x
x

Prostitusi: Diantara Hukum, Nafkah dan Kemanusiaan

Dalam sejarah panjang peradaban manusia, prostitusi telah menjadi praktik sosial yang tak pernah benar-benar lenyap. Dari rumah bordil di Uruk - kota kuno  di Mesopotamia, sekarang Irak -  pada 2400 SM hingga fenomena open booking daring zaman kini, prostitusi terus berevolusi menyesuaikan zaman, sistem dan tekanan sosial. 

‎Upaya menghapus prostitusi dengan pendekatan legal-formal seperti menutup lokalisasi, alih-alih menyelesaikan persoalan, justru menciptakan bentuk perlawanan baru yang lebih terselubung, kompleks dan tidak manusiawi.

Perubahan Wajah

‎Menghapus prostitusi sama mustahilnya dengan menghapus sistem ekonomi yang timpang. Prostitusi tumbuh dari kebutuhan dan ketimpangan, bukan semata-mata penyimpangan. Ketika pemerintah menutup lokalisasi dengan dalih moralitas dan ketertiban, yang terjadi justru adalah migrasi praktik seks komersial ke wilayah abu-abu, dari lorong-lorong gelap hotel melati hingga ruang-ruang obrolan daring yang tak tersentuh hukum. Fenomena mucikari daring, layanan threesome, arisan sosialita dengan hadiah gigolo dan komunitas swinger - bertukar pasangan suami istri - hanyalah sebagian kecil dari kamuflase industri seks yang terus menggeliat.

‎Seperti toilet dalam rumah, jika tempat pembuangan tak tersedia, maka hajat akan dibuang sembarangan. Begitulah nasib masyarakat ketika ruang-ruang seks dikaburkan oleh larangan, bukan disikapi dengan pengaturan yang manusiawi.

Kemanusian

‎Hukum yang kaku tanpa mempedulikan realitas sosial hanya akan menghasilkan ketimpangan baru. Penutupan lokalisasi, misalnya, membuat ribuan Pekerja Seks Komersial (PSK) kehilangan sumber penghidupan tanpa jaminan transisi yang layak. Mereka dipaksa "bertaubat" dalam sistem yang tetap menelantarkan mereka. Banyak di antara mereka akhirnya beroperasi secara independen tanpa pengawasan kesehatan, tanpa akses perlindungan hukum dan tanpa perlakuan manusiawi.

‎Ironisnya, mereka yang ditutup aksesnya ke layanan kesehatan karena stigma dan pengusiran tetap menjadi bagian dari masyarakat yang sewaktu-waktu dikambinghitamkan jika terjadi lonjakan penyakit menular seksual (PMS) atau HIV/AIDS. Padahal, dengan sistem terbuka seperti lokalisasi dulu, pengendalian kesehatan bisa dilakukan secara reguler, dan sosialisasi risiko seksual lebih mudah dilakukan

‎Kita hidup dalam masyarakat yang gemar menghukum namun abai memahami. Prostitusi tidak lahir dari kebejatan moral, tetapi seringkali dari kesenjangan, kekerasan ekonomi, dan kelemahan sistem. Di balik setiap PSK, ada kisah ketimpangan, keterpaksaan, dan keputusasaan yang tak terucap.

‎Jika negara ingin benar-benar berperan, maka yang dibutuhkan bukan semata undang-undang, tetapi kesadaran bahwa di atas hukum ada kemanusiaan. Sebab tidak semua yang terlihat buruk harus dibasmi, bisa jadi ia hanya cermin retak atas  sistem yang selama ini kita agung-agungkan tanpa koreksi.

Penulis : Rokimdakas

Wartawan & Penulis

Kanal Kolom adalah halaman khusus layanan bagi masyarakat umum, Politikus, pengamat, mahasiswa, pengusaha, organisasi serta lainnya  untuk menulis berita lepas.

Redaksi Jatimkini.com tidak bertanggungjawab atas tulisan tersebut

Berita Terbaru
Selasa, 29 Jul 2025 15:11 WIB

PLTN dan Jalan Panjang Transisi Energi: Kolaborasi PLN NP dan ThorCon

Poyek ambisius ditunjukkan PLN NP yang menggandeng ThorCon dalam membangun PLTN guna mengurangi dampak perubahan iklim global.
Selasa, 29 Jul 2025 11:59 WIB

PLN Terima Penghargaan dari Pemkab Sidoarjo atas Dukungan Program TJSL Berkelanjutan

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bekerja sama dengan Kampung Lali Gadget dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar selebrasi permainan
Selasa, 29 Jul 2025 09:42 WIB

TPK Ambon Lakukan Elektrifikasi Alat, Tekan Konsumsi BBM dan Polusi Udara 

JATIMKINI.COM, PT Pelindo Terminal Petikemas mulai mengoperasikan quay container crane (QCC/derek peti kemas di dermaga) bertenaga listrik di Terminal Peti
Senin, 28 Jul 2025 17:27 WIB

Geger, Tali Pocong Tidak Lepas Begini Pandangan Islam

JATIMKINI.COM, Beberapa hari  ini suasana mendadak sepi dan bikin merinding di Dusun Mijen, Desa Sidodadi, Taman, Sidoarjo dikarenakan ada pocong gentayangan.
Senin, 28 Jul 2025 13:31 WIB

Gumitir Ditutup: Pertamina Siapkan Alternatif Distribusi Energi, Ada 70 Mobil Tangki Alih Suplai 

JATIMKINI.COM, Dampak penutupan jalan nasional di Jalur Gumitir yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur hingga hari ini masih
Senin, 28 Jul 2025 12:52 WIB

Ancaman Logistik dari Banyuwangi: Akibat Jalur Darat Terputus dan Angkutan Laut Tak Siap

Pemanku kepentingan didorong memerhatikan geografis Banyuwangi guna memigitasi risiko kelangkaan logistik ketika terjadi penutupan akses darat.