Hari Ulang Tahun (HUT) ke-109 Kota Malang, Jawa Timur, mengusung spirit mandiri, tangguh, berkelanjutan. Karena itu, betapa pentingnya memperkuat kesadaran sosial bersama menjaga dan merawat Kota Malang.
"Kita tunjukkan bahwa Malang ini bukan hanya milik satu kelompok, tetapi Malang adalah milik kita semua," tegas Wali Kota Malang Sutiaji dalam rapat paripurna peringatan HUT Kota Malang ke-109 di DPRD setempat, Jumat (31/3).
Pernyataan optimistis dan menggugah kesadaran sosial yang pernah ia sampaikan saat perayaan Nyepi di Alun-Alun Tugu, Rabu (22/3), itu, langsung disambut tepuk tangan peserta rapat.
Pagi itu, Sutiaji menceritakan fenomena yang mengemuka di masyarakat.
"Saudara kita juga pernah bertanya, kenapa Pak Wali di trotoar kok dipakai kursi. Sementara kemarin saya pakai bersama-sama untuk membaca Al-Qur'an tidak dibolehkan," katanya.
Sutiaji pun berusaha memberikan pemahaman bahwa kesadaran sosial diperlukan guna mewujudkan keharmonisan.
"Saya sampaikan, membaca Al-Qur'an ada tempatnya di masjid. Membaca Al-Qur'an adalah sunah, tapi Memberikan ruang dan jalan pada orang itu wajib dan pasti dapat pahala," tandasnya.
Dengan penjelasan itu akhirnya memberikan pemahaman bersama sehingga menyatukan mereka dalam suasana kebatinan yang menentramkan.
"Hal demikian tolong dipahami bersama-sama sehingga harapan kita di Kota Malang dan Indonesia tidak ada monopoli mayoritas ke minoritas. Tidak ada orang kecil tertindas oleh kelompok besar," ujarnya.
Di sisi lain "Mohon juga yang minoritas jangan sedikit-sedikit merasa tersinggung karena kebersamaan harus terbangun untuk saling merasakan di antara kita bersama," imbuhnya.

Kolaborasi Biru-Merah
Ada hal menarik dalam kerukunan perayaan HUT Kota Malang tahun ini. Busana pria untuk lurah, camat dan kepala dinas yang hadir dalam rapat HUT ke-109 Kota Malang di DPRD tersebut berwarna dominan serba biru lengkap dengan belangkon biru.
Sutiaji merupakan Wali Kota Malang yang diusung Partai Demokrat pada Pilkada 2018 di mana masa jabatan kepala daerah akan habis September 2023 nanti. Ia berpasangan dengan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dari Partai Golkar.
Sedangkan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Malang.
Saat berlangsungnya rapat peringatan HUT Ke 109 Kota Malang lalu rapat paripurna DPRD tentang penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban wali kota Malang TA 2022, ada ucapan spontan dari seorang wartawan. "Seragam ASN Pemkot Malang serba biru, kalau seragam pegawai dewan berwarna merah," celetuknya.
Sutiaji pun berkelakar di depan peserta rapat bahwa dirinya bukan bermaksud membirukan gedung dewan.
"Mohon izin Pak Ketua (Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika), sekali lagi, bukan bermaksud kami membirukan gedung dewan," ucap Sutiaji disambut tawa dan tepuk tangan peserta rapat yang mencairkan suasana.
Lalu, Sutiaji melanjutkan sambutan dengan menyampaikan penegasan.
"Semua ini terbangun dengan baik. Kemarin Saya pakai biru, Pak Ketua pakai biru. Lasernya atau sorot cahaya LED (dioda pemancar cahaya) pakai warna merah. Ini sebuah kolaborasi luar biasa. Mohon maaf, sekali lagi, ini bukan kapling-kaplingan kekuasaan," imbuh Sutiaji disambut riuh tepuk tangan, sementara I Made Riandiana Kartika yang memimpin rapat dewan ikut tersenyum menyambut kegembiraan bersama.
Isyarat kolaborasi warna biru dan merah dalam HUT Kota Malang ini ditutup Sutiaji sembari menyampaikan sebuah dalil.
"Golnya adalah sesungguhnya yang tahu diri kita, kita berbuat apa pun yang tahu pribadi kita sama Tuhan yang kita yakini selalu mendengar melihat dan mengawasi kita semua," pungkasnya.
Editor : Redaksi