x
x

Ancaman Logistik dari Banyuwangi: Akibat Jalur Darat Terputus dan Angkutan Laut Tak Siap

JATIMKINI.COM, Penutupan total jalur darat Jember–Banyuwangi melalui Gunung Gumitir sejak 24 Juli 2025 telah memicu kekhawatiran serius di sektor pangan. Di tengah perbaikan jalan nasional yang dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali itu, distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari wilayah Banyuwangi mulai tersendat.

Situasi ini memaksa sejumlah pelaku usaha menjual langsung di lokasi kemacetan agar tidak membusuk. Fenomena itu terjadi di sepanjang jalur padat sebagai dampak dari pengalihan arus lalu lintas.

Upaya pemerintah mengarahkan kendaraan ke jalur utara melalui Probolinggo–Situbondo, maupun lewat Bondowoso, nyatanya tidak memberi banyak ruang. Jalur utara pun padat. Sementara rute Bondowoso–Banyuwangi hanya dapat dilalui kendaraan yang benar-benar layak melewati tanjakan curam.

Kondisi ini memperlihatkan satu persoalan lama yang belum terjawab: ketergantungan Banyuwangi terhadap jalur darat, tanpa dukungan kuat dari moda transportasi lain, terutama laut.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Banyuwangi, Mohammad Yazid Sofyan, menyebut penutupan ini sebagai “alarm serius”. Ia mendesak pemerintah segera membangun dok perkapalan di Banyuwangi, mengingat saat ini pelaku usaha logistik tak memiliki pilihan efisien selain jalan darat.

“Saat ini hanya ada 15 kapal yang beroperasi di Ketapang (Banyuwangi), dan itupun tidak bisa digunakan penuh. Efektifnya hanya 70 persen,” kata Yazid kepada jatimkini, Minggu (27/7/2025). “Itu pun sebagai akibat adanya insiden," ia menambahkan.

Yang dimaksud Yazid adalah insiden KMP Tunu Pratama Jaya pada 8 Juli lalu. Insiden itu memicu pengetatan operasional kapal, yang akhirnya berdampak pada terbatasnya jumlah kapal angkut yang bisa digunakan. Situasi kian pelik karena semua proses docking—perawatan rutin kapal—harus dilakukan di luar Banyuwangi.

“Paling dekat ke Madura, Surabaya, Lamongan, Gresik, atau Bali. Di Banyuwangi tidak ada doking. Untuk antre saja bisa memakan waktu 2–3 bulan,” urainya.

Pria yang juga pelaku usaha perkebunan alpukat ini terpaksa mencari jalur lain. Angkutan kereta logistik menjadi satu-satunya pilihan meski biayanya jauh lebih tinggi.

“Saya harus tetap kirim hasil bumi. Kalau menunggu jalur darat pulih, operasional bisa lumpuh total,” tambah Yazid yang juga alumni ITS Surabaya.

Bagi dunia usaha Banyuwangi, ini bukan sekadar soal perbaikan jalan. Ini soal daya tahan logistik dan stabilitas pasokan komoditas pangan, tidak hanya untuk wilayah lokal tetapi juga bagi daerah lain yang bergantung pada suplai dari ujung timur Pulau Jawa.

Sebagai bagian dari mitigasi, Apindo Banyuwangi mengusulkan dua langkah konkret: pembangunan dok kapal serta optimalisasi penerbangan dari Banyuwangi ke Surabaya dan Jakarta.

“Business trip harus tetap jalan. Kalau ke depan ada penutupan jalur lagi, kita tidak bisa hanya mengandalkan darat,” kata Yazid.

Per 24 September 2025 nanti, jalur Gumitir memang dijadwalkan kembali dibuka. Tapi tanpa infrastruktur pendukung lain yang memadai—terutama laut dan udara—Banyuwangi akan rapuh menghadapi gangguan darat.

Berita Terbaru
Minggu, 27 Jul 2025 19:25 WIB

Kormi Kab Sidoarjo Targetkan 79 Emas di Ajang Fornas VIII 2025

JATIMKINI.COM, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia ( Kormi ) Kabupaten Sidoarjo dipastikan akan menurunkan para Squad di ajang Fornas VII di NTB
Minggu, 27 Jul 2025 10:55 WIB

PLN Perkuat Sinergi Energi Menuju Madura Lebih Terang dan Sejahtera

PT PLN Grup Jawa Timur menggelar Forum Multistakeholder Madura di Pamekasan, sebagai upaya memperkuat sinergi antara PLN dan berbagai pemangku kepentingan
Sabtu, 26 Jul 2025 12:57 WIB

Kolaborasi BSI dan FPIK UB Kembangkan Riset dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Implementasi SDG's menjadi poin utama dalam penandatangan kerja sama antara perusahaan tambang emas dan perak, BSI dengan Universitas Brawijaya.
Sabtu, 26 Jul 2025 12:19 WIB

Pelindo Ajak Anak-anak Rawat Lingkungan Sekolah, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Pelindo Regional menunjukkan komitmen penerapan SDGs dari tingkat yang paling elementer, yakni pelajar TK untuk diperkenalkan makan lingkungan bagi masa depan.
Sabtu, 26 Jul 2025 09:41 WIB

Hingga Juni 2025, SIG Pasok 29.990 Ton Semen untuk Proyek Tol Bocimi Jabar

JATIMKINI.COM, Pemerintah Indonesia terus melanjutkan proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang saat ini telah memasuki pembangunan Seksi 3
Jumat, 25 Jul 2025 20:07 WIB

BRI dan PLN UID Jawa Timur Teken MoU Penyediaan Escrow Account untuk Pengembang Perumahan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PLN UID Jawa Timur menjalin kerja sama strategis melalui layanan escrow account