebijakan berubah dan mereka malah merugi,’’ ucapnya.
Untuk itu, lanjut Stephen, tahun ini BCA lebih mengedepankan aspek prudence atau kehati-hatian sebelum menyalurkan kredit di tengah ketidakpastian. Namun begitu, ia berharap di semester II nanti BCA bisa lebih mendorong kinerja perbankan.
“Dengan harapan bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga acuan dalam periode itu. Karena dampaknya bakal besar secara global,” katanya.
Selain itu, tambahnya, BCA akan berusaha mendorong kinerja salah satunya melalui gelaran pameran yang rencananya dilakukan di Agustus ini. Setidaknya kinerja dari KPR dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) bisa terdongkrak melalui event tersebut.
Editor : Peni Widarti