x
x

Rojali-Rohana Mengguncang di Sektor Ritel” Ada Apa

JATIMKINI.COM,  Pusat perbelanjaan tampak kembali ramai. Namun di balik keramaian itu, para pelaku usaha ritel menghadapi kenyataan pahit. Pasalnya,  omzet tidak sejalan dengan jumlah pengunjung. Fenomena ini dikenal luas sebagai 'Rojali-Rohana', singkatan dari Rombongan Jarang Beli dan Rombongan 

Hanya Nanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menyatakan bahwa pergerakan pengunjung ke mal memang sudah pulih pasca-pandemi.

Namun, ia menegaskan,  bahwa tingginya kunjungan tidak serta merta menghasilkan transaksi yang signifikan. 

"Konsumen banyak yang datang, tapi belanja tidak seperti dulu. Banyak yang hanya bertanya-tanya atau sekadar melihat-lihat," ujar Alphonzus dalam kutipan di media beberapa hari lalu

Perubahan Pola Konsumsi
Fenomena ini, menurut para analis, mencerminkan penurunan daya beli dan pergeseran orientasi belanja, terutama dari kelas menengah ke bawah. Bahkan kelas menengah atas kini lebih memilih berinvestasi ketimbang mengonsumsi barang sekunder atau tersier.

“Kalangan berpenghasilan tinggi justru makin berhati-hati. Mereka mulai masuk ke instrumen investasi seperti surat berharga negara, emas, dan deposito,” ujar Kepala Ekonom BCA, David Sumual.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan krisis 1998, meskipun penyebab dan dampaknya berbeda.

Data dan Proyeksi Ekonomi
Berdasarkan pengamatan APPBI dan data kuantitatif awal 2025,  dari indikator Ekonomi serta Tren saat ini menunjukan: kunjungang ke pusat belanja meningkat (10-15%), Transaksi ritel turun 8-12% dibanding tahun lalu, Konsumsi rumah tangga semester 1 2025 hanya tumbuh 4,5ri target 5,3%, Pembelian barang mewah lesu, turun hingga 20%. Salah satu penyebab utama adalah kenaikan harga kebutuhan pokok, inflasi jasa, serta pelemahan nilai tukar yang berimbas pada biaya impor barang-barang konsumsi.
Respons & Rekomendasi.

Untuk mengatasi stagnasi ini, APPBI mendorong pemerintah memberikan stimulus tunai seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dapat langsung mendorong konsumsi. Namun, mereka juga mewanti-wanti soal potensi penyalahgunaan dana BLT, termasuk meningkatnya transaksi pada situs judi daring.

“Stimulus fiskal diperlukan, tapi harus diawasi dengan baik,” tegas Alphonzus. Ia juga menyarankan pengusaha untuk mengganti strategi pemasaran: dengan paket bundling, promo dadakan, hingga kolaborasi live shopping dengan influencer.

Harapan di Semester II

Meski kondisi masih lesu, para analis tetap optimistis. David Sumual memperkirakan semester II 2025 akan menunjukkan perbaikan, seiring meredanya ketegangan geopolitik global  sebagai factor eksternal seperti tarif Trump dan meningkatnya belanja pemerintah.

“Kuncinya ada di stabilitas dan ekspektasi konsumen. Kalau keyakinan masyarakat membaik, konsumsi akan bergerak naik,” pungkas David.

Dikutip berbagai sumber 

Berita Terbaru
Minggu, 27 Jul 2025 10:55 WIB

PLN Perkuat Sinergi Energi Menuju Madura Lebih Terang dan Sejahtera

PT PLN Grup Jawa Timur menggelar Forum Multistakeholder Madura di Pamekasan, sebagai upaya memperkuat sinergi antara PLN dan berbagai pemangku kepentingan
Sabtu, 26 Jul 2025 12:57 WIB

Kolaborasi BSI dan FPIK UB Kembangkan Riset dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Implementasi SDG's menjadi poin utama dalam penandatangan kerja sama antara perusahaan tambang emas dan perak, BSI dengan Universitas Brawijaya.
Sabtu, 26 Jul 2025 12:19 WIB

Pelindo Ajak Anak-anak Rawat Lingkungan Sekolah, Tanamkan Kepedulian Sejak Dini

Pelindo Regional menunjukkan komitmen penerapan SDGs dari tingkat yang paling elementer, yakni pelajar TK untuk diperkenalkan makan lingkungan bagi masa depan.
Sabtu, 26 Jul 2025 09:41 WIB

Hingga Juni 2025, SIG Pasok 29.990 Ton Semen untuk Proyek Tol Bocimi Jabar

JATIMKINI.COM, Pemerintah Indonesia terus melanjutkan proyek Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang saat ini telah memasuki pembangunan Seksi 3
Jumat, 25 Jul 2025 20:07 WIB

BRI dan PLN UID Jawa Timur Teken MoU Penyediaan Escrow Account untuk Pengembang Perumahan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PLN UID Jawa Timur menjalin kerja sama strategis melalui layanan escrow account
Jumat, 25 Jul 2025 18:33 WIB

Angka Kemiskinan 2025 di Indonesia Turun, Di Perkotaan Perlu Dapat Perhatian 

JATIMKINI.COM, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai tingkat kemiskinan di Indonesia pada Maret 2025. Persentase penduduk miskin secara