JATIMKINI.COM, Halaman TK Barunawati Surabaya berubah menjadi ruang belajar terbuka. Bukan deretan bangku dan papan tulis yang terlihat. Terlihat tangan-tangan mungil yang menggenggam cangkul kecil, menabur benih, dan memungut sampah di sekitar sekolah.
Mereka bukan sedang bermain, tapi belajar—tentang lingkungan, tentang kebersihan, dan tentang masa depan. Kegiatan terangkum dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025.
Di situlah peran PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 menggelar serangkaian kegiatan bertema ‘Bersih dan Sehat Menuju Generasi Masa Depan Hebat’. Program ini tidak sekadar menjadi momen seremonial tahunan. Ia menjadi ruang edukasi yang berakar pada nilai-nilai keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
“Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak, termasuk anak-anak,” ujar Senior Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 3, Karlinda Sari.
Ia menegaskan, kegiatan ini bagian dari komitmen Pelindo dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang berupaya membentuk karakter anak agar lebih peduli terhadap sekitarnya.
Tidak hanya membersihkan lingkungan sekolah, anak-anak juga dikenalkan dengan aktivitas menanam sayuran seperti cabai, tomat, dan kangkung. Lewat kegiatan ini, anak-anak belajar mengenal jenis tanaman, memahami cara merawatnya, serta mengetahui manfaat gizi yang terkandung di dalamnya.
Tak ketinggalan, pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan tentang kebersihan diri dan gigi. Kegiatan ini sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap tumbuh kembang anak.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas. Mereka tak hanya aktif, tapi juga menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Beberapa bahkan bertanya soal bagaimana tomat tumbuh atau kenapa harus mencuci tangan sebelum makan.
Kepala Sekolah TK Barunawati, Zygot Egamanuar Rachmaputri, mengapresiasi inisiatif ini. “Anak-anak terlihat sangat senang dan termotivasi untuk menjaga kebersihan sekolah. Kegiatan menanam sayur ini juga memberikan pengalaman baru yang edukatif,” tuturnya.
Apa yang dilakukan di Surabaya bukan satu-satunya. Kegiatan serupa digelar serentak di 11 lokasi lain, termasuk Semarang. Skala yang luas ini menunjukkan bahwa Pelindo ingin menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya yang tertanam sejak dini di berbagai daerah.
Di tengah krisis lingkungan dan meningkatnya ketidakpedulian terhadap isu keberlanjutan, kegiatan semacam ini menjadi penting. Bukan karena dampaknya yang langsung terasa, melainkan karena benih kepedulian yang ditanam di hati anak-anak.
Editor : Rochman Arief